ASI adalah asupan terbaik bagi bayi, ASI memiliki semua gizi yang dibutuhkan oleh buah hati. ASI mudah dicerna oleh bayi sehingga mengurangi resiko diare, sembelit, dan infeksi saluran pencernaan. ASI adalah makanan terbaik yang memiliki tiga stadium yaitu kolostrum, ASI transisi, dan ASI sejati.

Kolostrum diproduksi sejak hari ke-4 hingga hari ke-10 sedangkan ASI sejati baru diproduksi setelah ASI peralihan. Dengan memberikan 750-850 mililiter ASI setiap hari, para ibu telah memberikan beragam zat gizi. Adapun zat gizi yang dikandung oleh ASI antara lain :

  1. Air (mencapai 87,5%) . Pemberian ASI menghindarkan bayi dari kemungkinan kekurangan asupan cairan. Pencernaan bayi pun menjadi lancar.
  2. Karbohidrat berupa laktosa. Karbohidrat ini merupakan sumber energi bagi otak bayi.
  3. Protein yang terdiri dari whey dan kasein. Kedua protein ini tidak mengakibatkan alergi pada bayi, berbeda dengan susu sapi yang bisa menimbulkan reaksi alergi.
  4. Asam amino, ini adalah zat yang sangat penting bagi perkembangan otak bayi. Selain itu, terdapat pula nukleotida yang dapat meningkatkan daya datahn tubuh dan penyerapan besi sehingga bayi terhindar dari anemia defisiensi besi (ADB)
  5. Lemak, termasuk lemak omega-3 dan omega-6 yang mendukung perkembangan otak bayi. Asam dokosaheksanoik (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang mendukung perkembangan jaringan saraf dan retina mata juga terdapat di dalam ASI. Lemak di dalam ASI baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  6. Karnitin, berfungsi memelihara metabolisme tubuh.
  7. Vitamin dan mineral, seperti vitamin K, D, E, A, B, C, asam folat, dan kalsium

Itulah banyaknya gizi dan manfaat yang didapat dari ASI. Setiap ibu pada dasarnya ingin memberikan ASI secara lansung pada bayinya. Tapi tak semua ibu bisa memberikan asupan ASI pada bayinya. Banyak kendala yang menjadi penyebab tidak bisanya seorang ibu memberikan asupan ASI pada anaknya seperti bekerja yang terlalu sibuk, tidak ada waktu dan juga air ASI yang tidak lancar.

Untuk yang terakhir, kami akan coba sajikan beberapa solusi yang bisa dilakukan agar ASI anda menjadi lancar lagi. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Niatkan sejak dari awal masa kehamilan kalau anda akan menyusui anak lansung secara penuh selama 2 tahun

Pertama-tama niatkan sejak awal kalau anda akan memberikan ASI secara penuh sampai 2 tahun untuk bayi anda sejak masa awal kehamilan. Sampaikan niat ini pada orang-orang terdekat anda seperti suami, orangtua dan juga atasan (jika anda masih bekerja). Siapkan diri untuk cuti selama 2 tahun jika sedang bekerja. Berdo’a kepada Allah Swt agar diberi kemudahan untuk bisa memberikan ASI secara penuh kepada bayi anda.

Memberikan asupan gizi terbaik

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi lancarnya ASI adalah asupan gizi. Maka pastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi terbaik sejak masa kehamilan, masa kelahiran hingga masa menyusui. Menjadi perhatian penting juga bagi para suami untuk memastikan asupan gizi terbaik bagi istrinya ketika masa menyusui. Asupan energi terbaik tidak berarti mahal tapi yang terpenting memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi tubuhnya.

Menghindari pemberian susu formula

Ketika sudah memiliki tekad akan memberikan asupan ASI secara penuh untuk bayi maka berikan ASI sejak awal. Hindari memberikan susu formula sejak awal kelahiran bayi. Memberikan susu formula akan membuat pemberian ASI semakin terhambat. Bayi akan malas menyusu atau bingung mengenali puting jika sudah terbiasa meminum susu formula dengan dot. Jika bayi diberi susu formula, akan membuatnya enggan menyusu karena sudah kenyang. Dan pada akhirnya volume ASI berkurang.

Memastikan diri dalam kondisi bahagia dan mood yang baik

Stress atau memiliki banyak masalah akan membuat asupan ASI berkurang. Maka selalu usahakan agar kondisi hati anda selalu dalam keadaan bahagia dan mood yang baik. Hindari hal-hal yang memungkinkan membuat anda menjadi stress dan banyak masalah.

Tingkatkan intensitas menyusui ASI

Semakin sering bayi menyusui maka secara tak lansung produksi ASI pun akan meningkat. Atau jika kondisi mengharuskan anda bekerja di luar rumah maka peras terlebih dulu susu anda untuk disimpan di botol ASI sebelum diberikan kepada anak anda.

Merawat payudara dengan teratur

Hal penting yang akan juga membantu melancarkan ASI adalah memberikan perawatan yang teratur pada payudara seperti memijat, dikompres dengan air hangat dan air dingin secara bergantian. Bila ASI di salah satu payudara telah habis ketika menyusui, berikan ASI dari payudara yang lain agar kedua payudara aktif memproduksi ASI.

Hindari penggunaan dot, empeng dan sejenisnya

Pemberian dot pada bayi dapat mengakibatkan bayi mengalami ‘bingung puting’ (nipple confusion), yaitu kondisi ketika bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dari dot. Pada akhirnya, bayi tidak mau menyusu dari payudara karena merasa kesulitan untuk mengeluarkan ASI, padahal ketika menyusu dari botol, ia hanya perlu menekan sedikit saja untuk mengeluarkan susu.

Dukungan penuh dari suami dan keluarga

Agar istri lebih tenang dalam menyusui maka dibutuhkan dukungan dari suami dan juga keluarga besar lainnya. Akan menjadi masalah tersendiri jika istri ingin menyusui tetapi suami atau keluarga yang lain malah menginginkan dengan susu formula saja. Maka dibutuhkan keluarga yang sadar akan pentingnya ASI. Bagi istri yang memilih jalan sebagai wanita karir dan bekerja di luar, dibutuhkan dukungan dari keluarganya untuk mengambil cuti, berhenti dari bekerja dan fokus untuk menyusui anaknya.

Mengkonsumsi makanan yang akan meningkatkan jumlah ASI

Sebenarnya banyak makanan yang bisa meningkatkan jumlah ASI. Dan, ini bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui agar ASInya menjadi lebih banyak dan lancar. Berikut adalah beberapa asupan untuk meningkatkan jumlah ASI diantaranya :

  1. Buah dan Daun Pepaya
  2. Daun katuk
  3. Sup
  4. Bayam
  5. Wortel
  6. Kacang tanah mentah
  7. Fenugreek
  8. Biji addas
  9. Biji jinten hitam
  10. Wijen hitam
  11. Kemangi
  12. Labu
  13. Sayur merah
  14. Kacang almond
  15. Bawang putih
  16. Oat
  17. Almond
  18. Jagung

Istirahat yang cukup

Agar ASI lancar dan banyak maka ibu menyusui lebih baik banyak istirahat. Jika masih bekerja lebih baik lagi berhenti sementara dari pekerjaannya, karena ibu yang menyusui membutuhkan istirahat yang cukup. Bekerja terlalu capek akan menyebabkan ASI berkurang.

ASI adalah hak anak, dan memberikan ASI adalah kewajiban bagi setiap ibu. Sangat menyedihkan jika ada para ibu yang melalaikan kewajiban ini hanya karena alasan materi duniawi semata. Untuk itu bagi para ibu dan calon ibu mari pastikan anak-anak kita mendapatkan ASI secara eksklusif selama 2 tahun sebagaimana yang telah disyariatkan oleh Al-qur’an dan Hadist.

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.