0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Padahal, apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam ti seoanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.” (an-nahl :58-59)

Itulah gambaran Al-quran tentang kaum jahiliyah disaat mendapati anaknya yang lahir adalah perempuan. Suatu aib yang besar bagi keluarga mereka, seakan runtuh martabat dan kehormatannya ketika memiliki anak perempuan. Tak ada pilihan lain kecuali hanya mengubur si anak hidup-hidup. Jika tidak, tentu kehinaan dan malu yang tak tertanggungkan.

Dan disisi lain wanita yang tumbuh dewasa, hanya dijadikan kelas bawah dalam strata masyarakat mereka, sebagai penghibur, sebagai budak yang bisa diperjual belikan tak ubahnya seperti seekor keledai. Tak ada harga diri wanita saat itu, tak ada kehormatan wanita.

Ketika islam datang, islam hadir menjadi penyelamat kaum wanita, kaum wanita diutamakan didalam islam. Wanita dijaga, bahkan oleh sebagian ulama disanjung sebagai tiangnya agama. Yang populer dengan perkataan “Apabila baik wanita suatu bangsa maka baik jugalah bangsa tersebut, namun apabila buruk wanita suatu bangsa maka buruk jugalah bangsa tersebut”.

Islam mengatur tata kehidupan wanita mulai dari cara berpenampilan, cara berpakaian, cara bergaul bukan untuk mengekang wanita tersebut, namun tidak lain tidak bukan untuk menjaga dan melindungi diri wanita tersebut. Namun sangat disayangkan wanita masa kini malah merasa terkekang dan merasa malu ketika diatur oleh Islam, lebih menyedihkan lagi mereka lebih bangga mengikuti budaya barat.

Menjadikan budaya barat mulai dari cara berpakaian yang serba terbuka, cara berpenampilan dengan kosmetik yang serba menor, cara berkata-kata, cara bergaul bahkan sampai cara bersikap, berfikir dan mengambil keputusan. Sungguh menyedihkan hal ini, menyedihkan ketika wanita itu sendiri tidak menjaga dan menghargai dirinya, bagaimana orang lain mau menghormati dirinya kalau dia sendiri tidak menghormati dirinya sendiri.

Ketika wanita enggan menjaga dirinya, yang dirugikan tentu tidak hanya dirinya sendiri tapi juga orang-orang yang bertanggung jawab atas dirinya sebutlah itu orang tuanya,suaminya, kakak laki-lakinya. Karena mereka juga akan ikut mempertanggung jawabkan atas apa yang kita lakukan.

Selain itu, ketika para wanita enggan menjaga dirinya juga akan berdampak pada jodohnya kelak, karena kualitas pribadi akan menunjukkan kualitas jodoh kita. Ketika jadi pribadi yang menjaga diri dan harga diri in syaa Allah, Allah pertemukan juga dengan laki-laki yang shaleh, taat, menjaga dirinya dan menghormati wanita.

%d bloggers like this: