0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

halal

 

Menyuguhkan makanan yang halal dan thayyib bagi keluarga muslim merupakan satu dari sekian banyak tugas orangtua. Para ayah wajib memberikan nafkah yang halal, sementara biasanya para ibu yang lebih jeli memilih bahan makanannya dan meramunya menjadi masakan yang lezat.

Allah swt telah berfirman dalam Al Qur’an, ““Hai sekalian manusia makan-makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah : 168)

Apa saja yang perlu kita perhatikan agar dapat menyajikan makanan yang halal dan thayyib untuk keluarga? Berikut tips-tipsnya :

  1. Mencari nafkah hanya yang halal dan baik saja

Dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah saw bersabda, “Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

Dalam hadits ini sesungguhnya telah jelas panduan utama mencari rezeki, yakni rejeki yang halal dan baik. Jika kita mencari yang haram atau dengan cara yang tidak baik, maka kita patut khawatir ibadah dan doa-doa kita tidak akan Allah terima. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya) : “Wahai, manusia! Sesungguhnya Allah Maha Bersih, tidak menerima kecuali yang bersih. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti memerintahkan kepada para utusanNya, maka Allah berfirman: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. [Al Mukminun : 51].

 

  1. Mempelajari perihal halal-haram zat makanan

Dalam Al Qur’an, yang tergolong haram adalah darah, babi, bangkai, khamr/minuman memabukkan dan setiap sembelihan yang disembelih selain dengan nama Allah (QS. Al Baqarah : 173).  Namun turunan dari golongan ini sebenarnya banyak sekali di sekitar kita, dan sayangnya seringkali tidak kita sadari. Misalnya saja angchiu (minyak babi) yang sering digunakan dalam campuran tumisan, nasi goreng atau chinese food. Kemudian rhum yang mengandung alkohol  juga sering digunakan sebagai penambah aroma dalam kue atau puding. Atau rambut babi yang diproduksi menjadi kuas kue/kuas untuk kosmetik. Dengan mencari tahu zat yang diharamkan atau menjadi haram pada titik kritis tertentu, kita akan lebih waspada mengonsumsinya dalam keseharian.

 

  1. Mengecek kehalalan zat makanan

Di Indonesia, yang memegang otoritas sertifikasi halal adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Suatu makanan perlu melewati serangkaian proses pengecekan yang pada akhirnya menelurkan status halal yang ditandai dengan label halal. Ada baiknya kita memeriksa label halal suatu produk untuk memastikan bahwa barang tersebut benar-benar aman. Kita juga dapat mengajari anak-anak kita untuk memeriksa label halal saat berbelanja bersama ke supermarket. Kesadaran yang ditanamkan sejak kecil ini akan melahirkan sikap kehati-hatian yang akan mereka bawa sampai dewasa. Untuk mengetahui status kehalalan suatu makanan, kita bisa memeriksanya di direktori halal milik Majelis Ulama Indonesia melalui website www.halalmui.org

 

  1. Menghindari bahan-bahan yang merusak tubuh

Untuk memasak makanan yang lezat, ada beragam bumbu dan campuran makanan yang (dalam kadar tertentu) merusak tubuh. Penggunaan MSG yang berlebihan, minuman soda, pewarna dan penambah aroma sintetis, pemanis buatan dan zat lainnya dapat menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan kita. Ada baiknya kita mengganti penggunaan bahan-bahan tersebut dengan yang alami, misalnya memperbanyak rempah, menggunakan bahan alami (seperti sari daun suji sebagai pewarna hijau, sari daun pandan atau lemon segar untuk penambah aroma) dan sebagainya. Resep-resep home made saat ini sudah banyak sekali bertebaran di internet. Rasanya tak kalah enak dan tentu lebih sehat.

 

  1. Menyusun menu seimbang

Menu seimbang terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak dalam kadar tertentu. Sebisa mungkin zat-zat ini terkandung dalam menu sehari-hari supaya kebutuhan tubuh dapat terpenuhi.

 

Menyediakan makanan yang halal dan thayyib bagi keluarga menjadi hal yang sangat penting karena mempengaruhi kehidupan di dunia dan akhirat. Di dunia kita akan mendapatkan kesehatan fisik serta ketenangan batin, sementara di akhirat kita akan selamat dari azab-Nya. Pemahaman ini perlu dimiliki para orangtua dan ditanamkan kepada anak-anak sedari dini, agar keluarga muslim tumbuh menjadi keluarga yang kuat dan mampu optimal beramal serta berkarya.

%d bloggers like this: