0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Masalah?

Yes, kami yakin siapapun anda, apapun profesi anda, apapun status ekonomi dan sosial anda, apapun kedudukan anda tentu tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya masalah. Setiap kita memiliki masalah, mungkin juga Allah memang menciptakan kita satu paket dengan masalah.

Layaknya garam dalam masakan begitu jugalah masalah dalam kehidupan, hidup akan berkurang gurihnya jika tidak ada masalah bahkan boleh dikatakan bukan hidup namanya jika tidak ada masalah. Allah sengaja menciptakan masalah untuk kita agar hidup kita bertumbuh jauh lebih baik dari hari ke hari, namun sayang tak semua diantara kita yang bisa menangkap sinyal ini, sehingga akhirnya yang terjadi adalah “mempermasalahkan” masalah yang ada dalam hidup kita, mengeluh atas berbagai masalah yang Allah berikan, merasa kalau Allah tidak adil, Allah tidak sayang sama kita, Allah benci sama kita, singkat kata kita menterjemahkan masalah sebagai sebuah hukuman dari Allah SWT.

Kami yakin sahabat semua tentu mengenal kupu-kupu? dari apa ia berasal? ia berawal dari seekor ulat yang menjijikkan, bermetamorfosis menjadi kepompong, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah dan menawan. Proses menjadi ulat tentu tidak menyenangkan dihina, dicaci, membuat orang jijik melihatnya, begitu juga masa-masa menjadi kepompong saat yang sulit ketika harus berada dalam balutan benang hingga ia tak bisa bergerak kemana-mana. Atas kesabaran dan ketabahannya melewati proses itulah akhirnya ia menjadi seekor kupu-kupu yang indah menawan, terbang ditaman-taman bunga menambah elok taman bunga yang dihinggapinya.

Tak hanya kupu-kupu yang hidupnya berawal dari masalah, manusia-manusia terbaik didunia inipun memiliki masalah-masalah besar, ujian-ujian besar sebutlah nabi nuh AS yang diuji dengan istri dan anak durhaka, nabi Ayub AS yang Allah uji dengan berbagai penyakit berbahaya yang membuat semua orang merasa jijik dengannya, nabi Musa AS Allah uji menjadi nabi dari bangsa budak dengan kondisi gagap disuruh berdakwah kepada penguasa yang lalim yaitu fir’aun, begitu juga dengan Nabi Ibrahim AS Allah uji dengan kezhaliman rajanya ia sampai dibakar hidup-hidup namun atas izin Allah api menjadi dingin ketika menyentuh tubuhnya, begitu juga dengan nabi Yusuf AS Allah uji dengan saudara-saudara yang iri dengki padanya yang pada akhirnya nabi yusuf AS di buang dan itu menjadi salah satu tahapan perjalanan panjangnya menjadi penguasa di mesir. Begitu pula dengan baginda Nabi besar Muhammad SAW, tak sedikit ujian, tak sedikit masalah yang Allah berikan pada beliau mulai dari lahir dengan kondisi yatim, ditinggal pergi oleh ibunya di usia yang masih sangat muda, ditinggal pergi oleh kakeknya diusia 8 tahun, menjadi penggembala kambing bahkan hinga saat-saat berdakwahpun tak sedikit ujian dan masalah yang dihadapinya.

Kesimpulan sederhananya adalah masalah jika kita sikapi secara positive akan menjadi “big bang” bagi kemajuan kita, masih ingat teori “big bang”? yes, teori besar ledakan yang mana itu adalah awal dari penciptaan semesta raya ini. Begitu juga semestinya kita bisa menjadikan masalah sebagai “big bang” atau ledakan besar untuk kemajuan kesuksesan pribadi kita. Seberapapun besarnya masalah kita jangan mengeluh, katakan pada masalah kita kalau kita memiliki Allah yang maha besar dan Allah maha segala-galanya. Untuk itu mulai saat ini mari berdamai dengan masalah, bersahabat dengan masalah, jadikan ia sebagai katalis kemajuan dalam hidup kita.

Sumber foto : m.kidnesia.com

%d bloggers like this: