0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Tak dipungkiri kita sebagai manusia menyenangi hal-hal yang berupa kesenangan dan segala sesuatu yang berupa kenikmatan dunia. Bahkan tak sedikit diantara kita yang menjadikan ini sebagai tujuan hidupnya. Nah, ketika menjadikan kenikmatan dunia sebagai tujuan hidup maka ketika Allah uji dengan kesulitan dan kesempitan disinilah akan terlihat siapa kita yang sebenarnya, bagaimana  keimanan dan ketakwaan kita yang sejatinya.

Sadar atau tidak Allah telah menegaskan dalam kitab suci-Nya kalau akan memberikan cobaan atau ujian kepada kepada kita sebagaimana yang termaktub dalam surah Al-baqarah ayat 155

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar “

Ayat diatas menegaskan bahwa cobaan atau ujian adalah ketetapan dari Allah, artinya selama kita hidup tentu pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan. Kita akan diuji di awal, ditengah dan diakhir dari kehidupan ini, bagaimanapun kita akan diuji. Tentu tidak alasan untuk menghindar bukan?

Ujian ini akan menjadi seleksi bagi kita, seleksi bagi orang-orang yang sabar dan selalu bertambah keimanannya sebagaimana janji Allah dalam ayat diatas yaitu akan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Atau malah kita menjadi orang yang berputus asa dan melupakan Allah ketika mendapat ujian dari Allah. Karena pada kenyataannya tidak sedikit orang yang berputus asa dari nikmat dan rahmat Allah ketika mendapatkan ujian dari Allah contoh sederhana adalah berapa banyak orang yang akhirnya bunuh diri, lari dari masalah, bahkan sampai meninggalkan akidah (murtad) hanya karena ujian kesulitan dari Allah.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Bicara tentang ujian ternyata ujian tak hanya kesulitan dan kesempitan saja, mungkin selama ini kita beranggapan kalau ujian adalah hal-hal yang menyulitkan. Ternyata Allah juga menguji kita dengan kenikmatan-kenikmatan dunia apakah itu berupa harta, wanita, kedudukan dan lain sebagainya. Tak sedikit orang yang taat beribadah ketika kehidupannya miskin, dekat dengan Allah ketika belum punya kedudukan. Namun setelah Allah kasih kenikmatan berupa harta, kedudukan dan kenikmatan-kenikmatan lainnya mereka berpaling dari Allah, meninggalkan Allah, bahkan menjadi kenikmatan dunia sebagai orientasi hidupnya dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal hingga akhir nanti.

Sekarang jelas sudah, kalau Allah menguji kita untuk melihat kadar serta kualitas keimanan dan ketakwaan kita. Tentu kita sama-sama berdoa kepada Allah, agar Allah berikan kita ketetapan hati dan keistiqomahan dalam menghadapi berbagai ujian Allah, baik itu ujian ken

%d bloggers like this: