0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Bersolek adalah kebiasaan hampir semua wanita, sehingga cermin menjadi barang wajib yang tidak boleh ketinggalan kemanapun pergi. Entah berapa kali dalam sehari mereka menghadapkan wajah cantiknya ke cermin ini, Mulai dari awal akan berangkat dari rumah ketika make up, memakai kerudung, memasang peniti. Dilanjut dengan di tempat aktivitasnya, tergantung apakah itu di sekolah, kampus ataupun tempat bekerja. Yang jelas dikit-dikit lihat cermin, sampai-sampai ada yang mengatakan “Nggak akan bertambah kecantikanmu, dilihatin terus” sembari meledek. Ya, begitulah adanya wanita dan cermin.

Kekhawatiran, yes. Inilah penyebab kenapa setiap wanita sering melihat cermin, ia khawatir ketika tepi jilbabnya kelipat, ia khawatir ketika posisi kacamatanya tidak seimbang, khawatir ketika ada keringat berlebihan sehingga membuat bedaknya rusak, sehingga lansung dipoles lagi dengan polesan bedak baru. Khawatir jika jilbab kurang rapi, dan mungkin banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran lainnya yang tentu hanya wanita itu sendiri yang tau.

Tisu, ini adalah benda wajib nomor dua dimiliki oleh hampir semua wanita, fungsinya untuk apa?, untuk membersihkan sesuatu yang menempel ditubuhnya baik itu wajah, tangan, pakaian atau lainnya. Membersihkan wajah dari keringat, membersihkan tangan ketika selesai makan, makanya jika kita lihat mayoritas wanita itu sangat hati-hati sekali jika tangannya kotor terkena minyak atau sambal makanannya. Sehingga banyak wanita yang jika makan lebih memilih makanannya dibungkus tisu atau sendok.

Lagi-lagi yang menjadi penyebab wanita akrab dengan dua benda diatas adalah kekhawatiran, rasa khawatir yang begitu tinggi Allah anugrahkan kepada setiap wanita,mungkin itu juga salah satu nalurinya sebagai seorang ibu atau calon ibu, maka jika kita semasa masih kecil terlambat pulang sekolah tentu yang lebih khawatir adalah ibu ketimbang dari Ayah.Bener kan?

Luar biasa memang nikmat yang Allah berikan pada wanita, rasa khawatir yang begitu tinggi dipadu dengan sensitifitas yang juga tinggi sehingga para wanita sangat peka perasaannya terhadap banyak hal.

Dalam contoh diatas kita melihat bagaimana wanita begitu peka dengan kebersihannya dan khawatir ada kotoran yang melekat ditubuhnya (Meskipun yang tidak memperhatikan kebersihannya juga ada).

Oke, Itu adalah beberapa contoh dalam perkara fisik wanita selalu bercemin untuk melihat jika ada yang rusak, tidak atau kotor. Dan juga selalu menyediakan tisunya jika ada yang kotor sehingga bisa segera dibersihkan.

Pertanyaan kita adalah sudahkah sebegitu tinggi kekhawatiran seorang wanita terhadap kebersihan hatinya? Sudahkah sebegitu besar sensitivitas wanita untuk kebersihan niatnya dalam beramal?, Dalam ibadahnya dan lain sebagainya?.

Jika belum, mari kita coba ambil cermin lagi, lalu tatap wajahmu, dan lihatlah lebih dalam dari hanya sekedar kulit putih, mata belowmu, lesung pipimu. Coba melihat lebih dalam lagi, lebih dari hanya fisik belaka. Coba periksa lisan, ingat apa kata-kata yang terucap olehnya?, apakah ada kata yang mungkin menyakiti hati orang, coba lihat dalam ke pikiran, apa yang sering terfikirkan?, apakah pikiran-pikiran kotor ?, coba lagi tatap hatimu, apakah ada seberkas noda iri, dengki, hasat disana?. Coba perhatikan semuanya.

Sekarang periksa juga ibadahmu, sudahkah ia sesuai dengan tuntunan Allah SWT?, sudahkah kamu mengutamakan ketaatan pada Allah diatas segala-galanya?.Sudahkah kamu ikhlas dalam beribadah hanya untuk meraih ridhonya.

Setelah itu ambillah “tisu”mu, bukan tisu untuk membersihkan fisik saja, tapi juga tisu yang membersihkan pikiranmu, hatimu dan memperbaiki amal-ibadahmu. Ia adalah taubat penyesalan, ia adalah dzikrullah dan Istigfar memohon Ampunan dari Allah SWT. Khawatirlah tentang perkara-perkara ini, karena ia tidak hanya tentang dunia tapi akan dipertanggung jawabkan hingga akhirat kelak.

Jika memang selama ini banyak salah, banyak khilaf maka segeralah berbenah kembali pada Allah SWT, mohon ampunan padaNYA, menyesali semua kesalahan yang lampau serta berjanjilah untuk tidak mengulanginya  lagi.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(Al-Baqarah : 222)

Seacak kadut atau sejelek apapun masa lalumu, selama masih ada kesempatan untuk berubah maka segeralah berbenah, berubah dan selalu belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Sediakan selalu “cermin” untuk bisa melihat dirimu, hatimu, pikiranmu, dan juga amal-amalmu. Dan juga jangan lupakan “tisu” untuk membersihkan hatimu, amal-amalmu, sikapmu dan juga pikiranmu. Agar kau selalu tampil cantik tak hanya diluar tapi juga kedalam sampai lubuk hati, sampai tingkah laku, tutur kata hingga amal ibadah yang selalu membaik dari waktu ke waktu

%d bloggers like this: