0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Dalam suatu diskusi kami pernah menanyakan pendapat beberapa muslimah apa yang menghalangi mereka kenapa tidak berhijab?, jawaban mereka beragam, salah satunya adalah jika berhijab takut tidak laku atau susah mendapatkan jodohnya. Ternyata hal ini tidak hanya dari si anak saja, namun beberapa orang tua juga menyuruh anaknya melepas hijab agar mudah ketemu jodohnya dan cepat laku.

Paradigma lain adalah ketika berhijab maka si wanita akan kelihatan lebih tua, berkurang kecantikannya sehingga hal ini membuat laki-laki tidak tertarik padanya. Kekeliruan ini selalu berkembang dari masa ke masa, sehingga menjadi suatu kebiasaan kalau mau berhijab nanti saja setelah tua, jika mau berhijab nanti saja setelah punya anak. Ujung-ujungnya hijab identik menjadi pakaian orang tua, kolot, ketinggalan zaman dan tidak modis.

Syetan selalu menggoda serta mengganggu manusia khususnya wanita untuk jauh dari Islam, salah satunya dengan membisikkan jika wanita berhijab dengan syari maka akan tertutup perhiasan-perhiasannya yang digunakan sebagai daya tarik bagi laki-laki. Baik itu rambutnya yang hitam berkilau, kulitnya yang putih bersih, dan perhiasan-perhiasan lainnya. Mereka berpikiran kalau semakin terlihat perhiasan-perhiasannya maka semakin mudah kecantikannya dikenali oleh laki-laki, semakin mudah kecantikan dikenali dan dilihat oleh laki-laki tentu akan memudahkan juga laki-laki datang untuk mendekatinya. Ini adalah logika yang berkembang di masyarakat, ditambah lagi dengan kampanye-kampanye di berbagai media yang mengajak para wanita untuk mempertontonkan kecantikannya.

Benarkah seperti ini?, jawabannya adalah benar jika anda mengimpikan laki-laki yang menomor satukan kecantikan dalam memilih jodoh. Laki-laki metropolitan khususnya di kota-kota besar memang kebanyakan menginginkan wanita yang cantik, seksi, pandai bersolek, pandai dalam memilih pakaian menjadikan syarat utama dalam mencari istri baginya, karena bagi mereka istri adalah bagian dari gaya hidup, suatu kebanggaan jika para laki-laki datang berkumpul ke pesta atau acara-acaranya dengan membawa gandengan yang cantik, seksi, pandai bersolek, suatu kebahagiaan bagi mereka ketika istrinya bisa membuat laki-laki lain terkesima melihat kecantikannya. So, jika anda memiliki cita-cita untuk mendapatkan suami dengan model seperti ini maka benar berhijab akan susah laku dan membuat mereka tidak tertarik.

Akan tetapi jika anda menginginkan suami yang memilih ketaatan kepada Allah diatas apapun, jika anda memimpikan suami yang bisa menjadi imam yang membimbing anda dengan ilmunya, mengajak kepada ketakwaan, sebagai teman dunia dan akhirat. Maka yakinlah, tidak usah khawatir akan tidak laku jika berhijab dengan sempurna.

Kecantikan memang hal pokok dalam pemilihan jodoh, namun bagi laki-laki shaleh ketaatan pada Allah selalu jadi hal utama baginya dalam memilih jodoh. Kecantikan fisik memang tidak bisa diabaikan, namun bagi laki-laki bertakwa cantiknya akhlak , cantiknya tutur kata dan prilaku mengalahkan kecantikan-kecantikan duniawi. Karena mereka paham bagaimana memilih jodoh dalam Islam.

Rasulullah SAW Bersabda,

“Wanita itu dinikahi karena empat hal. Yaitu karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang berpegang teguh dengan agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu. (HR.Bukhari)

Islam tidak pernah melupakan kecantikan dalam memilih jodoh, namun seperti hadits diatas Rasulullah menekankan untuk menjadikan agama sebagai patokan utama bagi laki-laki dalam memilih jodoh.

So, bagi para muslimah jika inginmu suami yang bisa membimbingmu ke syurga maka berhijablah dengan syari, Agar Allah pertemukan juga dengan mudah dengannya. Laki-laki taat, akan tentu memilih wanita yang juga taat pada Allah sebagai calon pendamping hidupnya, sebagai calon ibu bagi anak-anaknya. Dan jangan khawatir lagi tidak akan laku jika berhijab dengan syari.

“Jika dia mencintaimu karena kecantikan, maka jika kecantikanmu berkurang maka memudar pulalah cintanya padamu, Namun jika dia memilihmu karena ketaatanmu pada DIA, maka selama ketaatan itu ada, selama itu jugalah ia akan selalu ada untukmu”

%d bloggers like this: