0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Jika cinta itu bersinar karena ketampanan maka ketika ketampanan hilang, sirna jugalah cintanya.

Jika cinta itu hadir karena harta maka ketika harta berkurang ,berkurang juga lah cintanya.

Sebaik-baiknya cinta adalah yang tumbuh karena ketaatan, ketakwaan dan keimanan.

Selama masih ada ketaatan, ketakwaan dan keimanan selama itu jugalah cintanya tetap bersinar.

Mencintai dan ingin dicintai adalah fitrah setiap manusia, punya ketertarikan rasa pada lawan jenis adalah suatu anugrah dari yang maha kuasa. Laki-laki cenderung pada perempuan dan perempuan cenderung pada laki-laki, dari saling ketertarikan inilah akhirnya terjadi sebuah proses yang namanya pernikahan. Yang  dari proses inilah manusia melanjutkan keturunan melahirkan generasi-generasi baru bagi umat ini.

Menikah adalah hal esential dalam Islam, maka perlu kita pelajari dan kaji banyak hal tentang pernikahan ini terutama pada saat ini kita akan bahas “karena apa kita menikah?”, “karena apa kita mencintai pasangan kita?”. 

Jawaban lumrah yang hadir tentu adalah karena kecantikannya jika itu laki-laki dan karena ketampanan serta kemapanan bagi seorang perempuan. Terkadang di zaman yang serba materialistis hari ini, ditambah dengan contoh-contoh yang dihadirkan di media-media elektronik seperti film, sinetron dan sejenisnya membentuk mindset tersendiri bagi generasi muda dalam memilih jodohnya. Mengutamakan fisik, mengutamakan materi dibanding agama dan akidahnya, sehingga tak sedikit yang rela menggadaikan akidahnya demi menikahi seseorang.

Terpedaya oleh ketampanannya, kepincut duluan karena hartanya, terpesona dengan keturunannya yang konglomerat hingga melupakan agamanya adalah suatu hal yang sangat menyedihkan sekali. Banyak sekali hal ini terjadi, cinta yang tumbuh karena tampilan, karena harta, karena keturunan adalah sebuah cinta yang semu. Karena sejatinya pernikahan bukanlah hanya pertemuan didunia, senang-senang dan “have-fun” di dunia, bukan itu saja, pernikahan tidak juga hanya pertemuan antara kamu dan dia, tidak hanya itu, akan tetapi pernikahan jauh lebih dalam dari itu. Pernikahan adalah suatu hal yang akan dipertanggung jawabkan dunia akhirat, memilih calon suami adalah memilih imam (pembimbing) kita untuk didunia hingga diakhirat nanti, pernikahan adalah sebuah proses yang pencarian calon ayah atau ibu untuk anak-anak kita, yang mana anak-anak kita adalah bagian dari generasi umat ini.

Tidak ada salahnya memilih pasangan yang bagus rupanya tapi pastikan juga bagus akhlaknya, tidak masalah mencari pasangan yang banyak hartanya tapi pastikan juga keimanan serta ketakwaannya. Rasulullahpun menganjurkan memilih pasangan yang baik keturunannya tapi pastikan baik juga ketaatannya. Utamakanlah ketaatan, ketakwaan serta keimanannya karena itu adalah bekal yang kekal hingga hari akhir nanti.

%d bloggers like this: