0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Bicara tentang bahagia adalah membicarakan hal yang tak berujung sama halnya ketika kita bicara perara rezeki, jodoh dan nasib. Banyak pendapat orang pintar, para ahli, tokoh agama , para ulama serta filsuf-filsuf agung yang membicarakan apa dan bagaimana itu bahagia.

Layaknya cinta yang memiliki sejuta makna begitu jugalah kata yang tepat kita sematkan pada satu kata sederhana yaitu “bahagia”. Bahagia menjadi impian semua orang, tak jarang orang melakukan ini itu, mengorbankan ini itu untuk mengejar kebahagiaan dalam hidup, namun tak sedikit juga yang bingung menafsirkan apa itu bahagia? dan dimanakah kita bisa menemukan bahagia. Untuk menjawab kegalauan itulah pada tulisan kali ini kami menulis tentang bahagia menurut salah seorang filsuf kenamaan yang mana beliau juga pengarang kitab klasih Ihya’ ulumuddin Imam Al-Ghazali namanya, Imam al-ghazali membagi bahagia menjadi 5 bagian yaitu :

1. Bahagia akhirat

Bahagia akhirat, ini adalah bahagia yang hakiki dan seharusnya menjadi tujuan hidup semua umat manusia, dalam kebahagiaan akhirat tidak ada kesedihan, tidak adalagi ujian, tidak adalagi kekurangan dan kemiskinan yang ada hanya sukacita, kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara. Namun untuk meraih kebahagian ini tentu tidak mudah, ada langkah, ada tangga, ada usaha yang mesti dilalui terlebih dahulu.

2. Keutamaan akal budi

Yang kedua pembagian bahagia menurut Imam al-ghazali adalah keutamaan akal budi, yang mana dalam keutamaan akal budi ini Imam al-ghazali juga membaginya menjadi 4 bagian yaitu :

  • Sempurnanya akal
  • ‘Iffah (menjaga kehormatan diri)
  • Syajaah (berani karena benar, takut karena salah)
  • al’adl (Keadilan)

Itulah keutamaan akal budi satu tangga sebelum meraih bahagia akhirat, karena kebahagiaan akhirat hanya diraih dengan semata ketaatan pada Allah swt, maka orang yang taat dan bertakwa tentu adalah mereka yang memiliki keutamaan akal budi seperti yang disebutkan diatas. Sementara untuk mencapai tahap keutamaan akal budi bisa ditemukan ketika melewati bagian ketiga.

3. Keutamaan pada tubuh

Pada keutamaan pada tubuh ini terdapat pula empat perkara yang diantaranya adalah :

  • Sehat
  • Kuat
  • Elok (Cantik bagi perempuan serta ganteng atau tampan bagi laki-laki)
  • Umur panjang

Itulah keutamaan yang menjadi kebahagiaan di bagian ketiga ini, yang mana ini tentu akan bisa dilewati setelah melewati bagian keempat berikut

4. Keutamaan pada luar tubuh

Pada keutamaan pada luar tubuh juga terdapat empat perkara yaitu :

  • Kaya harta benda
  • Kaya sanak famili
  • Terpandang dan terhormat
  • Dari keturunan yang mulia

Dan tidak sempurnahlah bahagia yang keempat ini jika tidak melalui bahagia yang kelima

5. Keutamaan nikmat hidayah dari Allah SWT

Pada keutamaan atau bahagia yang kelima ini juga terdiri dari 4 perkara yaitu :

  • Hidayah Allah (petunjuk)
  • Irsyad Allah (Pimpinan)
  • Tasdid Allah (sokongan)
  • Ta’jid Allah (bantuan)

Ya, itulah lima pembagian atau tingkatan kebahagian menurut Imam Al-Ghazali yang mana satu sama lain saling terikat dan terpaut, Semoga Allah mudahkan kita mencapai kebahagiaan yang hakiki yaitu bahagia akhirat dengan melewati kebahagiaan-kebahagiaan sebelumnya.

Sumber foto : littlemikhael.wordpress.com

%d bloggers like this: