0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Sebelum membaca tulisan ini, anda bisa baca dulu tulisan sebelumnya tentang 4 Tipe Wanita dalam membelanjakan uang .

 Pada bagian ini InsyaAllah saya akan banyak share tentang tips-tips dalam mengelola keuangan pribadi khususnya bagi wanita, sebelum membaca lebih lanjut perlu diketahui kalau tips ini bukan tips yang saya dapatkan dari sekolah ekonomi, manajemen keuangan dan “high class” lainnya, tidak sama sekali. Tips ini sangat sederhana sekali, saya pelajari dari alm nenek saya yang pendidikannya hanya mengaji disurau, tidak pernah mengecap bangku sekolah dan juga beliau adalah seorang yang buta huruf latin. Namanya rawani, beliau yang merawat dan membesarkan saya sejak kecil hingga berusia 19 tahun, ya, 19 tahun membersamai saya.

Saya tertarik mengangkat tips mengelola keuangan dari beliau adalah karena saya melihat sendiri dan mendengarkan kisah-kisahnya bagaimana beliau bisa bertahan hidup serta terus bertumbuh uangnya, serta aset-aset produktifnya. Membesarkan 8 orang anak, menyekolahkan anak-anaknya, disisi lain beliau juga membangun aset dengan membeli beberapa lahan sawah, membeli beberapa ekor kerbau dan juga menanam berbagai tanaman tua dan muda di kebun. Tentu hal ini juga hasil dari kerja keras beliau dengan kakek saya, tapi pada bahasan kali ini kita khusus akan membahas bagaimana beliau mengelola keuangan.

Salah satu aktivitas rutin setiap minggu saya adalah menemani nenek kepasar, aktivitas ini terus berlanjut hingga usia 19 tahun (kelas tiga sma).  Ada 4 hal yang dilakukan ketika di pasar, yang pertama adalah menjual hasil kebun, ada yang berasal dari tanaman muda seperti pisang, kacang, sayuran, serta juga dari tanaman tua seperti kulit manis, kopi dan pala. yang kedua yang dilakukan adalah ke  bank, untuk menabung uangnya dan terkadang juga ke toko emas untuk membeli emas.Yang ketiga adalah belanja untuk kebutuhan pertanian biasanya membeli pupuk, cangkul jika ada yang rusak, parit jika dibutuhkan, biji-bijian tanaman baru untuk menanam selanjutnya. Dan hal terakhir dilakukan adalah belanja untuk kebutuhan sehari-hari, dan ternyata dalam belanja kebutuhan sehari-haripun ada urut-urutannya yaitu belanja beras dan lauk atau kebutuhan pokok adalah urutan pertama, setelah itu baru dilanjut dengan belanja makanan ringan kayak roti malabar , Roti goreng, lamang tapai, dan karupuak ganepo (Jika anda bingung dengan istilah makanan-makanan barusan, cobalah sekali-kali liburan ke bukittinggi hehe).

Dari pengalaman menemani beliau belanja tersebutlah saya menemukan bagaimana pola beliau mengelola keuangan ketika uang masuk yaitu seperti 3 hal berikut :

1. Investasi Masa depan 

Yang pertama nenek saya lakukan adalah menabung dulu, apakah itu ke bank atau membelikannya ke emas seperti cincin, gelang atau kalung. Ingat hal pertama yang dilakukan adalah menabung. Tentu ini sudah dibudget, berapa % yang ditabung. Nah kita biasanya menabung untuk masa depan ini pakai uang sisa, dapat uang lansung beli kebutuhan pribadi dulu, bahkan banyak juga yang mengikuti keinginan-keinginan dulu sehingga uangnya tidak akan terkumpul, habis tak bersisa.

Dari uang yang diinvestasikan dalam tabungan inilah nenek dan kakek  membeli kerbau, membeli sawah, membeli tanah dan aset-aset produktif lainnya. Investasi untuk masa depan ini tidak harus menunggu pemasukan banyak “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”, misal penghasilan anda hari ini Rp.10.000,- / bulan. Coba tabungkan 1000, bulan depan ketika penghasilan atau pemasukan anda Rp.20.000,- / bulan. Anda coba tabungkan Rp.2000, begitu seterusnya. InsyaAllah kebiasaan itu akan tetap terjaga ketika anda punya penghasilan 1 Juta, 6 juta, 10 Juta atau mungkin ratusan juta.

Akan tetapi jika anda tidak membiasakan hal itu sejak penghasilan kecil, nanti ketika punya penghasilan besarpun, yakinlah anda akan kesulitan untuk menabung atau menginvestasikannya.

“Sedikit uang cukup, Banyak uang habis”

2.  Investasi Masa Kini

Ingat, tadi diatas saya ceritakan setelah menabung ke bank hal yang dilakukan adalah membeli alat-alat pertanian seperti pupuk, cangkul dan alat-alat pertanian. Yang fungsinya adalah untuk meningkatkan penghasilan mingguannya. Nah itu kan contoh kasusnya untuk petani, mungkin bagi teman-teman yang profesinya bukan petani dana ini bisa dialokasikan untuk meningkatkan skill di bidangnya. Bisa untuk beli buku, ikut seminar dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan Pribadi

Ini yang sering kebalik, kita seringnya malah ketika uang masuk lansung dibelikan kebutuhan pribadi terlebih dahulu, sementara untuk menabung hanyalah uang-uang sisa, yang terkadang malah tak bersisa. Kebutuhan pribadi inipun terdiri dari dua bagian, yang pertama adalah kebutuhan pokok, dan yang kedua adalah kebutuhan berupa keinginan. Kebutuhan pokok, contohnya adalah makan, pakaian, perlengkapan sehari-hari. Sementara yang bersifat keinginan seperti nonton, beli acesoris, beli barang-barang dengan brand oriented . Keinginan ini tak ada batasnya selama kita ikuti terus. Tak sedikit orang yang terlilit hutang gara-gara mengikuti syahwat belanjanya. Gesek sana-sini, akhirnya akhir bulan hutang membengkak, penghasilan yang didapat hanya untuk tutup hutang bulan kemarennya. Untuk bulan depan, ngutang lagi. Hingga ini menjadi sebuah lingkaran setan, yang entah kapan akan selesainya.

So, sebelum belanja kebutuhan pribadi, cek lagi mana yang benar-benar kita butuhkan, mana yang hanya sekadar keinginan. InsyaAllah dengan begitu keuangan menjadi sehat.

Oya, terakhir yang saya belum sebutkan diatas, adalah pengeluaran untuk amal ibadah, salah satu rutinitas nenek dan kakek dulu adalah libur dihari jumat. Hari ini khusus untuk ibadah, tidak ada aktivitas pertanian. Nenek dari jam 7 pagi sudah pergi kemasjid untuk ikut pengajian rutin, sementara kakek biasanya silaturahim ke tempat kerabatnya dari pagi hingga waktu shalat jumat. Disinilah ada pengeluaran-pengeluaran beliau untuk sedekah, untuk ngasih anak yatim dan juga saudara-saudara yang lain.

Semoga ilmu tentang keuangan diatas bermanfaat, karena ilmu ini sangat sederhana, saya belajar dari kakek-nenek saya yang mereka adalah sosok yang sederhana juga.

%d bloggers like this: