0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Pendidikan anak adalah sesuatu yang sangat esential dalam kehidupan kita, karena saya yakin semua yang baca tulisan ini adalah calon ayah dan ibu atau bahkan mungkin sudah menjadi ayah serta ibu. Ketika menjadi ayah dan ibu maka akan ada satu hal penting yang selalu dipersiapkan bahkan sering membuat pusing tujuh keliling. Yaitu adalah tentang pendidikannya.

Semua ayah ingin anaknya jadi hebat, semua ibu ingin anaknya jadi pintar, semua ayah dan ibu ingin anaknya memiliki masa depan yang cerah dan gemilang. Maka hal yang pertama kali dilakukan adalah mempersiapkan segala sesuatu agar anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Paradigma pendidikan terbaik menurut para orang tua hari ini adalah sekolah yang berlabel international maka berburulah para orang tua  menyekolahkan anak-anaknya disana, sekolah yang belajarnya pakai bahasa international, sekolah yang semua peralatannya canggih dan mewah ada alat musik lengkap, ada kolam renang, fasilitas olehraga yang wah dan berbagai fasilitas premium lainnya. Bisa menyekolahkan anak disini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, alhasil ketika anak lahir kedunia maka orang tua, para ayah-bunda sibuk siang malam, kerja keras untuk  mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya mempersiapkan biaya sekolah anaknya nanti.

Dengan dalih sayang pada anak, cinta pada anak, memikirkan masa depan anak para orang tuapun mesti rela meninggalkan anaknya dalam kondisi tidur dan pulang kembali ke rumah disaat anaknya sudah  tertidur lagi. Sehari-hari anak harus sabar bersama pembantunya yang terkadang sering jutex dalam merawatnya atau sebaliknya merasa pembantunya adalah orang tuanya dan orang tuanya adalah pelayan yang mencarikan uang buat dia, sehingga ia malah memilih lebih nyaman dan lebih sayang kepada pembantunya dibanding pada orang tuanya, karena yang dia lihat faktanya pembantunyalah yang selalu bersama dirinya, yang selalu mendengarkan keluh-kesahnya, yang selalu ada ketika dia butuh.

Tidak keliru memang ingin mendapatkan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita, malah itu kewajiban para orang tua, tapi mesti harus diingat, pendidikan terbaik bagi seorang anak adalah pendidikan yang lansung diberikan orang tuanya, pendidikan terbaik untuk anak adalah pendidikan yang akan menjamin kehidupannya di masa depan akhirat nanti bukan hanya masa depan dunia. Akan tetapi sayang sangat disayangkan para orang tua malah lebih mengejar kesuksesan masa depan dunia tapi mengabaikan masa depan yang kekal dan abadi yaitu akhirat kelak.

Setidaknya ada 4 Hal yang terlupakan oleh para orang tua (termasuk juga saya) tentang pendidikan anak, saya sampaikan 4 hal ini bukan berarti saya sudah sempurna menerapkan ke 4 hal ini, tapi karena masih belajar dan berusaha maksimal juga, semoga dengan adanya catatan ini bisa menjadi pengingat bagi diri saya sendiri, dan juga tentunya bagi semua sahabat pembaca.

1. Mendidik anak dengan penuh cinta dan kasih sayang

Membuat anak merasakan kasih sayang lansung dari orang tuanya adalah satu hal yang sangat dimpi-impikan oleh setiap anak, karena banyak sekali anak yang sepi dan miskin dari kasih sayang serta perhatian orang tuanya. Berapa banyak anak yang merindukan kondisi diceritakan kisah-kisah oleh ayah-ibunya, merindukan kata-katanya didengarkan oleh pada ayah-ibunya. Tapi fakta yang selalu ditemukannya adalah ketika dia terbangun orang tuanya sudah tidak ada, dan orang tua baru pulang lagi setelah ia terlelap, kalaupun ia masih terjaga dan ingin bermain dengan orang tua, orang tuanyapun memberi ultimatum “Jangan ganggu bapak ya, lagi capek pulang kerja cari uang untuk kamu” .

Kondisi ini yang berlalu terus menerus membuat terputusnya tali cinta antara ayah ke anak ataupun ibu ke anaknya, ketika tali ini terputus maka energi cinta dan kasih sayang dari ayah-ibu ke anakpun terputus. Akhirnya jiwa anak menjadi kosong, kesepian. Disaat hal ini terjadi maka bersiaplah jiwa anak-anakmu akan diisi oleh game, oleh tontonan, oleh teman-temannya sehingga ada banyak anak yang baginya temannya lebih berharga dari pada orang tuanya sendiri, tak sedikit juga yang pacaran. Pacar adalah segala-galanya, lebih mendengar kata pacarnya dibanding kata orang tuanya. Menyedihkan bukan?, oleh karena itu sebelum hati anakmu direbut oleh games, temannya, hobbynya dan pacarnya maka pastikan selalu kalau kita sebagai orang tua menjadi selalu ada dihati putra-putri kita setelah Allah dan Rasulnya.

2. Mendidik anak agar dekat dengan Al-Quran

Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah menjamur lembaga-lembaga pendidikan Alquran untuk anak usia dini, remaja bahkan dewasa, semangat menghafal Al-Quranpun bertumbuh. Sudah banyak anak-anak kecil yang mulai bahkan sudah hafal Al-Quran, contohnya Musa Hafizd cilik yang hafal 29 juz (umur 5 tahun). Semestinya semangat ini terus ditebarkan dan juga selalu jadi perhatian utama dan paling pertama bagi para orang tua. Anakmu boleh jadi ahli dibidang apapun, hebat dibidang apapun, setinggi apapun gelarnya tapi tolong pastikan anak-anak kita adalah anak yang mencintai Al-Quran, selalu dekat dengan Al-Quran, selalu menghafal Al-Quran.

Ibarat barang elektronik mahal yang memiliki manual book (buku panduan), maka alquran adalah panduang hidup bagi setiap umat manusia, jika ingin hidupnya selamat maka selalu mengikuti panduannya.

3. Mendidik anak agar dekat dengan Masjid

Pendidikan ketiga yang sangat penting juga bagi anak adalah, mendidiknya agar selalu dekat dengan masjid, merindukan masjid. Selalu hadir dan datang lebih awal setiap waktu shalat dan selalu pulang terakhir. Masjid adalah pusat kegiatan umat Islam, dimasjid inilah kebangkitan Islam berawal. Maka ramaikanlah masjid, makmurkanlah masjid.

Nanti di hari kiamat, Allah bertanya kepada para malaikat: ”Mana tetangga-Ku?” Malaikat menyahut: ”Siapakah gerangan orang yang patut menjadi tetangga-Mu”. Allah menjawab: ”Dimana itu orang orang yang senang membaca Al-Quran dan orang orang yang suka meramaikan masjid?” (Hadis Qudsi Riwayat Abu Naim, dari Abi Sa’id)

Ayo para ayah temani anak kita ke masjid, jadikan ia lebih mencintai masjid dibanding tempat bermain, tempat nongkrong dan tempat yang memiliki banyak mudharat lainnya. Cara terbaik mendidik anak mencintai masjid tentu dengan memberikan contoh kalau orang tuanya juga mencintai masjid.

4. Mendidik anak dengan kisah-kisah sejarah Nabi, Rasul ,Para sahabat dan juga para Ulama

Krisis ketaladanan, kurang lebih itulah masalah utama generasi muda kita hari ini, anak-anak kehilangan keteladanannya, ia tidak tau siapa yang sebenarnya harus ditiru dan digugu agar menjadi selamat dunia akhirat. Dalam ketidak tauan itu anak-anak kita disodori oleh teladan-teladan semua oleh media-media cetak dan elektronik melalui sinetron, film-film korea, superhero-superhero gadungan. Anak-anak hari ini lebih bangga dengan nama-nama idolanya seperti iron man, superman, batman, dan sejenisnya. Dan mereka bingung jika ditanya siapa Rasulullah?, siapa khalid bin walid, siapa umar bin khattab dan ulama-ulama lainnya.

Pendidikan terbaik bagi anak-anak kita adalah pendidikan tentang kisah, maka sampaikan pembelajaran-pembelajaran terbaik pada anak kita melalui kisah-kisah para nabi, para rasul, sahabat, ulama dan Tabi’in.

Itulah 4 Hal penting yang sering terlupakan bagi kita para orang tua dalam mendidik anak-anak kita, semoga bermanfaat, menginspirasi dan memberikan dampak positive bagi kita dan keluarga kita.

%d bloggers like this: