Pertanyaan :

Sebelumnya saya sudah di tembung /dodok lawang (adat orang jawa menuju lamaran) namun posisi saya pada saat itu belum mantap dan siap, karna dorongan orang tua dan kakak2 saya lalu meng-iya kan. Dari penilain keluarga saya sudah cocok dg laki-laki ini tapi hati saya yg belum cocok. Di sisi lain saya suka dg laki-laki (muallaf) entah kenapa hati saya lebih berat ke dy. Soal keluarga saya jg blm bnyak tau karna bisa di bilang kami baru kenal. Sedangkan laki2 yg tadi berniat untuk melamar saya. Namun saya masih menunda karna lagi2 saya blm mantap. Saya sudah solat istikharah namun blm ada tanda2 yg pasti saya harus kemana. Saya bingung harus bagaimana mengikuti kata hati saya atau saran keluarga saya walaupun saya masih belum mantap.
Mohon jawaban. Terimakasih ..

Jawaban :

mba D yang baik,

sebelum sampai ke acara dodok lawang ini, apakah mbak pernah berdiskusi dari hati ke hati dengan ibu, bapak atau kakak-kakak?
Apakah ada alasan tertentu dari orangtua dan kakak-kakak untuk menyegerakan pernikahan Mbak?
Adalah hak seorang muslimah untuk menerima atau menolak calon yang datang –tentu saja dengan mempertimbangkan perihal agama dan kualitas pribadi yang bersangkutan. Tetapi jika niat keluarga menikahkan Mbak adalah untuk kebaikan, ini pun tidak salah, karena pernikahan merupakan pintu yang akan menjaga diri kita dari kemaksiatan.
Jika mbak belum bermusyawarah dengan keluarga, maka lakukanlah, agar menjalaninya juga lebih nyaman. Jika ada ketidaksiapan atau bahkan keberatan, mbak bisa utarakan di forum keluarga. Kalaupun ada rasa sungkan dan semacamnya, Mbak bisa minta bantuan pihak ketiga yang dapat mengomunikasikannya pada orangtua atau keluarga. Mudah-mudahan musyawarah bisa menjadi sarana menemukan solusi bersama.
Mengenai istikharah, semua kembali pada pilihan kita masing-masing. Dari sekian banyak pilihan, Mbak bisa menimbang-nimbang mana yang paling baik agamanya, akhlaqnya, keluarganya, dll. Setelah cenderung pada satu pilihan, Mbak bisa melakukan shalat istikharah beberapa kali, sebagai bagian dari ikhtiar dengan melibatkan Allah. Jika itu baik maka Allah akan mudahkan jalannya, dan jika bukan jodoh maka Allah akan jauhkan.
Semoga yang terbaik ya Mbak 🙂
picture : http://www.muralsshop.com/catalog/forest_path_4621184.htm
Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

3 + 5 =

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.