0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Pernikahan adalah ibadah, tuntunannya jelas dari Al-qur’an dan juga As-sunnah. Dalam tulisan ini kita akan mencoba mentelusuri ayat-ayat Al-qur’an yang memotivasi anda untuk menikah. Harapannya tentu tulisan sederhana ini bisa mendobrak keraguan bagi hati yang masih berat untuk melangkah, mematahkan alasan bagi yang punya banyak alasan untuk pernikahan.

Menikah dengan persiapan yang matang dan sempurna tentu baik, tetapi yang jadi pertanyaannya adalah apa ukuran seseorang dikatakan matang atau sempurna untuk menikah ? Tentu tidak ada ukuran pastinya. Pernikahan adalah sebuah proses, proses pembelajaran terus menerus, proses bertumbuh terus menerus untuk menjadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Jadi, sejatinya tidak ada persiapan menikah yang sempurna, tetapi yang ada hanyalah ikhtiar untuk terus menyempurnakan setiap prosesnya.

Ayat pertama yang memotivasi kita untuk menikah adalah surah An-Nisa ayat ke 3 :

“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. (An-Nisa’:3)

Ayat ini menunjukkan tentang kewajiban menikah. Hanya saja masih banyak yang menghina pernikahan, melecehkan atau menganggap pernikahan suatu hal yang menakutkan.

Ayat yang kedua ada pada surah Al-Baqarah ayat ke 187 :

“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.”

Imam Ath-Thabari menafsirkan ayat ini dengan sangat indah, beliau berkata, “Hunna Libasun lakum, yang maknanya adalah hendaknya masing-masing dari mereka berdua menjadikan dirinya sebagai pakaian bagi pasangannya. Sebab, ketelanjangan mereka pada saat tidur dan berkumpulnya mereka dalam satu pakaian (selimut). Berhimpunnya masing-masing dari mereka kepada pasangannya tersebut sama kedudukannya dengan pakaian yang ia kenakan pada tubuhnya.

Jika kita coba maknai lebih lanjut tentang pasangan kita sebagai pakaian kita maka maknanya adalah :

  • Kita sama-sama saling menjaga dan melindungi dengan pakaian, layaknya pakaian yang menjaga.
  • Sebagai penutup aib dan saling menutup aib masing-masing sebagaimana pakaian juga menutup bagian tubuh yang tidak perlu diperlihatkan.
  • Pakaian juga sebagai penghias dan memperindah diri, jadi selayaknya suami dan istri saling memperindah

Ada juga yang berpendapat, masing-masing dari mereka berdua adalah pakaian bagi pasangannya. Atau, masing-masing dari mereka menjadikan pasangannya sebagai pakaian, karena ia dapat menentramkannya. Sebagaimana firman Allah Swt, “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian.” (Al-Furqan : 47)

Ustadz Muhammad Quthb dalam tafsir ayat ini berkata, “Sangat mendalam dan indah ungkapan Al-qur’an saat menggambarkan ikatan suami istri, “Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Al-Baqarah : 47) . Ungkapan pendek dan tidak panjang, namun sangat indah menggambarkan tentang hubungan tubuh dan hubungan jiwa dalam satu waktu. Sebab, pakaian penting bagi tubuh manusia untuk menutupi tubuh.

Ayat yang ketiga adalah tentang hadiah dari Allah Swt bagi mereka yang menjaga kesuciannya. Hal ini tersampaikan dalam surah An-Nur ayat 33 ;

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.”

Setiap pesan-pesan Allah Swt dalam Al-qur’an mengisyaratkan akan kewajiban menikah bagi orang yang sudah mampu. Yang dimaksud mampu disini selain kemampuan biologis untuk melakukan hubungan badan juga termasuk di dalamnya kemampuan untuk mempersiapkan ekonomi, kesiapan diri menjadi ayah atau ibu dan seterusnya.

%d bloggers like this: