0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Penyakit hati, adalah suatu hal yang sering kita abaikan, tidak seperti penyakit fisik yang apabila sakit saja sedikit kita merasa khawatir dan membawanya ke dokter untuk diperiksa. Namun penyakit hati sering kita abaikan, seolah-olah penyakit ini tidak berbahaya bagi kita, tidak jarang juga yang malah tidak menyadari apakah hatinya dalam kondisi sakit atau tidak. Padahal penyakit hati ini adalah penyakit yang berbahaya, membahayakan ketenangan hidup didunia sehingga bisa berimbas pada fisik serta juga membahayakan bagi kehidupan akhirat karena balasan dari Allah SWT.

Pada tulisan kali ini bahasan kita adalah tanda-tanda penyakit hati menurut Syaikh ahmad farid beliau adalah salah seorang tokoh terkemuka dari jajaran ulama salafi Alexandaria, selain pendakwah dan penceramah beliau juga penulis yang karya-karyanya mendunia. Menurut pendapat Syaikh ahmad farid ada 5 tanda-tanda penyakit hati diantaranya adalah :

1. Sulit meraih sesuatu yang diciptakan baginya

Tanda penyakit hati yang pertama adalah sulit untuk mengetahui Allah, mencintai Allah melebihi cintanya pada syahwat dan dunia, tidak ada kerinduan berjumpa dengan Allah. Mengutamakan kehidupan dunia dibanding kehidupan akhiratnya, mengutamakan syahwat dibanding ibadahnya pada Allah SWT.

“Terangkanlah padaku orang yang menjadikan tuhan nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapan menjadi pemelihara atasnya?” (Al-Furqan : 43)

Menjadikan nafsu sebagai tuhannya, mengikuti apa perkataan nafsunya dan tidak merasakan resah atau gelisah atas dosanya yang mengikuti nafsu syahwatnya.

2. Tidak merasa sakit karena luka-luka maksiat

Ibaratnya tubuh kita yang merasakan sakit ketika terluka oleh benda tajam, begitu juga semestinya hati yang sehat ia merasa luka ketika tergores oleh dosa-dosa maksiat. Namun hati yang sakit atau bahkan mati tidak merasakan luka atas goresan maksiatnya, hatinya bebal kebal.

“Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka(Ali Imran : 135)

Berbeda dengan orang yang memiliki hati sehat, hatinya akan sangat sensitive mudah tersentuh ,ketika melakukan maksiat selalu menyegerakan taubat dan Istigfar tanda penyesalan.

3. Pemiliknya tidak merasa sakit atas kebodohannya terhadap kebenaran

Hati yang sehat tentu akan merasakan sakit terhadap perkara-perkara subhat yang menimpanya apakah itu perkara harta, uang, pembicaraan dan lain sebagainnya. Sementara hati yang sakit dan bahkan mati tentu tidak merasakan sakit akan kebodohan dirinya terhadap kebenaran. Hingga seorang penyair mengatakan :

“Orang bodoh mati sebelum kematian datang menjemput

Jasad-jasad mereka telah menjadi mayat sebelum mereka dikubur

Arwah mereka merasa sendu dalam jasad-jasadnya

Sampai hari kiamat pun mereka tidak bangkit”

4. Pemiliknya beralih dari makanan-makanan bergizi kepada racun yang mematikan

Makanan bergizi bagi hati adalah ayat-ayat Al-quran dan untaian mutiara hadits shahih, namun ketika hati mulai terjangkiti penyakit maka hati tak lagi berminat dan menyukai makanan bergizinya yaitu ayat-ayat Al-quran, hatinya tidak lagi bergetar dan tersentuh ketika dibacakan ayat-ayat Al-quran.

“Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman dan Al-quran itu tidaklah menambah bagi orang-orang zhalim selain kerugian.”(Al-Israa : 82)

Orang-orang yang hatinya sakit lebih menyenangi mendengar nyanyian dibanding lantunan ayat Al-Quran, ia lebih menyukai nanyian yang mengandung ajakan kemaksiatan dibanding dari bacaan Al-quran yang mengajak pada jalan kebenaran.

5. Pemiliknya menghuni dunia dengan perasaan ridho, tenang dan tidak merasa asing, serta tidak mengharap akhirat dan tidak beramal untuknya.

Rasulullah mewasiatkan kepada kita agar menjadi orang asing didunia atau laksana orang yang menyeberang jalan. Ya, dunia hanya pemberhentian sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke alam akhirat yang kekal abadi. Sementara orang-orang yang sakit hatinya merasakan ketenangan didunia, ia mencintai dunia melebihi apapun sehingga dia melakukan apapun (tanpa pertimbangan halal-haram) untuk meraih dunia dan menyepelakan akhirat.

Sahabat semua, itulah 5 tanda-tanda hati yang sakit, jika ada diantara kita memiliki satu atau sebagian bahkan semua dari tanda-tanda diatas, sudah semestinya kita mulai mengobati hati kita dengan dzikrullah mengingat Allah, Istigfar memohon ampunan pada Allah serta menyiraminya dengan lantunan ayat suci Al-quran.

Sumber foto : terusberkarya.blogspot.com

%d bloggers like this: