0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Pertanyaan :

Assalaamu’alaykuum wr..wb..

Saya berusia 20 tahun, mahasiswi semester 5. Di kampus, saya dipertemukan oleh seorang kakak tingkat laki-laki beda 1 angkatan yang kebetulan sefakultas hanya beda jurusan saja. Belum lama ini dia berniat ingin melamar saya, padahal kami baru bertemu sekitar 5 bulanan. Dia sudah menunjukkan keseriusannya, dengan mengenalkan saya kepada keluarganya melalui foto. Dia mengatakan akan melamar saya setelah dia lulus dan mendapatkan pekerjaan, sesegara mungkin. Disisi lain, belum lama ini kawan SMA satu angkatan dg saya pun mengutarakan hal serupa bahwa ia ingin bermaksud baik dgn keluarga saya, namun belum pasti kapan akan melamar. Saya bingung dihadapkan dengan 2 pria yang menurut saya keduanya sama-sama baik perihal agama dan saya yakin keduanya dapat menuntun saya menuju surga.

Keduanya pun memenuhi kriteria calon suami dalam pandangan Islam dan sama-sama baik dari sudut pandang saya dan teman-teman di kampus. Saya telah istikhoroh dalam beberapa hari belakangan ini. Namun petunjuk itu belum saya dapatkan, keyakinan dalam diri pun belum sepenuhnya. Target saya menikah usia 22 thn, setelah wisuda. Saya bimbang apakah saya harus menentukan pilihan saat ini dari kedua pria tsb, atau lebih baik saya putuskan untuk tidak memilih keduanya dan mengikhlaskannya, seraya terus memantaskan diri hingga 2 thn ke depan yg entah keduanya masih berharap dgn saya atau tidak. Sayapun belum sempat membicarakan ini dgn orngtua, karena belum mendapatkan jawaban dari sholat istikhoroh. Mohon pencerahannya ustadz/ustadzah. ??

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr..wb..

Kalau menikahnya 2 tahun lagi, tak perlu dipikirkan dan dipusingkan dari sekarang. Bisa jadi nanti datang lagi laki-laki ketiga yang jauh lebih baik kan ? 🙂

Untuk saat ini lebih baik fokus pada kuliah, persiapkan diri jadi ibu dan istri yang baik tingkatkan amalannya. Saran kami juga kalau dikampusnya ada rohis/lembaga dakwah kampus atau sejenisnya bergabunglah disana ikut mengkaji Islam. Dan, yang penting juga jaga hati dari hubungan dan interaksi yang tidak jelas baik dengan kakak tingkat ataupun teman SMA. Kalau menikahnya 2 tahun lagi tidak perlulah untuk kenal orangtuanya, membangun hubungan sejak sekarang. Itu sama saja dengan pacaran, pacaran dilarang oleh Islam. Perlu diketahui juga laki-laki yang baik dan benar agamanya tentu tidak akan pacaran atau membangun hubungan tanpa ikatan sementara dia sendiri belum siap menikah.

Laki-laki hebat itu tidak akan menjanjikan akan menikahi dua tahun lagi atau dalam jangka waktu yang lama. Tetapi dia akan lansung melamar jika sudah memiliki kesiapan diri untuk menikah. Fokus saja untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri, soal jodoh berdo’a saja pada Allah Swt agar dipertemukan dengan laki-laki terbaik menurut Allah, InsyaAllah Allah akan pertemukan dengan yang terbaik pada waktunya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contact : [email protected]

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

5 + 13 =

%d bloggers like this: