0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Jatuh cinta berjuta rasanya…..

Biar siang biar malam terbayang wajahnya….

Jatuh cinta berjuta indahnya….

Biar hitam biar putih manislah nampaknya…

Dia jauh aku cemas tapi hati rindu….

Kami yakin tentu kamu semua sudah tidak asing lagi dengan lirik lagu diatas, lagu yang dibawakan titiek puspa ini menyampaikan tentang begitu indah dan istimewanya, menerangkan kepada remaja di masa tentang begitu membahagiakan cinta. Tapi benarkah demikian faktanya ?

Ternyata yang terjadi pada kenyataannya jauh berbeda dari itu semua, cinta yang dipahami membawa keindahan dan kebahagiaan ternyata tak sedikit yang berujung pada tangisan dan penyesalan. Tentu terkhusus ini bagi mereka yang menjalin cinta sebelum ada ikatan halal, sebelum ada kata sah dari penghulu alias pacaran.

Capek hati dan pikiran adalah salah satu dampak paling ringan yang dirasakan oleh mereka yang berpacaran. Tentu kamu yang sudah atau mungkin saat ini masih melakukan aktivitas pacaran paham maksudnya. Kenapa?, karena mencurahkan hati dan pikiran seperti sebagaimana hubungan sah suami istri, seperti merasa saling perhatian, mencoba untuk saling merasakan apa yang dirasakan pasangannya (baca : pacar), saling merasa cemburu, berantam , ngambekan serta banyak lagi hal-hal mubazir lainnya yang tentunya sangat menguras hati dan pikiran. Hampir semua mereka yang pernah pacaran yang sharing kepada kami merasakan hal yang sama, yaitu capeknya hati dan pikiran.

Itu baru dari sisi hati dan pikiran, belum lagi jika kita lihat dari sisi aktivitas-aktivitas yang mendekatkan pelakunya kepada zina, mulai dari zina hati, zina mata, zina tangan hingga tentu yang paling besar dan sangat Allah murkai adalah ketika sampai mengorbankan kehormatan diri. Disaat ini terjadi maka tak ada lagi yang namanya cinta membawa kebahagiaan, kebahagiaan yang dirasakan sebelumnya hilang sekejap layaknya panas terik di timpa oleh derasnya hujan. Tak ada lagi yang tersisa kecuali hanya penyesalan, rasa malu serta rasa bersalah.

Ketika cinta tak lagi membawa bahagia, jangan salahkan cinta, jangan jadikan cinta sebagai kambing hitam karena bisa jadi itu yang jadi penyebabnya bukan tentang cinta itu karena salah dalam memahami cinta, memaknai yang sejatinya adalah nafsu syahwat sebagai cinta.

Ketika cinta tak lagi membawa bahagia, jangan salahkan cinta, jangan jadikan cinta sebagai kambing hitam karena bisa jadi itu yang jadi penyebabnya bukan tentang cinta itu karena salah dalam memahami cinta, memaknai yang sejatinya adalah nafsu syahwat sebagai cinta. Karena apa?, karena cinta selalu membawa kebahagiaan, cinta adalah energi dahsyat yang Allah anugrahkan kepada setiap insan manusia. Cinta akan selalu menjaga, cinta akan selalu menyelematkan dan menentramkan hati yang merasakannya.

%d bloggers like this: