0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Jika kita menyuruh seseorang untuk memilih antara kaya atau bahagia, maka kebanyakan akan memilih bahagia sembari berujar untuk apa kaya tapi tidak bahagia. Bahagia memang suatu hal yang dicari, dinanti, diharapkan oleh hampir semua manusia di jagad raya ini. Semua orang ingin hidupnya bahagia, semua orang ingin pernikahannya bahagia, semua orang ingin keluarganya bahagia. Tanpa disadari akhirnyapun bermunculan berbagai macam training, seminar, workhsop, buku, terapi yang menawarkan cara untuk bahagia. Tapi apakah benar hal itu membuat seseorang tersebut bahagia?.

Ketika siti Hajar Radhiyallahu Anha’ ibundanya Ismail AS mencari air di gurun pasir yang gersang tandus untuk putranya. Beliau berlari kesana-kemari dari bukit safa ke bukit marwa untuk menemukan air. Tujuh kali berlari bolak-balik dari bukit safa marwa bunda nabiyullah Ismail belum menemukan air, setelah itu beliau kembali menghampiri Ismail AS dan atas izin Allah SWT air memancar dari tanah yang ditendang-tendang nabiyullah Ismail AS. Iya, air mengalir keluar dari sana, itulah air zam-zam yang sampai sekarang airnya terus memancar memenuhi kebutuhan jamaah haji dari berbagai pelosok dunia.

Hikmah menarik yang kita bisa ambil dari kisah ibunda siti hajar diatas selain untuk mencapai sesuatu yang diinginkan butuh ikhtiar yang kedua adalah solusi atas masalah sejatinya dekat dengan kita bahkan sangat dekat contohnya adalah kebahagiaan itu sendiri. Kebahagiaan yang kita maksud disini adalah kebahagiaan didalam dan luar, dihati, dipikiran dan yang tampak. Banyak orang yang tertawa, hidup serba mewah diluar memang kita melihatnya bahagia. Apakah didalamnya juga seperti itu ?, jawabannya belum tentu. Karena terkadang tawa yang muncul, senyum dibibir memendam kepedihan didalam hatinya. Tampak diluar bagus namun retak didalamnya, diluar memang bahagia tapi ada kegelisahan dan keresahan didalamnya.

Kebahagiaan sejati adalah ketenangan hati, kenyamanan hati, tidak ada gelisah, resah, was-was dan khawatir. Dan itu semua sangat sederhana dan dekat dengan diri kita. Kebahagiaan sejati selalu menyadari apapun yang Allah karuniakan kepadanya itulah yang terbaik baginya, dia yakin Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Ketika Allah anugrahkan kenikmatan maka ia akan bersyukur kepada Allah SWT, namun ketika Allah beri kesulitan ia akan bersabar atas ujian kesulitan tersebut. Kebahagiaan sejati akan diraih jika seorang hamba hanya menghamba pada Allah SWT, dan itu sangat dekat sekali dengan dirinya, bersimpuh dalam doa dan dzikir yang panjang serta dalam sujud-sujud disepertiga malam. Bahagia itu sederhana dan dekat dengan dirimu asalkan mau mendekatkan diri padaNYA.

%d bloggers like this: