0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Ada apa dengan cantik?

Cantik, entah kenapa satu kata ini menjadi sangat berharga bagi hampir semua wanita, cantik menjadi sebuah cita-cita dan impian, cantik menjadi sebuah harapan, cantik menjadi suatu yang diperjuangkan, cantik menjadi harga mati, cantik menjadi identitas dan jati diri.Salahkah?

Sebelum berbicara tentang benar atau salah coba mari kita defenisikan dulu apa itu cantik?, materi pembelajaran tentang wanita  khususnya masalah cantik  jarang bahkan tidak kita temukan sama sekali disekolah-sekolah. Karena mayoritas sekolah umum (sesuai pengalaman penulis) laki-laki dan wanita dicampur dalam satu kelas dan semua materi disamakan. Sehingga para wanita belajar tentang kecantikan secara otodidak, belajar dari apa yang dilihat dan didengar sampai akhirnya muncul teori apa itu cantik versi dirinya sendiri.

Selama ini dalam masyarakat khususnya kalangan remaja putrid berkembang beberapa definisi cantik diantaranya :

  1. Cantik itu putih dan mulus ini adalah definisi paling laris, kalau cantik itu adalah putih dan putih cantik, sehingga berdampak remaja putri berlomba-lomba, melakukan berbagai cara agar wajah dan kulitnya terlihat putih. Bisnis kecantikan untuk membuat wajah putih dan kulit mulus adalah bisnis yang tidak ada matinya, mulai dari yang harga murah hingga dengan harga selangit jutaatn, puluhan bahkan ratusan juta.
  2. Cantik itu tubuh seksi atau lansing ini adalah definisi yang dipegang seolah menjadi doktrin oleh banyak kalangan wanita termasuk kaum muslimah, mereka berpikiran kalau tubuh seksi, lansing maka akan cantiklah dia, melakukan diet tanpa memikirkan dampak bagi kesehatanpun dilakukan, mencoba berbagai macam jenis obat diet dengan tujuan agar tubuh terlihat seksi dan cantik
  3. Cantik itu ketika “life style” kebarat-baratan yang ketiga adalah merasa cantik ketika memiliki gaya hidup yang kebarat-baratan, baik itu gaya berpakaian, pakaian yang dipakai, makanan yang dimakan, asesoris yang dipakai pokoke semuanya ala barat, ala artis holiwood dan sejenisnya.

Ya kurang lebih itulah definisi cantik yang mungkin kamu pahami selama ini, benar?. lalu salahkah jika memahami cantik seperti itu?, salah tidak, keliru mungkin iya, karena jika memiliki mindset cantik seperti diatas maka kamu akan terlalu fokus pada hal-hal yang terlihat (fisik). Sementara kita tau fisik yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita berbeda-beda, ada yang memang cantik dari orok, ada yang biasa-biasa aja dan ada juga yang (mohon maaf) tidak bagus rupanya. Ada yang kulit putih, coklat, hitam legam, dan ada juga bahkan yang merah. Intinya berbeda-beda ciptaan dari Allah SWT.

Ketika memahami kecantikan hanya berfokus pada fisik semata maka akan menimbulkan sikap ujub atau sombong bagi yang Allah sudah anugrahkan kecantikan sejak dini. Sementara yang belum Allah anugrahkan kecantikan akan merasa minder, malu, menyesal bahkan berupaya melakukan berbagai upaya untuk merubah fisiknya sebut saja contohnya melakukan operasi fisik seperti dihidung, muka, wajah, aktivitas merubah fisik lainnya seperti meratakan gigi, menyambung rambut, mencukur alis serta tindakan-tindakan yang merubah ciptaan Allah lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita-wanita yang membuat tato, meminta ditato, mencabuti alis dan memperbaiki susunan giginya untuk mempercantik diri, yang telah merubah ciptaan Allah [HR. al Bukhari dan Muslim dan lainnya]

Satu hal yang mesti diyakini adalah ketika kita diciptakan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya bentuk dan rupa, mensyukurinya, merawatnya dan yang paling penting adalah menjadikan tubuh yang Allah anugrahkan kepada kita sebagai sarana untuk taat pada Allah SWT, sebagai Alat untuk meningkatkan ketakwaan padaNYA.

Jika kita terlalu fokus pada kecantikan fisik, maka ketahuilah kalau itu hanya sementara, sebentar saja paling lama juga 30 – 40 tahun. Setelah itu kulit akan mulai keriput, gigih mulau goyah, tubuh yang dulunya seksi mulai membungkuk menuju renta, tak indah lagi seperti dahulu kala. Maka wahai saudariku janganlah terlalu fokus dan mengutamakan fisik, akan tetapi fokuslah pada isinya yaitu hati dan pikiran (akal) yang Allah anugerahkan pada kita.

Dengan hati kita merasakan nikmat-nikmat yang Allah beri pada kita, dengan hati kita bersyukur bagaimanapun kondisi fisik yang Allah hadiahkan pada kita dan dengan hatinya juga menaatinya. Dengan akal kita berpikir bagaimana untuk selalu meningkatkan keilmuan dan pemahaman atas islam dari hari kehari, dengan akal juga kita selalu membuat diri bertumbuh lebih baik dari waktu ke waktu, dari masa ke masa.

Kecantikan hati, baiknya prilaku, halusnya budi dan indahnya tutur kata adalah cantik yang sebenarnya, itulah cantik yang sejati, yang tak akan lupu oleh masa dan waktu. Semoga itu kamu.

%d bloggers like this: