0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Tak dipungkiri makin kesini, teknologi makin canggih, kemajuannya melesat begitu cepat, apa yang tidak terpikirkan bahkan mungkin suatu hal yang mustahil 10 tahun yang lalu di hari ini menjadi hal biasa. Salah satu kemajuan teknologi yang kita rasakan hari ini adalah sosial media sebuah akses komunikasi yang bisa menghubungkan kita dengan yang lain begitu cepat, tak peduli negara manapun itu, ditambah dengan biaya yang relatif murah.

Smartphone dan berbagai jenis gadgetpun tak lagi menjadi suatu hal yang mewah dan istimewa, sudah menjadi barang wajib bagi hampir semua orang, bahkan anak kecil usia TK, sekolah dasarpun sudah memilikinya. Dampak positive dari kemajuan teknologi ini tentu sangat banyak sekali namun tak dipungkiri juga dampak negativenya.

Pada bahasan kali In syaa Allah kita akan membahas etika dan adab memakai sosial media bagi muslimah, kecapatan informasi yang menyebar adalah salah satu keunggulan dari sosial media, komunikasi via tulisan, visual dan video yang semakin mudah menjadi dua mata pisau bagi kaum muslimah, bisa sebagai jalan kebaikan namun tak dipungkiri juga bisa sebagai asbab keburukan.

Untuk itulah kami akan bagikan 5 etika dan adab disosial media bagi kaum muslimah :

1. Berteman dan bergaullah dengan yang baik-baik 

Sama halnya didunia nyata, di dunia mayapun kita harus memastikan kita berteman, membangun jaringan komunikasi hanya dengan yang baik-baik, mengikuti yang mengajak pada kebaikan serta yang meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita pada Allah swt.

Sebutlah media sosial Facebook, salah satu fiturnya adalah pertemanan, update status, sharing dan komentar. Nah postingan dari teman-teman kita tentu akan ikut mempengaruhi pola pikir kita, apalagi jika dibaca terus menerus, membangun interaksi dengannya baik melalui komen, like dan ikut membagikannya. Jika postingannya berisi hal-hal postive sebutlah seperti membagikan nasihat kebaikan, berbagi informasi penting tentu tidak akan menjadi masalah, namun jika postingannya berisi keluhan pribadi, curhatan masalahnya, menjelekkan orang lain, menyebarkan berita hoax tentu hal ini akan mempengaruhi juga pola pikir dan prilaku kita.

2. Jaga diri dan jangan posting foto pribadi di sosial media.

Salah satu karakteristik pemakai sosial media adalah ingin selalu menginformasikan aktivitas pribadi yang diupload melalui foto di sosial media. Bahasa gaulnya adalah “selfie”, bukan tentang boleh tidak atau halal haramnya selfie ini, tapi yang harus menjadi catatan utama bagi seorang muslimah adalah berhati-hati dalam menjadi diri dan juga membantu para laki-laki untuk menundukkan pandangannya, jangan sampai gara-gara fotomu menjadi jalan dosa bagi laki-laki yang melihat. Kecuali jika kamu bisa memastikan laki-laki tidak akan melihat fotomu dan jikapun melihat tidak akan tertarik dan menimbulkan syahwatnya.

Ingin tau lebih dalam tentang ini ada baiknya baca tulisan Jangan Sampai Cantikmu jadi asbab dosa bagi laki-laki

3. Pastikan kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Al Hujurat : 6)

Hampir setiap sosial media memiliki fitur untuk membagikan informasinya kepada pengguna lain sebutlah broadcast bagi pengguna Blackberry, Whatssapp dan Line, ada klik SHARE bagi pengguna facebook, retweet bagi pengguna twitter serta “tag” bagi pengguna instagram.

Salah satu  naluri manusia adalah ingin membagikan informasi yang menurut dia menarik, merasa bangga jika ia menjadi orang pertama menyebarkan informasi tersebut kepada teman-temannya. Kelirunya adalah ketika asal menyebarkan informasi tanpa memperhatikan dan mengoreksi dulu kebenarannya.

Contohnya di BBM sering beredar Broadcast tentang “Nenek yang akan datang tepat jam 12 malam,,,blaaa..blaa..blaa..blaa,  di akhiri dengan perintah wajib meneruskan pesan tersebut jika tidak diteruskan maka rumahnya akan didatangi nenek tersebut”, atau mungkin menyebarkan broadcast ibadah dengan mengatasnamakan hadist Rasulullah SAW tanpa penjelasan riwayatnya, contoh banyak beredar broadcast yang mengajak untuk membaca suatu doa dengan hitungan tertentu serta di waktu tertentu.

Di facebook mungkin tangan kita sangat mudah untuk menekan tombol bagikan ketika melihat sebuah judul berita yang menurut kita sangat penting sekali, memancing keributan serta permusahan, dan sayangnya lagi kebanyakan kita juga menekan tombol “bagikan” tanpa membaca dan memahami dulu isinya. Berhati-hatilah karena setiap amal perbuatan kita akan diminta pertanggung jawabannya, termasuk menyebarkan informasi atau berita-berita.

4. Jangan lupa waktu

Sampai saat ini sosial media menjadi monster pembunuh waktu no.1, coba evaluasi dan hitung berapa banyak waktu kita habis untuk stalking hal-hal yang tidak bermanfaat disosial media, kepoin status orang, stalking foto orang, mendebatkan hal yang tidak penting, menjelek-jelekkan dan menyinggung orang di sosial media.

Jangan sampai waktu kita habis disosial media tanpa hal-hal yang bermanfaat, jangan waktu kita habis disosial media sehingga menganggu atau melalaikan aktivitas utama kita, jangan sampai waktu kita habis disosial media dan melalaikan ibadah kita baik itu yang wajib maupun yang sunnah.

5. Manfaatkanlah sosial media sebagai jalan dan sarana kebaikan

Jadikan lah sosial media sebagai sarana kebaikan, saling mengingatkan yang lain melalui postingan kita, membagikan hal-hal positive lagi baik, serta mungkin juga bisa menjadikan sosial media sebagai jalan rezeki yang halal lagi baik untuk kita. Lihat diluar sana berapa banyak muncul orang-orang yang bisa memenuhi kebutuhan rezekinya hanya dengan memanfaatkan sosial media untuk berjualan.

Ya, itulah 5 etika dan adab di sosial media bagi seorang muslimah, semoga bermanfaat dan semoga sahabat semua bisa menjadikan sosial media sebagai jalan kebaikan.

 

%d bloggers like this: