0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Di salah forum yang kami kelola, kebetulan forum ini lebih khusus membahas tentang dunia percintaan, pacaran dan pernikahan. Sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan dari kaum hawa yaitu jika dia mengagumi seseorang, naksir pada seseorang atau mungkin istilahnya jatuh cinta pada seseorang apa yang mesti dilakukan?

Ini menjadi kebingungan tersendiri bagi kaum hawa, apalagi laki-laki yang dinaksir tidak kenal  dia sama sekali. Tapi entah kenapa hati berdebar-debar dan jantung berdegup kencang ketika melihat wajahnya, mendengar namanya. Ya, bisa jadi ada yang sampai segitu level lebaynya. Sebenarnya ini tidak masalah, tapi akan menjadi masalah adalah ketika si wanita ini memiliki harapan yang tinggi pada laki-laki tersebut. Berharap laki-laki itu akan datang kerumahnya, menemui orang tuanya, melamarnya hingga mempersuntingnya menjadi istri, tapi pada kenyataannya malah laki-laki itu menikah dengan wanita lain. Kekecewaan, satu rasa yang akan timbul, kecewa ketika cinta bertepuk sebelah tangan, kecewa ketika angan-angan tak menjadi kenyataan.

Lalu, bagaimana solusinya?, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dahulu. Yang pertama mencari sebab, apa alasan terkuat sehingga bisa kagum dan memiliki rasa yang begitu kuat pada laki-laki tersebut?, apakah karena kegantengan wajahnya, banyaknya harta yang dimiliki?, status keturunan dan keluarga atau karena agamanya, karena ketaatan serta ketakwaannya?. Tanya diri, temukan jawabannya, jika penyebabnya adalah karena harta, wajahnya dan hal-hal semua lainnya maka segeralah beristigfar. Lupakan saja dia.

Yang kedua mesti diperhatikan adalah apa tujuannya mengaguminya?, apakah ingin pacaran? atau ingin menjadi ayah bagi anak-anakmu kelak. Nah yang ketiga adalah mencocokkan antara penyebab dan tujuannya (baca : niat). Jika penyebabnya adalah karena kamu melihat dalam dirinya ada ketaatan, melekat keimanan dan tertanam ketakwaan yang kuat. Dan kamu merasa ia cocok untuk jadi imammu, ia pantas untuk menjadi ayah bagi anak-anakmu. Maka sampaikanlah padanya.

Bundanya para muslimah, Khadijah R.A memilih Muhammad (Waktu itu belum jadi rasul) sebagai pendamping hidupnya, khadijahlah yang mendatangi muhammad dan memintanya untuk menikahi beliau. Sebuah teladan mulia bagi muslimah sampai akhir zaman kalau tidak ada salahnya jika seorang wanita yang menyampaikan niat baiknya dan meminta seorang laki-laki untuk menikahinya. Namun pada saat sekarang hal ini seolah-olah jadi tabu, suatu hal yang memalukan jika wanita yang menyatakan hal itu pada laki-laki, gengi kalau wanita yang lebih duluan menyatakannya. Padahal sudah dicontohkan oleh bundanya para muslimah Khadijah r.a

Menyampaikan lansung sendiri mungkin ada rasa sungkan dan malu, maka sebagai wasilah bisa melalui perantara untuk menyampaikannya pada laki-laki yang dikagumi. Bisa meminta ayah kita lansung untuk menyampaikan, teman, saudara. Tapi perlu diingat hal ini hanya boleh dilakukan jika sudah benar-benar siap menikah, jadi bukan untuk pacaran, teman tapi mesra, hubungan tanpa status atau apalah itu hubungan-hubungan yang bernilai maksiat lainnya.

 

%d bloggers like this: