0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Salah satu hal yang sangat dianjurkan di dalam Islam adalah menyegerakan pernikahan, selain itu sebagai sunnah nabi dan juga menggenapkan agama ada alasan lain yang juga cukup penting yaitu kondisi masyarakat hari ini yang sangat bebas, hal-hal yang tabu di waktu 10  atau 20 tahun silam hari ini menjadi hal yang biasa. Baik cara berpakaian wanita, cara bergaul laki-laki perempuan, norma-norma ketimuran dan norma agama makin hari makin dilupakan. Menghindari diri dari maksiat khususnya adalah perzinaan adalah salah satu alasan urgen menyegerakan pernikahan.

Namun sayangnya tak sedikit yang akhirnya menunda pernikahannya disebabkan oleh kendala dana atau biaya pernikahan yang “mahal” kurang lebih begitu persepsi yang berkembang di masyarakat kita. Para wanita makin hari makin gelisah karena tak kunjung datang laki-laki yang melamarnya, namun disisi lain pihak laki-laki memiliki kemauan yang kuat untuk menyegerakan menikah namun ketika akan melangkah muncul perasaan takut dan khawatir didalam diri karena masih sedikit biaya atau modal menikah yang dimiliki.

Pernah suatu ketika ada seorang laki-laki bercerita kepada kami tentang kegelisahannya, secara mental dan fisik dia sudah siap menikah bahkan iapun merasakan ketakutan akan terjerumus kejalan maksiat “lagi” jika terus menunda menikah. Kata lagi sengaja kami beri tanda kutip sebagai tanda kalau sebelumnya ia sudah pernah tergelincir ke perbuatan maksiat. Iapun melanjutkan kalau ia menunda pernikahan lantaran belum siap secara materi, kami menanyakan padanya berapa modal atau biaya menikah menurut anda?, ia pun menjawab lebih kurang 30 -40 juta. Modal yang lumayan besar jika hanya penghasilan sebesar UMR (Upah Minimum Regional), sebutlah dijakarta sekitar 2.5 – 3 juta. Kalau misalkan untuk kebutuhan sehari-hari selama satu bulan sekitar 2 juta maka masih sisa 500 ribuan , jika ditabung untuk menikah maka akan membutuhkan waktu 8 – 10 tahun tahun baru akan terkumpul 30 – 40 juta, itupun dengan catatan rutin dan konsisten menabung bagaimana jika ada keperluan mendadak dan satu hal lagi boleh jadi angka 40 juta hari ini dengan 40 juta 10 tahun mendatang sudah berbeda nilainya. Akankah menunggu selama itu?

Berbicara masalah angka tentu relatif, bagi sebagian orang angka 30 – 40 juta untuk sebuah pesta pernikahan mungkin hal yang besar, namun bagi sebagian yang lain mungkin itu sangat kecil karena bagi sebagian orang mengadakan pesta pernikahan dengan biaya ratusan hingga milyaranpun juga banyak yang mampu melakukannya. Lagi-lagi kembali lagi pada kemampuan masing-masing.

Lalu berapakah biaya untuk menikah ?, sebelum menjawab berapa jumlahnya ada hal-hal penting yang mesti kita pahami terlebih dahulu. Yang pertama adalah  rukun menikah yang diantaranya adalah ada mempelai laki-laki, ada wali nikah, mahar, penghulu, saksi dan proses ijab kabul (akad nikah). Dari sekian poin dalam rukun pernikahan tidak ada satupun yang menyebutkan detail biaya, sementara mahar adalah sesuatu yang wanita menentukan jumlah ataupun bentuknya kepada laki-laki, dan perlu diingat kata Rasulullah wanita yang paling barakah adalah yang meringankan maharnya . Artinya tidak ada ketentuan pasti untuk mahar, andai seorang wanita meminta mahar pada calon suaminya hanya Rp.1000,- (seribu rupiah) pernikahan tersebut tetap sah dan sama sahnya ketika dia minta mahar 1 Milyar. Artinya jika benar-benar tidak memiliki dana mahar yang sangat sederhana sekalipun nikahnya tetap sah. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari – Muslim :

“Berikanlah kepadanya (mahar) meskipun hanya sebuah cincin besi”(HR. Bukhari – Muslim)

Yang kedua adalah tentang prioritas. Memprioritaskan menikah dengan niat untuk menjaga diri dari perbuatan zina tentu jauh lebih utama dari pada menundanya hanya karena alasan tidak ada biaya pesta pernikahan. Yang ketiga adalah menilik kembali niat dari pesta besar-besaran. Untuk anda yang memiliki dana yang cukup besar tentu hal ini tidak masalah, namun jika ini dipaksakan bagi yang memiliki dana “pas-pas-an” tentu keliru karena kebanyakan dalam mengadakan pesta hanya niat-niat duniawi seperti gengsi, ingin dilihat wah dan lain sebagainya sehingga tak sedikit juga yang sampai menjual barang-barang berharga hanya untuk sebuah pernikahan, yang lebih miris dan menyedihkan lagi adalah yang sampai berhutang untuk menyelenggarakan pesta pernikahannya.

Yang ketiga , mengadakan walimatul ‘ursy atau pesta pernikahan adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk tanda syukur dan memberi tahu kepada sahabat, saudara dan karib. dalam sebuah Rasulullah bersabda agar menyelenggarakan walimah meskipun hanya menyembelih seekor kambing :

Selenggarakanlah walimah meskipun (hanya) dengan (menyembelih) seekor kambing“. [HR. Muslim]

Namun ketika dalam kondisi tidak memiliki kemampuan menyembelih seekor kambing, Rasulullah juga pernah menyelenggarakan walimah semampunya sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik RA :

“Aku melihat Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakan untuk istri-istri beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing.” Namun, saat mengadakan walimah dengan Shafiyyah binti Huyay RA, Rasulullah SAW tak menyembelih apapun. Menurut Anas RA, Nabi SAW pernah menginap tiga hari di suatu tempat antara Khabir dan Madinah untuk menyelenggarakan perkawinan dengan Shafiyah.

Rasulullah SAW lalu mengundang kaum Muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu para undangan tak disuguhi roti maupun daging. Hidangan yang disajikan bagi para tamu undangan hanyalah kurma kering, gandum dan minyak samin. Hal ini dijarkan Rasullah untuk menghindarkan umat Islam terjerat dari utang, karena memaksakan diri mengadakan walimah di luar batas kemampuan.”

Lalu kesimpulannya berapa biaya yang dibutuhkan untuk menikah? silakan simpulkan sendiri. Sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhanmu tidak hanya memperturutkan keinginan semata.

Sumber foto : internasional.gemaislam.com

%d bloggers like this: