0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Syar’i dan cantik, menjadi satu hal yang susah dipertemukan bagaikan air dan minyak ia dimata banyak kaum wanita, tidak sedikit yang memiliki persepsi jika syar’i maka akan berkurang kecantikannya dan berkurang juga daya tariknya namun jika ingin cantik maka tinggalkanlah syar’i.

Parameter kecantikan, apa parameter kecantikanmu?

“Apakah kulit putih bersih yang terbuka?”

“Apakah rambut hitam berkilau yang terurai?”

“Apakah tumbuh indah yang melenggok dengan gemulai?”

Ya, selama ini kita menjadikan hal-hal diatas sebagai parameter kecantikan, karena seperti itulah mindset serta pola pikir kita dibangun oleh media-media barat. Bicara cantik dan wanita adalah bicara tentang keindahan fisiknya, sehingga seolah-olah mutiaranya seorang wanita adalah fisik yang nampak saja. Barat tidak pernah henti-hentinya melakukan edukasi seperti ini kepada setiap wanita diseluruh dunia, dimulai dari mengeluarkan alat-alat kecantikan yang berfokus pemutih kulit, menjaga rambut, obat pelansing atau penurun berat badan yang jikalau kita lihat iklan-iklannya membentuk paradigma tentang apa itu cantik bagi seorang wanita. Di tambah dengan kontes-kontes wanita seperti miss indonesia, miss world, dan lain sejenisnya. Meskipun dalam berbagai kesempatan mereka menyampaikan kalau didalam kontes tersebut yang dinilai tidak hanya kecantikan tapi juga keahlian lain berupa kecerdasan tapi tetap saja hal utama yang menjadi penilaian dalah keindahan serat kecantikan fisik, coba lihat apakah pernah ada peserta kontes-kontes seperti itu wanita dengan berat bada 100 kg lebih dan pendek?, tentu tidak.

Ya, itulah yang membentuk persepsi kita, anak muda, remaja kita hari ini tentang kecantikan. Sehingga anak muda kita hari ini menjadikan barat sebagai rujukan utama dari bagaimana berpenampilan serta berpakaian. Ketika di tawarkan bagaimana semestinya berpakaian dalam islam, yang ada hanya rasa minder, malu dan tidak percaya diri.

Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika kita memiliki persepsi kalau cantik itu hanya seputar fisik maka secara tidak sengaja atau mungkin tidak sadar kita telah mengikuti umat-umat sebelum kalian (Baca : yahudi dan nasrani) seperti yang Rasulullah sebutkan dihadist di atas. Tentu disana mereka merasa sangat bahagia sekali ketika banyak kaum muslimin bangga mencontoh cara dan gaya hidup mereka karena memang itulah visi dan misinya.

Islam bukan tidak memperhatikan penampilan, islam bukan tidak peduli tentang kecantikan, justru islam sangat menjaga hal itu karena kecantikan adalah mutiaranya wanita, intan berharganya seorang muslimah. Islam menjaga dan melindungi itu semua agar tidak bisa dinikmati atau dilihat oleh semua orang tapi hanya istimewa untuk suaminya kelak. Islam ingin cantik wanita muslimah selalu terjaga bagai mutiara. Tidak diumbar-umbar secara “murahan”.

So, berpenampilan secara syar’i tidak akan mengurangi kecantikanmu, bahkan malah sebaliknya meningkatkan kecantikan, menjaga kecantikan tersebut hanya untuk orang-orang yang benar-benar halal dan pantas melihatnya sehingga berbuah pahala. In syaa Allah makin syar’i makin cantik.

 

 

 

 

%d bloggers like this: