Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr…wb…

Saya berkenalan dengan seorang pria, seminggu setelah berkenalan dia mengajak saya untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan, saya pun menerima karena saya teringat tidak boleh langsung menolak pria. Sudah hampir dua bulan kami menjalani pacaran, pada awalnya saya ragu dengan dia, tapi semakin hari keraguan itu hilang walaupun belum sepenuhnya, saya pun sudah mengenalkannya pada orang tua saya sebagai tanda keseriusan hubungan kami.

Tetapi sekarang malah pria itu yg ragu dengan saya, bahkan dia jujur dengan saya bahwa dia akan membuka hati untuk perempuan lain dengan alasan tidak ingin memberi saya harapan dan dia bilang dalam islam tidak ada pacaran, tetapi dia juga bilang tidak ingin menjauhi saya.

Yang ingin saya tanyakan apakah pria itu benar-benar ingin mengikuti syariat islam, atau dia hanya ingin menjauhi saya karna menurutnya saya tidak baik dan tidak layak jadi istrinya? Karena tidak mungkin saya tidak berharap kalau sampai sekarang dia masih ingin mendekati saya dengan alasan ‘kita tidak tahu siapa jodoh kita’.

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr…wb…

Sebelumnya perlu saya luruskan dulu ya mba, yang tidak boleh ditolak dalam Islam itu adalah jika ada laki-laki baik agamanya melamar. Melamar itu adalah saat dia menemui orangtua mba dan menyampaikan niat ingin menikahi mba, itu baru perkataan Rasulullah Saw, ada haditsnya.

Tapi kalau menolak ajakan laki-laki untuk pacaran ya sangat dianjurkan karena pacaran itu dilarang dalam Islam. Tidak hanya status pacaran yang dilarang, hubungan tanpa komitmen dengan ketidak jelasan waktu juga dilarang.

Untuk permasalahan mba saya beberapa saran. Yang pertama mba coba tanya sendiri apakah menurut mba laki-laki cocok sebagai suami dan ayah bagi anak-anak mba ? Apakah agamanya bagus dan cocok sebagai imam di keluarga ? Apakah dia berasal dari keluarga baik – baik ? Jika semua jawabannya “YA” maka bisa dipastikan mba sudah yakin kalau dia adalah calon suami yang baik. Maka lanjut tahap selanjutnya, yang kedua yaitu beri ketegasan pada laki-laki itu. Sampaikan padanya baik – baik kalau mba butuh kejelasan dan kepastian.

Beri dia waktu misal 1 bulan untuk memikirkan dan merenungkan apakah akan melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan atau tidak. Jika ia yakin akan lanjut ke tahapan pernikahan maka suruh laki-laki itu sesegera mungkin menemui orangtua mba untuk melamar. Tapi jika dia tidak bisa memberi kepastian itu tandanya dia belum siap untuk menikah, akhiri saja hubungan itu dan mba bisa menyiapkan diri untuk membuka hati pada laki-laki lain yang lebih siap.

Yang terakhir jika awalnya mba merasa itu bukan calon yang cocok ya sebaiknya di akhiri hubungan sejak awal. Tambahan lagi hindari interaksi dan komunikasi yang terlalu sering dan hindari juga untuk bertemu atau bepergian berdua. Jika ingin melakukan pertemuan ajak teman atau saudara untuk menemani. Karena jika berdua maka jatuhnya ‘khalwat’ dan itu dilarang dalam Islam.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contact[email protected]

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

2 + 15 =

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.