Pertanyaan :

Assalamualaikum maaf klw boleh saya mau bertanya…..Saya udah lama suka sma sseorang tpi dia tdk mengenal saya seiring brjlnya waktu dia pun sdkit mngnal saya…¬† walau saya sering melihatnya dn sya hnya bisa memendam rasa ini sampai akhirnya sya berbicara langsung lewat hp dg dia dn disambungkn tmn saya lalu bilang klw saya mengagumi dia awalnya sblum saya bilang dg dia langsung dia bilang dia tdk suka dg saya sampai akhirnya dia pacaran dg sseorang tpi saya sllu berdoa sm Allah tetap menunggu pda ahirnya dia putus tpi sekarang setiap saya mengutarakan kata” lewat sosmed dia sprti merasa dn langsung ngebales lewat kata” melalui sosmed juga sampai akhirnya sya pun sering dimimpiin seakan” dia senyum dg saya dn saya masih bingung apa dia juga ada rasa dg saya krna dia yg pemalu pendiam tdk pernah ada kode” melalui tmn atau apa jdi susah ditebak dn perasaan ini sudah berjalan kurang lebih 2 taun…..trimkasih wassalamu’alaikum
Judul Pertanyaan: Tentang perasaan

Jawaban :

alaikumussalaam wrwb

Halo mba R ūüôā
memendam perasaan memang tidak enak ya, apalagi jika si dia tidak merespon seperti yang kita harapkan.
Tapi ngomong-ngomong, sampai kapan mbak akan memendam perasaan seperti ini? Sampai kapan akan berharap? Bagaimana jika ternyata dia bukan jodoh kita? Berapa banyak waktu terbuang untuk memikirkan hal yang belum pasti?
Kalau memang mbak sudah sanggup menikah, maka sebaiknya segera menikah daripada terombang-ambing dalam perasaan tak menentu. Tapi jika kita belum sanggup melakukannya, maka berpuasa dan menahan diri adalah jalan terbaik yang dituntunkan Rasulullah.
Nah, sekarang coba mbak Rahma ukur diri, apakah sudah siap menikah? Dan apakah si dia yang kita sukai, bersedia menikahi kita?
Jika jawabannya “belum/tidak”, maka sebaiknya kita mengikuti arahan Rasul saw untuk berpuasa terlebih dahulu. Plus,¬†sebaiknya mbak coba¬†untuk menyibukkan diri dengan kegiatan positif agar energi kita teralihkan. Sayang kan waktu dan energi kita terbuang untuk memikirkan orang yang tidak memikirkan kita? Terlebih lagi untuk berpacaran yang hanya membuka pintu zina. Naudzubillahi min dzaalik.
Yuk mbak, lebih baik kita atur diri untuk memikirkan hal lain yang jauh lebih penting. Menata diri untuk masa depan dan cita-cita, sibuk dengan ibadah dan kegiatan bermanfaat, serta berteman dengan orang-orang yang shalihah, insyaa Allah akan membentengi diri kita dari kemaksiatan.
Semangat ya!
***
picture : http://www.goodwp.com/nature/15721-flower-grass.html
Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

3 + 6 =

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.