Anak susah nurut, sulit dibilangin, malas disuruh belajar, shalat dan maunya main saja. Tentu ini menjadi permasalahan klasik bagi setiap orang tua. Sehingga akhirnya berusaha mencari cara bagaimana agar anak nurut dan patuh padanya.

Salah satu hal penting yang harus ditanamkan oleh setiap orangtua terhadap anaknya adalah sikap patuh. Tetapi patuh disini tentu bukanlah karena takut pada orangtuanya, mengikuti kemauan semua kemuan orang tua akan tetapi anak yang patuh karena kesadaran dirinya, dia memahami kenapa dia harus nurut kepada orangtuanya. Berikut kami hadirkan beberapa tip yang bisa dilakukan agar anak menjadi patuh pada anda.

Tanamkan kebiasaan untuk patuh kepada orangtua sejak dini

Anda bisa menanamkan kebiasaan untuk patuh pada orangtua pada anak sejak dia berumur 2 tahun, sampaikan padanya anak yang baik dan dicintai oleh Allah Swt adalah anak yang patuh pada orangtuanya. Sampaikan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.

Gunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menjelaskan sesuatu pada anak

Saat berbicara pada anak atau meminta dia melakukan sesuatu gunakanlah bahasa yang mudah dipahaminya dan dicerna. Hindari menyampaikan sesuatu dengan cara yang berbelit-belit dan diluar kemampuannya untuk menangkap.

Berikan perintah sesuai batas kemampuan anak

Orangtua yang baik tentu adalah orangtua yang mengenali kemampuan anaknya. Saat meminta anak melakukan sesuatu pastikan itu sesuai dengan kemampuannya. Hindari menyuruh anak melakukan sesuatu yang di luar kemampuannya.

Hindari berbohong kepada anak

Ketika anda berbohong pada anak, maka secara tidak lansung anda telah mendidiknya untuk berbohong. Ingat, sepintar apapun anda berbohong kepada anak suatu ketika dia juga akan tahu kalau dia sedang dibohongi. Saat dia menyadari kalau anda sering membohonginya maka semakin susahlah anda mendidik anak anda untuk patuh. Untuk itu jangan sesekali berbohong padanya. Berbicaralah dengan jujur dan apa adanya.

Jangan menakuti dan mengancam anak

Sikap menakuti dan mengancam anak akan menumbuhkan sikap keterpaksaan dalam melakukan perintah anda. Dia melakukan bukan karena kesadaran diri dan ketulusan hati akan tetapi karena dia takut pada anda terlebih lagi jika disertai dengan ancaman. Semisalnya “Awas ya kalau kamu tidak nurut nanti tidak mama kasih jajan…”

“Jangan lakukan itu, kalau dilakukan nanti mama pukul…” dan berbagai kalimat serupa lainnya.

Berikan anak apresiasi jika anak berhasil melakukan sesuatu yang dipinta

Jika anak sudah melakukan apa yang diminta, patuh pada orangtuanya, tidak ada salahnya sesekali anda memberikan apresiasi padanya. Apresiasi yang dilakukan bisa dengan memberikan hadiah, menyampaikan dengan penuh ketulusan kalau dia adalah anak yang patuh. Tapi perlu diperhatikan juga untuk memberikan hadiah cukup sesekali, jangan setiap dia melakukan sesuatu diberi hadiah. Karena hal itu secara tidak lansung akan membentuk keyakinan dalam dirinya bahwa dia ‘dibayar’ setiap melakukan perintah orangtuanya. Suatu ketika dia akan menagih ‘bayaran’ itu. Sehingga yang terbentuk adalah sikap tidak tulus dalam mengerjakan sesuatu.

Jika mungkin saat ini anak anda belum sepenuhnya patuh dan nurut sebagaimana kehendak anda tetaplah bersabar, jangan sesekali marah, membentak bahkan memukulnya. Sebab, boleh jadi ada potensi-potensi tersembunyi yang sedang bertumbuh dalam aktivitas kenakalannya tersebut. Ustadz Harry Santosa sering menyampaikan bahwa kenakalan adalah potensi anak yang belum terlihat.

Jangan sampai kemarahan dan ketidaksabaran orangtua dalam membersamai anaknya malah berakibat bahaya baginya. Sehingga secara tidak lansung anda membunuh potensi-potensi kebaikan yang ada dalam dirinya.

 

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.