0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Masih dalam semangat bulan syawal yang tentunya masih dengan aliran energi bulan suci Ramadhan adalah kesempatan untuk terus mempertahankan keistiqomahan beribadah pada Allah Swt. Terlebih bagi yang merasa sedih saat berpisah dengan bulan Ramadhan, rindu ramadhan mari kita buktikan kecintaan kita pada Ramadhan dengan tetap mempertahankan keistiqomahan dalam beribadah selepas Ramadhan. Sebab, sejatinya sukses atau tidaknya kita menjalankan ibadah di bulan Ramadhan terlihat dari perubahan perilaku kita dan bagaimana ibadah kita selepas Ramadhan. Semoga selepas Ramadhan ini kita benar-benar menjadi pribadi yang mendapat gelar derajat takwa.

Ada salah satu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan syawal ini, salah satunya adalah puasa 6 hari di bulan syawal. Rasulullah Saw bersabda :

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”
(HR. Muslim no. 1164).

Selain keutamaan di atas berupa pahala dari Allah Swt, InsyaAllah ada beberapa faedah lainnya lebih khususnya untuk jomblo (baca : belum menikah) Beberapa faedah puasa 6 hari di bulan syawal bagi jomblo di antaranya adalah :

1.  Puasa akan menjadi perisai bagi jomblo

Rasulullah Saw bersabda :

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa akan mampu membantu menenangkan gejolak hati dan syahwat bagi yang masih sendiri. Puasa akan menahan kuatnya anggota badan hingga badan bisa dikendalikan dan menjadi lebih tenang. Yang akhirnya adalah memutus gejolak syahwat yang membara.Selain itu puasa juga menjadi penjaga dari berbagai prilaku jelek lainnya.

Salah satu pemicu munculnya syahwat adalah banyak makan, lebaran adalah momen dimana setiap kita akan terdorong untuk banyak makan. Dengan berpuasa tentu akan menjaga diri dari bahaya banyak makan ini. Jadi, bagi jomblo berpuasa adalah amalan yang berbuah pahala sekaligus memberi ketenangan jiwa.

2. Membiasakan diri untuk menghidupan sunnah Rasulullah Saw

Saat masih sendiri adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan bekal diri membangun kehidupan rumah tangga. Salah satu bekal utama yaitu ketaatan dan ketakwaan pada Allah Swt. Agar terbiasa menegakkan sunnah dalam keluarga nanti setelah menikah tentu mesti dibiasakan sedari masih sendiri. Saat masih sendiri sudah dekat dan lekat dengan sunnah Rasulullah Saw, InsyaAllah setelah menikah nanti akan mudah menjalankan dan menularkannya pada keluarga yang lain.

3. Sebagai ikhtiar agar Allah pertemukan dengan jodoh terbaik

Meskipun terlihat sederhana dan mudah ternyata tak banyak yang mampu mendirikan ibadah puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal. Biasanya mereka yang mampu menjalankan puasa sunnah adalah pribadi-pribadi terpilih yang sudah menjalankan ibadah wajibnya dengan baik. Sederhananya mereka ini adalah orang yang shaleh dan shaleha. InsyaAllah, orang yang shaleh mengerjakan ibadah wajib, menegakkan sunnah Rasulullah Saw akan Allah pertemukan juga dengan yang serupa dengannya.

4. Sebagai ikhtiar menjaga kesehatan

Saat bulan Ramadan, sistem pencernaan dikondisikan untuk bekerja lebih lambat dari biasanya karena ada perubahan pola makan. Selain tidak ada makan siang, jenis makanan yang dikonsumsi malam harinya cenderung lembut agar perut tidak bermasalah.

Begitu masuk hari raya, pola makan kembali normal karena puasa wajib sudah selesai. Agar perut tidak mengalami shock atau kekagetan, maka sistem pencernaan membutuhkan masa transisi yang biasanya memakan waktu antara 3 hari hingga 1 minggu.

“Sampai hari ketiga setelah lebaran, sebaiknya pilih makanan yang lembut-lembut. Tubuh perlu adaptasi di masa peralihan,” kata Prof Dr Hardinsyah, ahli gizi dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Senin (20/8/2012).

Prof Hardinysah juga menganjurkan  umat Islam menjalankan puasa sunah selama 6 hari setelah lebaran hari pertama. Ritual yang sering disebut puasa syawal ini memang tidak wajib, namun ada hikmah yang bisa diambil dari sisi kesehatan jika dilakukan.

“Masa transisi memang sebaiknya satu minggu. Karena itu puasa syawal selama 6 hari itu sangat bermanfaat untuk mengendalikan masa transisi. Pahala itu sudah Yang di Atas yang meghitung, tapi memang ada hikmah dari balik itu semua kalau dilihat dari sisi kesehatan,” pesan Prof Hardinsyah.

Itulah beberapa faedah dari puasa 6 hari di bulan syawal bagi jomblo, selain hal-hal di atas tentu masih banyak hikmah serta manfaat lainnya. Pada intinya, setiap sunnah Rasulullah Saw pasti menyimpan banyak kebaikan di dalamnya baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat kelak. Bagi sahabat semua, masih ada kesempatan silakan untuk segerakan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

%d bloggers like this: