0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Ayah-bunda semua, sudahkah anda mengenalkan olahraga panahan ini pada putra-putri anda? Mungkin olahraga ini tidak begitu populer dibanding olahraga lainnya. Tetapi untuk manfaat, InsyaAllah sangat banyak kebaikan darinya. Rasulullah Saw pun menganjurkan untuk para orangtua agar mengajarkan anak-anaknya olahraga ini. Memanah.

Panahan merupakan salah satu olahraga tertua di dunia, olahraga ini sudah mulai ada sejak 5000 tahun yang lalu, awalnya digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran dan kemudian sebagai olahraga ketepatan. Seseorang yang gemar atau merupakan ahli dalam memanah disebut juga sebagai pemanah.

Sementara busur telah ditemukan pada masa Paleolitik atau awal periode Mesolitik. Petunjuk tertua akan fungsinya di Eropa datang dari Stellmoor di Lembah Ahrensburg, bagian utara dari Hamburg, Jerman dan tanggal dari akhir Paleolitik, sekitar 10.000-9.000 SM.  Busur dan panah telah hadir pada budaya Yunani sejak keduanya berasal dari Predinastik (masa sebelum ada kerajaan). Di Levant, artefak yang mungkin menjadi gagang panah pelurus diketahui berasal dari budaya Natufian, ke depan. Orang-orang El-Khiam dan PPN A memanggul Khiampoints mungkin sebagai panah.

Peradaban klasik, terutama Assirian, Persian, Parthian, Indian, Korean, Cina, Jepang dan Turki menerjunkan pemanah dalam jumlah yang besar pada tentara perangnya. Busur besar Inggris terbukti nilainya untuk pertama kali di Perang Benua ketika Pertempuran Crecy. Pemanah Amerika telah tersebar luas ketika Kontak Eropa.

Panahan berkembang pesat di Asia. Istilah Sansekerta untuk panahan, dhanurveda, pada saat ini digunakan untuk istilah seni beladiri. Di Asia Timur, Goguryeo, satu dari Tiga Kerajaan Korea, terkenal dengan resimennya sangat berbakat dalam memanah.

Tentu menjadi pertanyaan besar kenapa panah tetap bertahan dalam rentang waktu yang cukup lama. Panah digunakan lintas peradaban, lintas keyakinan dan lintas generasi. Tentu ada ‘rahasia’ tersenyembunyi dari panah ini. Tidak hanya sebagai senjata atau cabang olahraga saja tetapi juga sebagai alat untuk membentuk kepribadian seseorang.

Jika kita tilik kilas balik sejarah seseorang yang memiliki keahlian memanah memiliki kepribadian yang bagus, kematangan mental serta juga cara pikirnya.

Akhir-akhir ini muncul penemuan, dan penemuan itu menjadi alasan juga kenapa buku ini hadir ke hadapan sahabat pembaca semua. Yaitu sebuah penemuan bahwa panahan bisa mengubah karakter seseorang.

Aktivitas memanah mampu dijadikan sebagai sarana mengubah karakter karena terjadinya aktivitas pengulangan dalam memanah. Sementara kita tau sesuatu yang dilakukan secara berulang akan membentuk kebiasaan, kebiasaan yang terus dipupuk akan membentuk sebuah karakter.

Aktivitas memanah memiliki empat langkah latihan, yang mana jika ke empat langkah ini diulang-ulang secara teratur akan mampu mengubah karakter seseorang. Empat langkah tersebut adalah ;

Calm, Fokus, Brave dan Win

Pak Defrizal Siregar, S.Or, MM, Presidennya Indonesia Archery Schools Program (INASP) sekaligus Archery coach mengatakan, ada empat pembentukan karakter yang bisa dilatih lewat memanah.

1. Calm

Ketenangan ini diperoleh melalui pengendalian diri. Bahkan Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa jihad terbesarnya manusia adalah menahan hawa nafsunya. Nafsu-nafsu negatif seperti amarrah, harus bisa dikendalikan saat akan memanah.

Membuat diri setenang mungkin dan melepaskan semua hal yang mengganggu pikiran tentu perlu latihan terus-menerus. Jika tidak, sangat sulit bisa mengendalikan anak panah dan melepaskannya menuju target.

Latihan yang rutin bisa membuat kita terlatih mengendalikan pikiran, sehingga kita bisa lebih tenang merespon sekeliling dalam aktivitas sehari-hari. Saat ini kita melihat banyak anak-anak yang mengalami kesulitan untuk tenang, menjadi pribadi yang grasak-grusuk. Dalam melakukan berbagai hal akhirnya juga sering tidak berhasil. Karena apapun target capaian yang ingin di raih dalam kehidupan ini membutuhkan ketenangan untuk meraihnya.

2. Focus

Setelah seluruh tubuh dan jiwa kita tenang, hal berikutnya yang diperlukan adalah fokus. Fokus pada tujuan, dan memindahkan papan target mendekati jarak pandang kita meski jarak aslinya 5 m, 7 m, 10 m atau 15 m. Membuat papan target serasa dekat di depan mata itulah yang akan dilatih dengan olahraga panah.

Dalam olahraga panah akan berlatih memusatkan pikiran pada satu titik, titik target yang akan dicapai. Singkirkan hal-hal yang bisa mendistraksi fokus kita. Begitu otak terpusat di sana, tubuh pun akan merespon dan bergerak menuju target itu.

3. Brave

Menarik busur panah itu perlu keberanian, dan kekuatan tentunya. Berani mengeluarkan energi yang ada dan mengarahkannya dengan penuh keyakinan. Tak boleh ragu. Hal ini yang dilatih dalam proses memanah. Tanpanya, tak mungkin anak panah akan melesat menuju sasaran yang tidak dekat jaraknya.

Dalam menghadapi kehidupan pun kita membutuhkan keberanian. Keberanian untuk memulai, mengambil keputusan, mengambil resiko serta hal-hal kreatif lainnya. Jika keberanian ini tidak tumbuh dengan baik dalam diri anak tentu dia akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu bergantung pada orang lain. Menjadi pribadi yang penakut, takut melangkah, takut memulai, takut mengambil keputusan serta beragam ketakutan lainnya.

4. Win

Meraih kemenangan adalah harapan semua orang. Apapun bentuknya, semua tergatung target kita. Untuk mencapainya butuh effort. No pain no gain. Tidak ada yang mudah. Dalam memanah pun, kita perlu perjuangan. Ada tubuh yang lelah, badan pegal, otot kaku dan sebagainya.

Namun, demi meraih kemenangan hal-hal itu harus dipinggirkan lebih dahulu.Saat mengawali aktivitas memanah setiap orang butuh ketenangan, maka latihan pertama yang terus dilatih dalam panahan adalah ketenangan. Pada langkah kedua saat menarik anak panah dibutuhkan fokus, fokus pada satu tujuan yaitu papan target. Langkah ke tiganya adalah ketika menarik anak panah disinilah keberanian, berani untuk melepaskannya. Dan yang terakhir adalah ketika anak panah mencapai sasarannya itulah win (kemenangan) .

Untuk menjadi pemanah yang unggul tentu tidak sekali jadi, butuh waktu untuk latihan, niat yang kuat, kemauan yang kuat serta kesabaran. Maka saat berlatih panah banyak sekali kebaikan yang didapat. mJadi panahan bisa mengubah karakter sebab 4 hal tersebut diulang – ulang.

Islam pun sangat menganjurkan memanah, ini bisa kita dapati dari beberapa hadits Rasulullah Saw dan juga riwayat para shahabat Nabi Saw yang melakukan olahraga panahan.

Dalam satu riwayat diceritakan setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah. Kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya, namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata; “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah SAW?”, ia menjawab; “Mau”,

Uqbah berkata; “Saya telah mendengar beliau bersabda; ‘Sesungguhnya Allah Azza Wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah’.

Beliau bersabda; ‘Berlatihlah memanah dan berkuda, dan jika kalian memilih memanah, maka hal itu lebih baik daripada berkuda’.”
(HR. Ahmad)

Masih tentang anjuran berenang Rasulullah Saw bersabda :

Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.”
(HR. An-Nasa’i).

Sementara dalam Riwayat lain Rasulullah Saw juga bersabda :

“Kamu harus belajar memanah. Karena memanah itu adalah sebaik-baik permainanmu.”
(HR. Imam Bazzar dan Imam Thabrani)

Umar bin Khattab suatu ketika pernah berpesan : “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda”.

Itulah beberapa dari pesan Rasulullah pada kita tentang memanah, Rasulullah Saw termasuk juga Umar begitu menyarankan memanah tentu karena banyak hikmah dibalik permainan ini. Lagi – lagi tidak hanya sekedar untuk senjata dalam perang atau olahraga semata.

Pada hadits pertama Rasulullah Saw menasihatkan Uqbah bin Amir Al Julani untuk lebih memilih memanah, dan menyebutkan itu lebih baik dari berkuda.

Pada hadits kedua Rasulullah Saw mengingatkan kita agar mengisi keluangan waktu dengan memanah dan menghindari senda gurau. Sementara pada hadits terakhir di atas Rasulullah Saw memberi tau memberi tau kalau memanah adalah sebaik-baiknya permainan.

Jelas memanah adalah anjuran Rasulullah, setiap anjuran dari Rasulullah tentu tersimpan hikmah dan kebaikan di dalamnya dan menjalankan dari anjuran Rasulullah Saw juga adalah amal baik karena menjalankan sunnah Rasulullah Saw.

Jadi sudah semestinya setiap orang tua mulai melatih diri memanah dan juga membudayakan aktivitas memanah dalam keluarganya dengan cara mengajarkan anak-anak memanah. Jika aktivitas memanah ini diajarkan pada anak sejak dini tentu akan banyak sekali manfaat bagi anak.

Dari empat langkah yang kita bahas di atas tadi yaitu Calm, Focus, Brave dan Win jika dilatih secara maksimal dan teratur tentu akan membentuk karakter positive dalam diri anak.

Adapun bagi anak – anak sendiri, selain untuk membentuk karakter memanah juga memiliki banyak manfaat nyata di antaranya adalah :

1. Salah satu olahraga paling aman

Ini sangat menarik, jika anda termasuk orang yang beranggapan bahwa olahraga panahan termasuk olahraga berbahaya maka itu salah besar sebab panahan adalah salah satu olahraga yang relatif lebih aman dibanding olahraga lain paling resikonya hanya lecet atau lebam di pergelangan tangan. Berbeda halnya dengan olahraga lain yang mungkin saja bisa menyebabkan cedera, patah atau mungkin juga kematian.

2. Mampu mengubah prilaku anak menjadi lebih baik.

Anthony Park, koordinator panahan di Cullman Taman dan Rekreasi di Alabama, mengatakan kepada Asosiasi Perdagangan Panahan: “Setelah anak-anak menyadari bahwa mereka hanya bisa menembak jika mereka mengikuti aturan, mereka mendapatkannya.

Saya telah melihat anak-anak dengan masalah perilaku terburuk meluruskan karena mereka tahu jika mereka mengikuti aturan, mereka bisa menembak. Ini seperti sihir.”

3. Mengajarkan Pertumbuhan Pola Pikir

Dengan latihan, pemanah muda belajar untuk tidak terlalu emosional ketika mereka membuat tembakan yang buruk. Sebaliknya menunjukkan nilai diri mereka pada permainannya, mereka akan belajar untuk menganalisis tembakan mereka dengan pikiran yang dingin dan memperbaiki putaran berikutnya.

4. Meningkatkan Ketangguhan Mental

Pemanah tidak hanya perlu kekuatan fisik tetapi juga ketangguhan mental. Hanya dengan berlatih panahan pemanah muda akan memperkuat fokus, kesabaran dan belajar untuk tetap memotivasi diri.

5. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Panahan menawarkan kepuasan besar dalam menggabungkan kemampuan fisik dan mental untuk efek yang baik. Apa pun hasil akhirnya, setiap pemanah mendapatkan kepuasan dari memenangkan pertempuran dalam dirinya sendiri.

6. Memberikan Sebuah Rasa Pencapaian

Tidak semua anak-anak menyukai olahraga tim. Olahraga perorangan seperti panahan dapat memberikan anak-anak ini tempat untuk berprestasi. Berada dalam posisi untuk menarik tali dan berhasil menembakkan panah langsung ke target pasti akan memberi seorang anak rasa pencapaian yang hebat.

7. Mengajarkan anak menetapkan tujuan

Di panahan, fokusnya adalah pada target. Panahan menawarkan lingkungan penetapan tujuan yang sempurna. Mulai dengan tujuan-tujuan yang sederhana seperti berfokus pada cincin target yang lebih kecil dan peningkatan, pemanah muda dapat menetapkan target sendiri untuk setiap sesi latihan dan memantau kemajuan mereka.

8. Sesuatu yang Keren

Setiap anak memimpikan menjadi pahlawan super. Mampu menembak panah akan membiarkan anak-anak merasa seperti pahlawan fiksi yang Pemanah Keren -Green Arrow, Hawkeye, Katnis Everdeen, Legolas, Robin Hood, Rambo, dan lain-lain!

9. Mengajarkan Keterampilan Berharga

Sikap sportif, kebugaran fisik, berburu, fisika adalah beberapa keterampilan yang anak Anda akan pelajari. Semua berharga seperti dalam kasus Zombie Apocalypse.

Itulah beberapa hal tentang panah, semoga para ayah-bunda semuanya bisa memanfaatkan olahraga panahan ini sebagai cara untuk menghidupkan sunnah Rasulullah Saw dan juga membentuk karakter positive dalam diri anak.

 

 

%d bloggers like this: