0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”(Ath-Tahrim : 6)

Amanah besar dan terberat yang Allah berikan kepada kita sebagai ayah atau ibu adalah anak, dan ini tentu berlaku juga bagi calon ayah maupun calon ibu. Anak kita bisa sebagai jalan menuju syurga bagi kita sebagai orang tuanya atau malah menjadi sebaliknya menjadi wasilah keneraka bagi orang tuanya.

Mengajari anaknya, mendidik anak-anaknya dan mempertanggung jawabkan anak-anak adalah jalan terbaik serta tanggung jawab utama orang tua, jika ini dilakukan dengan benar dan sepenuh hati tentu akan menjadi jalan kebaikan dan wasilah syurga bagi orang tuanya. Dan apabila ini dilalaikan, para orang tua melupakan bahkan melupakan hal ini maka akan kemungkinan akan menjadi wasilah neraka bagi orang tuanya. Karena seperti firman Allah SWT telah memerintahkan untuk menjaga diri kita dari api neraka dan juga keluarga kita dan termasuk anak-anak kita didalamnya.

Banyak para orang tua yang merasa mendidik anak terutama tentang masalah agama, akhlak, dan karakter adalah tugas utama gurunya nanti, menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada tempat anaknya belajar kelak. Memberikan nafkah, menyiapkan tempat tinggal, mencarikan sekolah terbaik bahkan dengan level international adalah hal utama yang jadi cita-cita para orang tua hari ini. Sibuk bekerja pagi-petang, berangkat subuh ketika anaknya belum bangun dan kembali kerumah ketika anaknya sudah terlelap kembali, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki hanya untuk mencari uang, uang, uang dengan alasan utama cinta pada anaknya, sayang pada anaknya, dan uang tersebut untuk masa depan anaknya kelak. Lebih miris lagi, jika yang bekerja banting tulang ini adalah kedua orang tuanya, ayah dan ibu, sehingga anak hanya hidup sehari-hari bersama pembantunya.

Tidak salah memang berencana memberikan nafkah terbaik untuk anak-anak kita, tidak keliru ketika memiliki impian menyekolahkan anak-anak kita disekolah terbaik. Tapi yang harus diperhatikan dan jangan sampai dilupakan adalah memberikan pendidikan utama yang sangat dibutuhkannya dunia akhirat yaitu menancapkan akidah islam kedalam dadanya, mengenalkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan utama padanya, menanamkan akhlak dan nilai-nilai ke Islaman padanya, dan ini adalah tanggung jawab orang tua yang tidak bisa diwakilkan, orang tualah yang bertanggung jawab mengajarkan ini semua melalui lisan yang penuh kasih sayang serta contoh teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ajarilah (anak-anak kalian). Mudahkanlah dan jangan dipersulit (HR.Ahmad)

Mendidik anak adalah peluang emas bagi setiap orang tua, kesempatan indah yang semestinya jangan sampai disia-siakan. Karena waktunya  singkat, hanya sebentar saja. Maka manfaatkanlah waktunya dengan sebaik mungkin. Hari ini anak kita masih merah, masih menangis, belum bisa apa-apa. Jangankan untuk berdiri dan berlari, berdiri saja dia masih butuh perjuangan. Sadarlah ini adalah masa-masa berharga kita membersamainya, ini adalah saat-saat dimana dia membutuhkan kita sebagai orang tuanya ada disampingnya, menenaminya, menuntunya, melantunkan ayat-ayat Alquran serta kisah-kisah para nabi padanya. Ambil kesempatan ini, jangan sia-siakan, jangan diabaikan atau malah sampai mewakilkannya pada orang lain.

Waktu itu sangat singkat wahai para ayah-bunda, tak terasa ia akan tumbuh remaja, tumbuh dewasa akan hidup bermasyarakat. Jangan sampai suatu saat nanti malah menghadirkan penyesalan pada kita, ketika dia dewasa tidak mengenal islam, tidak memiliki akhlak yang baik, tidak menjaga nama baik orang tuanya, lebih mendengarkan perkataan teman dari pada orang tuanya bahkan ia merasa muak dan bosan mendengar keluh kesah kita, bahkan dia menjadi enggan membersamai kita disaat kelak kita sudah tua dan butuh kebersamaan darinya. Semoga ini tidak terjadi pada saya, anda dan kita semua.

Mencari kebutuhan nafkah berupa materi memang menjadi kewajiban bagi para orang tua, tapi bagilah tugas ini antara ayah dan ibu. Ibu fokus dirumah mendidik anaknya, menjaga anaknya sementara para ayah keluar mencari nafkah yang halal untuk anak. Para ayahpun tidak serta merta menyerahkan tanggung jawab ini pada ibu, tapi ia juga memberikan waktu terbaiknya, kondisi terbaiknya serta kesempatan terbaiknya bersama sang anak. Menemani dia, mengajarkannya hingga memberikan contoh serta teladan bagi anak-anak kita.

Para ayah-bunda, jangan sampai kita selalu berkata sayang anak, mencintai anak, berjuang siang malam untuk anak tapi melupakan pendidikan yang sangat dibutuhkannya yaitu pendidikan Akidah, agama, akhlak. Ayah-bunda yakinlah pendidikan terbaik bagi anak, pendidikan yang sangat menentukan bagi anak-anak kita ada dirumah, guru terbaik bagi anak-anak kita adalah kita. Bukan sekolah dengan biaya selangit, bukan juga guru-guru international dari luar negeri, tapi adalah rumah kita sekolah terbaiknya dan juga kitalah para-ayah bunda sebagai guru terbaiknya.

Anakku sayang, anakku malang jangan sampai kita berkata sayang dan cinta padanya namun itu malah menjadi sebuah kemalangan baginya karena ia tumbuh menjadi anak yang hanya hebat untuk hal duniawi tapi melupakan perkara ukhrawi, jangan sampai, semoga ini tidak terjadi kepada kita.

%d bloggers like this: