a

Pertanyaan :

Assalamualaikum..wr..wb

Saya rama,sejak duduk dibangku kuliah semster 3 dulu, saya telah menyukai  seorang pria,dan beliau adalah dosen saya sendiri. Awalnya saya kira itu hanya rasa kagum, namun lama kelamaan perasaan itu semakin kuat,, ditambah beliau adalah laki laki yang baik,dan agamanya pun lebih baik dari saya.hingga sampai sekarang saya sudah semester 6,namun saya belum mengetahui apakah beliau juga memiliki perasaan yang sama dengan saya . dulu pernah sesekali saya hanya memberi kode ,karena saya takut dan belum siap untuk mengatakannya . Respon beliau juga baik, tapi mungkin hanya sekedar batasan mahasiswa dengan dosen, dan terus seperti itu, sampai saat ini akhirnya saya berniat ingin mendengarkan jawaban beliau, saya fikir sudah terlalu lama saya menyimpan persaan ini, awalnya yang saya takutkan untuk mengungkapkanya adalah dengan jawaban beliau ketika beliau bilang “iya” pastilah saya senang luar biasa, namun jika beliau berkata “tidak” saya pasti akan merasa canggung apalagi di semester selanjutnya saya harus bertemu beliau. Dan untuk sekarang saya ingin sekali mendengar jawabanya beliau, tanpa harus menunda nunda lagi, apalagi saya tidak akan tau apa yang akan terjadi untuk tahun tahun berikutnya .namun sebagai perempuan,bagaimanakah saya harus mengutarakannya ? Apalagi saya adalah perempuan,dan hanya wanita biasa,sedang beliau adalah seorang dosen ?mohon pencerahanya?

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr..wb..

Pertanyaan sederhanya apa tujuan mba mengungkapkan perasaan itu pada dosen mba ? Jika tujuannya hanya untuk pacaran lebih baik tidak usah. Tetapi jika mba memang sudah siap menikah dan menganggap dosen itu laki-laki terbaik untuk suami dan ayah bagi anak-anak mba sampaikanlah sebagaimana Ummul Mukmini Khadijah ra meminta Rasulullah untuk menjadi istrinya. Caranya mengutarakannya tentu tidak lansung tetapi melalui perantara.

Yang pertama mba cari perantara, minta tolong ia menanyakan pada sang dosen apakah sang dosen sudah menikah jika ada seorang yang mau dengannya. Jika jawaban dosen sudah siap menikah, maka minta perantara itu agar menyampaikan kalau meminta dia menjadi suami mba. Lakukan lewat perantara tujuannya agar menjaga hati mba dan juga dosen itu. Hindari pacaran, karena Islam melarang pacaran. Apapun jawaban dari dosen terimalah dengan ikhlas, selalu yakin ketentuan Allah itulah yang terbaik untuk mba.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contact[email protected]

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

2 + 1 =

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.