Ada beberapa amalan yang Allah dan Rasullullah Saw larang untuk dikerjakan oleh wanita yang sedang haid, diantaranya adalah :

Shalat

Wanita yang sedang datang bulan (haid) dilarang untuk melaksanaka ibadah shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah. Hal ini didasarkan pada hadist dari Rasulullah Saw :

“Apabila datang masa haidmu, maka tinggalkanlah shalat.”
(Muttafaqun Alaih)

Aisyah r.a juga pernah bercerita :

“Kami pernah menjalani masa haid pada zaman Rasulullah Saw, maka kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha shalat.”
(Muttafaqun Alaih).

Ibnu Mundzir mengatakan : Para ulama telah bersepakat untuk menghapuskan kewajiban shalat bagi wanita yang tengah menjalani masa haid. Menurut mereka, mengqadha shalat yang ditinggalkan selama masa haid tidak diwajibkan. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi dalam hadist yang diriwayatkan dari Fathimah binti Abi Hubaisy :

“Apabila datang masa haidmu, maka tinggalkanlah shalat.”
(HR.Muttafaqun Alaih)

Juga hadist yang diriwayatkan dari Mu’adzah, ia bercerita :

“Aku pernah bertanya kepada Aisyah, bagaimana hukum wanita haid yang mengqadha puasa dan tidak mengqadha shalat ? Aisyah bertanya: Apakah engkau wanita merdeka ? Aku menjawab : Tidak, akan tetapi aku hanya sekedar bertanya. Lalu Aisyah berkata: Kami pernah menjalani haid pada masa Rasulullah, maka kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha shalat.”
(Muttafaqun Alaih)

Lebih lanjut Aisah mengatakan, bahwa hal itu ia sampaikan kepada Mu’adzah, karena golongan khawarij berpendapat; wanita yang mengalami masa haid itu harus mengqadha shalatnya.

Puasa

Setiap muslimah yang sedang menjalani masa haid juga dilarang untuk mengerjakan ibadah puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw :

“Bukankah salah seorang di antara mereka (kaum wanita) apabila menjalani masa haid tidak mengerjakan shalat dan tidak pula berpuasa ? Para sahabat wanita menjawab : Benar.”
(H.r Al-Bukhari)

Setiap wanita muslimah yang haid saat berpuasa maka dia wajib mengqadha (menggantinya) di waktu lain.

Membaca Al-qur’an

Wanita yang sedang menjalani masa haid dibolehkan membaca Al-quran tetapi dilarang untuk menyentuh mushaf Al-qur’an. Akan tetapi juga hadis yang menyebutkan bahwa wanita yang sedang haid sama sekali tidak boleh membaca dan menyentuh Al-quran. Hingga saat ini terdapat dua pandangan terhadap masalah ini. Akan tetapi penulis sendiri memilih pandangan yang membolehkan membaca Al-quran tetapi tidak untuk menyentuhnya.

Menyentuh Al-qur’an

Diharamkan bagi wanita yang sedang haid menyentuh Al-qur’an. Hal ini didasarkan pada firman Allah Swt :

“Tidak menyentuhnya (Al-qur’an), kecuali hamba-hamba yang disucikan.”
(Al-Waqiah : 79)

Juga sabda Rasulullah Saw :

“Janganlah kamu menyentuh Al-qur’an kecuali dalam keadaan suci.”
(HR.Al-Atsram)

Berdiam diri dalam masjid

Wanita yang sedang menjalani masa haid juga dilarang untuk berdiam diri di masjid seperti menjalankan ibadah itikaf.

Thawaf

Wanita yang sedang menjalani masa haid diharamkan melakukan thawaf, sebagaimana sabda Nabi Saw kepada Aisyah ra :

“Kerjakanlah sebagaimana orang yang menjalankan ibadah haji, kecuali kamu tidak boleh melakukan thawaf di Ka’bah, sehingga kamu benar-benar dalam keadaan suci.”
(Muttafaqun Alaih)

Melakukan hubungan suami istri

Seorang istri Muslimah yang sednag haid tidak diperbolehkan melakukan hubungan suami istri selama hari-hari menjalani masa haidnya, sebagaimana firman Allah Swt:

“Karena itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari mereka pada waktu haid dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka benar-benar suci.”
(Al-Baqarah : 222)

Thalak

Seorang istri yang sedang haid haram hukumnya untuk di thalak. Karena, pelaksanaan thalak semacam itu disebut sebagai thalak bid’ah.

Itulah beberapa amalan yang Allah dan Rasulnya larang untuk dikerjakan bagi wanita yang sedang haid. Tentu ada kebaikan dari perintah ini dan tentu ada kemudharat jika melanggarnya. Karena sejatinya setiap yang Allah dan Rasulnya perintahkan dan larang untuk kita selalu menyimpan hikmah.

Sumber referensi :

1. Kitab Fiqih wanita

2. Buku prophetic parenting for girls

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.