0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Tak terasa ramadhan sudah didepan mata, hitungan hari lagi kita sudah sampai dibulan yang tahun lalu kita sedih bahkan menangis berpisah dengannya, berharap dipertemukan lagi dengannya, Alhamdulillah bulan yang kita rindukan, yang kita nantikan semakin dekat.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S : Al-Baqarah 183 )

Ramadhan adalah bulan yang istimewa, dalam surat Al-baqarah Allah menyeru orang-orang yang beriman untuk berpuasa agar bertakwa. Ya, inilah tujuan utama bulan ramadhan, sebagai bulan yang mendidik dan menggembleng kita menjadi hamba yang bertakwa.

Mencapai derajat takwa itu visi utama dari bulan Ramadhan, untuk itu mari kita susun strategi dan persiapkan segala sesuatunya untuk mencapai visi takwa tersebut.Untuk mencapai derajat takwa tersebut Allah hidangkan berbagai jenis ibadah-ibadah dengan limpahan pahala untuk bisa kita lakukan apakah itu shalat tarawih, membaca Al-quran, sedekah, menyantuni anak yatim dan berbagai ibadah-ibadah lainnya. Karena tidak mudah memang untuk mengejar derajat takwa, banyak ujian dan cobaan yang dihadapi.

Ujian dari nikmat rezeki dari Allah SWT berupa makanan, sehingga membuat kita menjadikan ramadhan sebagai bulan makanan, mulai dari berbuka dengan berbagai jenis makanan, ditambah hidangan makanan berat. Yang mana ini tentu bisa menyebabkan kita kekenyangan dan terasa berat ketika untuk melaksanakan ibadah. Akhirnya hal ini melalaikan kita dari tujuan utama mencapai derajat takwa.

Ujian dari nikmat harta, bagi para pedagang mungkin ramadhan sebagai bulan utamanya karena dibulan ini biasanya penjualan meningkat drastis, sehingga tak sedikit yang akhirnya menjadikan ramadhan sebagai bulan bisnis, mengejar omset agar naik berlipat-lipat. Bukan tak boleh berdagang dibulan ramadhan karena berdagang itupun adalah ibadah, tetapi ingat jangan sampai itu melalaikan kita dari ibadah-ibadah lainnya.

Selayaknya lomba lari, tantangan terberat adalah ketika sudah mendekati garis finish, begitu juga dengan bulan ramadhan, di akhir-akhir ramadhan adalah puncak dimana banyak sekali keutamaan-keutamaan dari Allah SWT salah satunya adalah malam lailatul qadr, namun di akhir-akhir ramadhan ujiannyapun berat sekali. Shaf di masjid sudah mulai menyepi, semarak cinta ramadhan sudah mulai meredup. Perhatian sudah mulai teralihkan oleh kesibukan menyambut lebaran, sibuk belanja sana-sini, sibuk memasak ini-itu. Hingga tak disadari waktu-waktu utama ramadhan terlewatkan.

Saudariku semuanya, mumpung ramadhan belum datang menghampiri maka ada baiknya kita mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya persiapan, terutama menyiapkan pola pikir dan mindset kalau ramadhan adalah kesempatan bagi kita meraih derajat takwa. Siapkan dan agendakan waktu untuk beribadah sebaik mungkin.

Ramadhan juga bulan yang tepat bagi kita untuk bertransformasi, meninggalkan keburukan-keburukan diri dan memulai untuk melakukan kebaikan-kebaikan, melatih diri istiqomah melakukannya dan menjadi sebuah kebiasaan bagi kita selepas ramadhan nanti. Semoga Allah beri kemudahan bagi kita.

 

Sumber foto : cahayajaman.blogspot.com

%d bloggers like this: