0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Fabiayyi Alaa ‘Iraabikumaa Tukadzdibaan (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan)

31 kali ayat ini diulang didalam Alquran surat Ar-rahman. Allah berulang-ulang mengingatkan kepada kita atas rahmatnya atas nikmatnya. Kenapa Allah mengulang-ngulangnya berulangkali ? karena manusia memiliki sifat tak pernah puas ketika Allah beri nikmat, tidak pandai bersyukur saat dilimpahkan rahmatnya namun sangat mudah berkeluh kesah jika Allah berikan ujian berupa kesulitan serta kesempitan. Bahkan sampai pada tingkatan mengeluh tertinggi dengan menganggap Allah tidak adil, Allah tidak sayang padanya, Allah pilih kasih hal inipun rentan membuat putus asa dari rahmat dan karunia Allah.

Kalau ada pepatah mengatakan “gara-gara hujan sehari hilanglah panas setahun, gara-gara nila setitik rusaklah susu sebelanga” , terkadang kita tidak jarang memandang kehidupan ini seperti pribahasa tadi, karena hanya satu ujian yang Allah berikan kepada kita, maka lupalah kita akan nikmat-nikmat yang Allah karuniakan selama ini.

“Ketika Allah beri ujian dengan kesulitan dan kesempitan maka kita sering bertanya kenapa saya yang mendapatkan ujian ini?, namun kita jarang sekali bertanya kenapa Allah memberi saya nikmat ini?,  ketika Allah beri nikmat dan karunia yang besar “

Rasulullah SAW bersabda mengingatkan kita semua tentang sifat manusia yaitu tidak pernah merasa puas dengan apa-apa yang diberikan padanya.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.(HR. Bukhari no. 6438)

Coba renungkan berapa banyak nikmat yang Allah karuniakan kepada kita selama ini, apakah itu nikmat sehat, nikmat harta, nikmat tempat tinggal, nikmat kesempatan untuk belajar dan mengenyam pendidikan, nikmat keluarga yang utuh, nikmat pasangan, nikmat anak-anak yang shaleh dan shaleha, nikmat udara yang kita hirup, nikmat rezeki yang kita dapatkan dan tentu yang paling besar adalah nikmat iman dan islam. Coba bayangkan dan renungkan kalau perlu mari kita coba tuliskan satu-persatu mungkin kita tidak akan bisa menuliskannya bahkan jika air lautpun kita jadikan tinta sebab sedemikian banyaknya nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita.

Jika hari ini kita masih sering mengeluh, masih sering merasakan tuhan tidak adil kepada kita, masih sering berputus asa maka coba bayangkan dan renungkanlah nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita sering-seringlah menanyakan kepada diri sendiri maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan.

 

%d bloggers like this: