0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Alhamdulillah kali ini kita lanjutkan seri “Catatan Cinta Untuk Muslimah (2)” bagi yang belum membaca seri pertama bisa baca disini dengan KLIK –> “Catatan Cinta Untuk Muslimah (2)” . Di serial pertama kita membahas tentang kecantikan, maka di seri ke dua ini akan akan coba bicarakan tentang menjaga diri dalam pergaulan laki-laki dan wanita.

Kalau kita lihat masa-masa dahulu tepatnya saat islam masih berjaya dinusantara para ulama kita telah mewariskan teladan bagaimana pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Bisa kita lihat dilembaga-lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren dipisahnya tempat belajar antara laki-laki dan perempuan, dipisahnya tempat beribadah laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah dibeberapa lembaga pendidikan Islam masih ada aturan seperti ini.

Tentu akan menjadi pertanyaan besar khusus untuk kita yang tidak belajar dilembaga pendidikan Islam atau mungkin bagi yang sudah lulus dari lembaga pendidikan islam, akan menghadapi sebuah realita masa kini yang mana akan sangat susah sekali menjaga diri dari Ikhtilat (campur baur) laki-laki perempuan didalam pergaulan sehari-hari, mulai dari itu tempat kerja, di transportasi umum walaupun beberapa sudah ada yang menyediakan tempat khusus wanita namun pada kenyataannya tempat tersebut masih sangat jauh dari cukup melihat jumlah wanita yang tentu jauh lebih banyak dari laki-laki. Berdempetan laki-laki dan wanitapun tak terelakkan, sehingga hal ini merugikan wanita dan juga laki-laki, secara normal tentu akan memancing syahwat laki-laki apalagi jika wanitanya berpakaian seronok, alhasil ujung-ujungnya adalah pelecehan seksual yang bisa kita lihat hari ini diberita-berita.

“Dari Ma’qil bin Yasar dari Nabi saw.,

beliau bersabda: Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”(HR. Thabrani dan Baihaqi)

Disekolah-sekolah umum dan juga kampus pergaulan antara wanita dan laki-laki juga tidak bisa dihindarkan dari ikhtilat (campur baur), mulai dari duduk dikelas, belajar bareng, makan bareng, dan banyak lagi acara-acara atau kondisi yang membuat campur baur tak bisa dihindarkan. Lalu bagaimana solusinya?, Allah dan Rasulnya memerintahkan kita umat muslim untuk menjaga diri, menjaga pandangan dan juga menjaga kemaluan salah satunya adalah dengan menghindari ikhtilat (campur baur). Butuh kemauan dan niat yang kuat untuk bisa menghindarkan ini, apalagi ditengah-tengah kondisi yang sangat mendukung untuk ikhtilat.

Berikut beberapa tips bagi muslimah agar bisa menjaga diri dari ikhtilat (campur baur) dengan laki-laki yang bukan muhrim.

1. Sempurnakan Hijab karena InsyaAllah dengan hijab yang sempurna biasanya laki-laki akan paham kalau yang pakai hijab lebar dan baju lebar sangat menjaga persentuhannya dengan lawan jenis, dengan berpenampilan hijab syari InsyaAllah lawan jenis akan berusaha juga untuk tidak bersentuhan dengan anda.

2. Pilih Sekolah, Kampus atau Tempat Kerja yang jauh dari ikhtilat atau yang memisahkan antara ruang laki-laki dan ruang perempuan, atau jika memang tidak bisa maka berusahalah untuk selalu menjaga diri dari bersentuhan, berdempetan secara lansung laki-laki dan perempuan

3. Jika naik transportasi umum, maka usahakan untuk tidak berdiri berdempet-dempetan dengan banyak laki-laki, ada beberapa tips yang bisa digunakan apalagi bagi yang kerja dan harus pulang pergi tiap hari naik transportasi umum. Tips pertama adalah pergi lebih pagi karena biasanya kalau pagi hari khususnya diwilayah perkotaan masih sepi, jadi kalau naik transportasi umum bisa duduk, tips yang kedua adalah bersabar dengan menunggu transportasi berikutnya jika memang kondisinya sangat padat dan membuat berdempetan laki-laki dan perempuan.

4. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi keistiqomahan dalam menjaga diri dan selalu meminta agar diberi perlindungan oleh Allah SWT.

Selalu berikhtiar untuk menjaga diri dari ikhtilat, walaupun kita belum bisa benar-benar lepas dari ikhtilat, InsyaAllah ikhtiar kita akan Allah nilai sebagai amal ibadah, amal kebaikan.

%d bloggers like this: