0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Pertanyaan :

Assalamualaikum..wr..wb..

Saya sudah berpacaran hampir 4 tahun dan dari awal pacaran memang sudah berkomitmen untuk saling berjuang dan sudah membicarakan tentang pernikahan,saya yakin dengan nya karna dia memang membuktikannya dengan sikapnya yang membuat saya benar-benar merasa sangat dicintai,tetapi setaun ini semenjak dia masuk kuliah dia berubah sekali yang asalnya nurut,selalu manjain dan selalu mementingkan saya dan selalu membicarakan pernikahan, sekarang dia jadi sebaliknya jika sekarang saya menanyakan tentang pernikahan dia selalu bilang “masih kecil udah ngomongin nikah” saya benar-benar bingung dia kenapa berubah saya selalu berdoa agar dia kembali ke sikap yang dulu tapi mungkin allah belum menjawab doa saya, padahal saya udah 18th dia 20th saya harus bagaimana ? Trimakasih mhon dijawab kak

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr..wb..

Mohon maaf sebelumnya mba aktivitas pacaran yang mba lakukan itu adalah maksiat, Allah dan Rasul melarangnya. Pacaran adalah aktivitas yang mendekatkan pada perzinaan. Mulai dari zina hati saat mengingat dan membayangkan seseorang yang bukan muhrim kita, zina mata tatkala bertemu, zina tangan ketika berpegangan, munculnya syahwat ketika berpelukan dan aktivitas lainnya. Selain itu tidak ada jaminan kalau pacar adalah jodoh kita, karena sewaktu-waktu seseorang bisa berubah hatinya.

Saran kami sederhana, mba sampaikan ke dia dengan tegas kalau mau serius dengan saya segera nikahi dan jika tidak kita putus saja. 4 tahun berpacaran itu waktu yang cukup lama, jangan dilanjutkan lagi hijrahlah kembali pada Allah Swt. Fokus belajar, siapkan bekal ilmu menjadi istri dan seorang ibu. Yakinlah suatu saat nanti Allah akan pertemukan mba dengan jodoh terbaik dunia akhirat.

Berhentilah berharap pada manusia, terlebih lagi pada pacar karena ujung-ujungnya akan kecewa. Tetapi berharaplah pada Allah Swt. Tentang do’a yang tidak dikabulkan, untuk apa berdo’a kemaksiatan. Berharap dimanja, diperhatikan, selalu dituruti oleh laki-laki yang bukan muhrim mba, untuk apa ? Tidak ada gunanya juga kan, kecuali sama suami. Semoga Allah mudahkan urusannya ya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contact[email protected]

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

13 + 3 =

%d bloggers like this: