0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Harapan mesti disertai amal, jika tidak ia hanyalah angan-angan (Ibnu Atha illah)

Salah satu bukti kesempurnaannya manusia adalah Allah anugrahi Akal, Hati dan fisik. Dengan akal kita berpikir, dengan hati kita merasa dengan fisik kita beramal. Dan Allah juga menganugrahi kita 3 Naluri kepada kita diantaranya adalah :

  • Ghariza Baqa’ yaitu  naluri mempertahankan eksistensi diri, ingin diakui, ingin dihargai, ingin dihormati serta naluri yang melakukan pembelaan ketika ada ancaman
  • Ghariza Nau’ yaitu naluri ingin melanjutkan keturunan, karena naluri inilah ada saling keterkaitan antara laki-laki dan perempuan
  • Ghariza Tadayyun yaitu naluri takjub melihat kebesaran ciptaan semesta, keinginan untuk hidup beragama dan memiliki tuhan.

Dan ketiga dari Ghariza (Naluri) yang Allah anugrahkan diatas semuanya berisi keinginan, berisi harapan-harapan. Nah satu hal yang terpenting untuk mendapatkan harapan adalah amal, tindakan. Tanpa itu semua harapan hanya akan menjadi sia-sia, hanya akan menjadi angan-angan belaka.

Amal dan perbuatan inilah yang akan menjadi pembeda antara orang yang sukses mencapai impiannya dengan orang yang hanya sekedar bermimpi saja. Dengan orang yang hanya berangan-angan saja. Mungkin kita masih ingat dengan kisah si cebol yang berangan-angan panjang, ketika ia memanen arennya dia naik kepohon aren, sambil menunggu arennya penuh ia berkhayal akan membeli ayam, beternak ayam, sukses beternak ayam ia berencana membeli kambing, iapun akan beternak kambing sampai sukses, setelah beternak kambing sukses ia berencana akan membeli sapi dan setelah ternak sapi sukses ia berencana membeli pesawat terbang. Saking bahagianya ia tertawa terbahak-bahak dipohon aren, pohon aren bergoyang hingga akhirnya air arennyapun tumpah tak bersisa. Bisa ditebak ,tak ada yang didapat.

Ya, begitulah contoh bagi orang-orang yang panjang angan-angannya. Tugas kita sebagai seorang muslim adalah bagaimana mengubahnya dari medan pikiran (impian) ke medan kata-kata, dari medan kata-kata ke medan amal. Beramal, berikhtiar sebaik mungkin hanya itulah yang bisa kita lakukan. Untuk hasilnya tentu hanya Allah yang tau, kita serahkan saja padaNYA.

Dalam beramalpun mesti kita harus meluruskan niat kita karena Allah, setiap aktivitas yang kita lakukan sebagai kerangka ibadah dan untuk meraih pahala dariNYA. Karena jika kita tidak luruskan niat maka akan ada dua kemungkinan negative yang terjadi. Jika kita sukses mencapai impian, maka akan muncul sifat sombong, pongah dan merasa hebat sendiri. Sebaliknya jika kita gagal mencapai impian kita, maka kita akan frustasi, depresi hingga kecewa berat, menyalahkan diri sendiri, orang lain bahkan tuhan.

So, Untuk itu marilah kita sertai harapan kita, keinginan kita dan cita-cita kita dengan amal, namun perlu diingat, harus dengan amal yang benar dan niat yang lurus.

Harapan tanpa amal hanya akan jadi angan-angan…
Amal tanpa cara yang benar dan niat yang lurus hanya akan sia-sia…

%d bloggers like this: