0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Jangan kenalkan anakmu pada uang?, pernah mendengar kalimat ini?. Saya yakin anda sering bahkan pernah mengucapkan sendiri kalimat ini, baik sebagai nasihat untuk diri sendiri maupun ketika memberi nasihat kepada teman-teman anda yang lain.

Mitos yang berkembang dalam masyarakat kita adalah jika anak dikenalkan pada uang sejak dini maka ia akan sering jajan, jika dikenalkan uang maka ia akan jadi boros, jika dikenalkan uang maka ia akan selalu minta uang pada orang tuanya. Kekhawatiran ini tentu terjadi pada semua orang tua, karena fakta dilapangan banyak sekali anak-anak yang jadi bodoh, pemalas gara-gara kenal uang sejak dini, contohnya adalah :

Ada anak yang kerjaannya jajan mulu, baik jajanan disekolah, jajanan di warung, jajanan yang lewat depan rumahnya, jajan beli mainan serta dimanapun itu si anak hobi jajan, efek negativenya adalah si anak jadi boros dan juga rentan oleh penyakit, anak yang sudah kecanduan jajan cenderung sering memaksa orang tuanya dengan “cara apapun” agar dikasih uang untuk jajan. Bahkan ada yang sampai menangis “tantrum” ketika keingannya tidak diikuti oleh orang tua, si anak biasanya akan menangis menjerit-jerit, berguling-guling di tanah, membanting semua barang disekitarnya, mengancam dan berbagi jenis aksi lainnya. Efek lainnya si anak akan menjadi “kapitalis” mau melakukan apa-apa mesti ada uangnya dulu, contoh tidak mau pergi kesekolah kecuali setelah dikasih uang, tidak mau belajar kecuali dikasih uang, tidak mau bikin pekerjaan rumah kecuali setelah dikasih uang.

Mungkin karena hal-hal diataslah banyak para orang tua yang takut mengenalkan anaknya pada uang. Tidak mengenal uang pada anak juga ber-efek negative, anak yang tidak dikenalkan sama sekali oleh orang tuanya tentang uang menjadi cuek pada uang terkadang ketika dikasih uang si anak cenderung membiarkan uangnya tergelatak dimana-mana dan melupakan, tidak bisa membedakan nilai uang besar maupun kecil, secara garis besar si anak ini tidak mengerti kalau uang itu bernilai.

Nah, yang bisa dilakukan oleh kita sebagai orang tua adalah bijak mengenalkan uang pada anak, memberi pemahaman pada anak sejak dini akan arti dari uang, bagaimana cara menghasilkannya serta bagaimana seharusnya membelanjakannya. Keteladanan dari orang tua dalam membelanjakan uang menjadi hal yang penting dalam mempengaruhi anak dalam mengelola uang. Jika orang tuanya bijak dalam mengelola uang tentu akan dicontoh pula oleh anaknya begitu juga sebaliknya jika orang tuanya boros hal ini akan ditiru juga oleh anak-anaknya.

Orang tua yang bijak tentu akan memberi pemahaman pada anaknya ketika jajan, mana yang menjadi kebutuhan dan bermanfaat, mana yang menjadi keinginan dan mana yang menjadi mudharat. Selain itu orang tua bijak juga menyediakan alternative lain untuk anak ketika memberi pemahaman dia tentang jajan yang benar. Contoh ketika mengingatkan anak jangan jajan sembarangan diluar karena tidak sehat maka orang tua dirumah menyediakan makanan atau camilan yang dimasak sendiri untuk anaknya. Ketika melarang anaknya jangan main PS diluar, orang tua menyediakan alternative bermain untuk anaknya seperti bermain lansung dengan anak bisa main petak umpet, main kelereng, main tebak kartu berbahasa inggris serta banyak permainan-permainan lainnya.

Menanamkan nilai-nilai wirausaha kepada anak sejak dini juga menjadi hal penting namun sering terlupakan. Ini mengajarkan pada anak bagaimana sulitnya menghasilkan uang, sehingga anak mengerti kenapa ia harus berhemat dan juga anak bisa mandiri lebih cepat secara finansial.

Tidak ada yang salah dengan uang, tidak salah mengenalkan uang pada anak asal caranya tepat dan benar, bahkan ini adalah ilmu penting bagi anak-anak kita, ilmu tentang uang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para ayah-bunda dan juga calon ayah-bunda alias yang masih jomblo.

%d bloggers like this: