0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Selalu wasiatkan kebaikan pada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan pada para wanita.” (HR Al Bukhari, dari Abu Hurairah)

Cinta itu tumbuh dari mata turun ke hati, diolah oleh hati menjadi rasa simpati, rasa peduli, di gerakkan oleh raga untuk memberikan pengorbanan. Dan ada juga pepatah lain mengatakan “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak ada pengorbanan”. Logikanya menurut pepatah diatas adalah cinta itu hadir dan bersemi ketika melihatnya dan lalu mengenalinya. Nah, sementara kita, bersuapun mungkin belum pernah, apalagi sampai berkenalan. Tapi bagaimana saya bisa mengatakan “I care U, I Love U Because Allah” pada anda semua?

Ketika berbicara tentang wanita maka kita akan bicara tentang peradaban, kenapa?, karena dari rahimnyalah akan dilahirkan generasi-generasi penerus peradaban islam ini. Karena ia akan menjadi ibu yang akan merawat, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai Islam pada anak-anaknya nanti. Berat memang tanggung jawabnya.

Disisi lain wanita diuji dengan berbagai ujian dunia yang tak henti-hentinya. Mulai dari serangan pemikiran yang telah mengubah mindset para wanita muslimah kalau kecantikan adalah segala-galanya. Kecantikan wajah, penampilan adalah hal yang nomor satu. Maka berlomba-lombalah saudari-saudari kita ini untuk mempercantik tampilannya, mencari bagaimana cara agar rambutnya hitam berkilau, merah kekuning-kuningan dan warna-warni lainnya. Selalu disibukkan untuk berusaha memutihkan kulit wajahnya, karena lagi-lagi mindset yang ditanamkan dipikiran mereka adalah cantik itu sama dengan putih, kalau orang putih maka ia cantik. Kalau tidak putih maka tidak cantik. Ratusan dan mungkin hingga jutaan rupiah dihamburkan untuk memutihkan kulitnya lagi-lagi dengan alasan tampil cantik.

Ketika cantik diidentikkan dengan tubuh kurus dan lansing maka tak sedikit pula para wanita yang menyiksa dirinya dengan mengurangi makan dan aktivitas-aktivitas aneh lainnya agar tampil lansing dan seksi.

Dari sisi tampilan wanita muslim terpengaruh untuk tampil dengan pakaian-pakaian ala barat, pakaian ala kadarnya, yang kelihatan sana-sini, pakaian serba ketat yang membentuk lekuk tubuh. Mereka ikuti itu semua dengan dalih mengikuti trend, gaul dan biar tidak dikatakan ketinggalan zaman.

Menjadikan wanita sebagai “alat promosi” yang ampuh oleh sebagian pengusaha-pengusaha dinegeri ini adalah hal lain yang cukup menyedihkan. Lebih menyedihkan lagi ternyata sebagian dari pengusaha-pengusaha tersebut adalah muslim.  Adalah suatu hal yang membuat saya gerah ketika kecantikan wanita dijadikan pajangan untuk meraup keuntungan dunia, kemolekan wanita hanya dijadikan magnet mata laki-laki agar menoleh melihat produk-produknya. Padahal kalau kita fikir-fikir banyak produk yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan wanita tapi yang dijadikan bintang iklannya wanita dengan pakaian-pakaian terbuka sana-sini. Dan yang jauh lebih menyedihkan lagi adalah ketika itu menjadi suatu kebanggaan bagi para wanita yang menjadi modelnya. Naudzubillahi.

Karena alasan-alasan itulah, kami peduli dan mencintai saudari-saudari semua tentunya cinta karena Allah, cinta karena sama-sama Umat Rasulullah SAW. Karena itu jugalah kita saling menasihati, kita saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran.

I Care U, I Love U Because Allah semestinya juga terbersit dalam setiap hati umat muslim, agar merasa peduli akan saudara-saudari seimannya. Tidak bersikap apatis dan merasa antipati dengan kondisi saudara-saudarinya, merasa telah selamat jika sudah menjadi shaleh sendiri secara pribadi. Semoga Allah jauhkan kita dari yang model begini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

%d bloggers like this: