0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Subhanallah, Cantiknya”

“I Like it..”

“Cakep”

“Geulisnya euuy”

 

Ya, itulah beberapa komentar di kolom komentar facebook ketika ada seorang wanita mengunggah foto selfienya ke sosial media, dan rata-rata yang memberikan komentar adalah laki-laki. Apalagi jika foto yang diunggah adalah dengan gaya tertentu yang cenderung aneh-aneh seperti mulut yang dimonyong-monyongkan. Ditambah lagi dengan pakaian yang mungkin “rada-rada seksi” tentu menambah daya tarik lagi bagi mata laki-laki yang melihatnya.

Kemajuan teknologi  smartphone dengan fitur-fiturnya yang canggih seperti fitur kamera, fitur video, fitur koneksi akses ke berbagai sosial media. Ditambah lagi dengan harganya yang relatif murah sehingga smartphone ini bisa dimiliki oleh siapa saja. Fitur-fitur pendukungnya menumbuhkan virus narsisme bagi setiap penggunanya, keinginan untuk selalu memberi tahu kedunia setiap aktivitasnya, sedang dimana, sama siapa dan lagi apa. “No pic Hoax” salah satu istilah di sosial media jika kita memposting sesuatu tanpa menyertai foto, sehingga aktivitas memposting foto kesosial media menjadi ritual wajib khususnya bagi generasi remaja dan anak-anak yang baru beranjak dewasa, ajang eksis agar dunia tahu keberadaan dirinya.

Lagi jalan update status “Lagi otw nih ke bogor disertai foto jalan”

Udah nyampe update status lagi “Alhamudulillah sudah sampai nih disertai foto selfie angkat jari 2 keatas”

Mau makan update status lagi “Orek tempenya siap disantap nih disertai foto sepiring nasih disertai orek tempe”

Ketemu teman update status lagi, masuk toilet update status lagi dan foto selfie lagi, dan bla bla seterusnya.

Sepertinya capek banget ya kehidupannya?, iya benar.hehe. Sudahlah biar mereka nikmati sampai lelah.

Kali ini kita tidak akan bahas secara panjang lebar tentang fenomena diatas, tapi kita khususkan untuk muslimah, karema memang mayoritas korban narsisme dan eksisme ini adalah wanita-wanita muslimah. Bagi seorang muslimah kecantikannya, indahnya tubuhnya serta semua yang ada dalam dirinya adalah perhiasan, bak gula ia memiliki daya tarik yang kuat bagi semut, begitu jugalah dengan muslimah, ia memiliki daya magnetic, yang tentu akan menarik mata laki-laki untuk melihatnya.

Setiap laki-laki normal tentu akan tertarik jika melihat ada wanita yang cantik, seksi dan sejenisnya karena memang itu fitrahnya, karena memang rasa itu Allah yang menciptakan. Daya tarik itu tak hanya sekedar ucapan “Wow cantik”, tak hanya sebatas kata-kata itu tapi kecantikan seorang wanita yang ia lihat bisa  bisa menggetarkan naluri syahwatnya, membuat ia berangan-angan tentang wanita tersebut. Jelas hal itu akan jadi maksiat bagi dirinya.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An-Nuur : 30-31).

Disini kita tidak akan bahas tentang apa hukumnya update status ataupun itu posting foto disosial media, karena pembahasan itu tentu akan panjang karena bicara hukum, dan kami juga tentu tidak tau apa motif setiap orang itu narsis dan eksis disosial media tentu hanya dia dan Allah yang tau pasti tentang motifnya. Allah memerintahkan laki-laki untuk menundukkan pandangannya, begitu juga Allah memerintahkan wanita agar melindungi dan menjaga perhiasannya. Tujuannya agar ada saling menjaga antara laki-laki dan wanita, laki-laki berusaha maksimal untuk menundukkan pandangan dari wanita, wanita membantu laki-laki dengan berpenampilan yang tidak menggoda mata laki-laki melihatnya.

Sementara ketika seorang muslimah mengupload fotonya ke sosial media apakah itu BBM, Twitter, facebook atau instagram tentu akan memancing ketertarikan bagi laki-laki. Ada laki-laki yang sudah mengerti tentang menjaga pandangan mereka tentu berusaha untuk tidak melihatnya, tapi banyak juga yang tau tentang menundukkan pandangan tapi susah untuk menjaganya sehingga mudah terpedaya, penasaran dengan foto wanita tersebut, akhirnya “klik”, like dan komentar bahkan ada juga yang sampai share foto tersebut.

Ketika seseorang bermaksiat, ketika seseorang muncul syahwatnya gara-gara fotomu tentu akan menjadi dosa bagi yang melihatnya, lalu bagi yang punya foto?, dosanya tentu lebih banyak, ia menjadi asbab dosa bagi laki-laki yang melihat. Apakah yang melihat hanya satu orang laki-laki?, tentu tidak, semakin cantik, semakin menarik foto tersebut semakin banyak yang tau, semakin banyak yang melihat. Fotonya menjadi viral, tapi viral kemaksiatan.

Wanita itu cantik, bahkan setiap wanita cantik, sudah semestinyalah setiap wanita muslimah  untuk menjaga kecantikannya, menjaga dirinya, karena dengan menjaga dirinya, ia juga ikut menjaga mata laki-laki yang melihatnya.Jangan sampai fotomu menjadi viral kemaksiatan, jangan sampai fotomu jadi asbab dosa bagi yang melihatnya.Jaga dan simpan kecantikanmu hanya untuk orang yang halal melihatnya.Ya, dia adalah suamimu.Tidak perlu seisi jagat raya tau tentang kecantikanmu.

Semoga Bermanfaat, silakan dibagikan pada muslimah lainnya.

%d bloggers like this: