0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Kata banyak anak muda pertanyaan paling ‘nyesek’ sejagad raya saat lebaran adalah “kapan nikah?’

Beradar banyak bullyan tentang pertanyaan ini, tak sedikit juga yang khawatir akan mendapati pertanyaan ini. Padahal sebenarnya ini adalah pertanyaan tanda cinta. Saat saudara, kerabat, sahabat atau siapa pun yang menanyakan kapan menikah pada anda itu tanda mereka peduli, sayang dan cinta pada anda. Mereka ingin anda segera menggenapkan separoh dari agama, menjejaki bagaimana nikmatnya meraih pahala dalam setiap aktivitas rumah tangga, merasakan bagaimana nikmatnya menggendong si buah hati dan berbagai limpahan anugerah yang hanya dirasakan oleh mereka yang sudah menikah.

Jadi, sangat tidak eloklah jika anda sampai tersinggung hanya gara-gara pertanyaan ini. Meskipun niat mereka buat ngeledek anda yang sudah kelamaan menjomblo tetap sikapi dengan kepada dingin, hati yang lapang dan senyuman indah. Syukuri saja. InsyaAllah akan berbuah berkah.

Daripada kesal dengan pertanyaan kapan nikah, ada baiknya anda segerakan saja menikah. Terlebih lagi ini momen lebaran, syawalan, saat-saat yang indah untuk melansungkan pernikahan. InsyaAllah menikah di momen lebaran atau bulan syawal adalah salah satu sunnah Rasul. Sebagaimana diceritakan oleh Ummul Mukminin Aisyah Ra yang diriwayatkan oleh Muslim

“Rasulullah Saw menikahiku di bulan Syawal dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula maka istri-istri Rasulullah yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku ?”

Lebaran adalah hari kemenangan, dimana kita telah usai melewati 30 hari pelatihan eksklusif yang Allah sajikan. Di mana selama 30 hari kita berlatih menahan diri dari makan dan minum di siang hari, menahan bicara dari keburukan, menahan pandangan, menahan hati dan juga pendengaran. Selama 30 hari kita juga dididik untuk menjadi pribadi yang konsisten dan disiplin atas waktu, dalam 30 hari itu kita juga dianjurkan untuk dekat dengan Al-qur’an, dan di 10 hari terakhir hadirlah sajian istimewa dengan apresiasi yang juga sangat istimewa bahkan Allah janjikan lebih baik dari 1000 bulan. Lailatul Qadar.

Jika kita melewati bulan suci Ramadhan selama 30 hari dengan sebaik-baiknya tentu usai Ramadhan kita telah termasuk dalam golongan hamba-hamba yang bertakwa. Usai Ramadhan kondisi ketaatan dan ketakwaan kita tentunya berada pada tingkatan terbaik, Allah Swt pun terasa sangat dekat dan ibadah pun lebih bersemangat. Masih terbawa suasana bulan suci Ramadhan.

Selain menikah di bulan syawal adalah sunnah Rasulullah Saw, alasan lainnya adalah karena keimanan dan ketakwaan kita berada pada tingkatan terbaik. Hati masih tertaut kuat dengan Allah, Rasulullah dan juga kitab suci-Nya. Tentu kondisi pribadi seperti ini adalah saat terbaik untuk memulai kehidupan berumah tangga. Memulai kehidupan rumah tangga dengan kondisi ruhiyah pada titik terbaik tentunya akan memberi dampak pada perjalanan kehidupan rumah tangga berjalan dengan kondisi terbaik.

%d bloggers like this: