0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Bagi anak muda masa kini, cinta adalah segalanya, bahkan cinta menjadi syarat utama untuk memulai pernikahan. Tak sedikit yang memiliki persepsi jika tidak cinta maka tak akan bisa memulai pernikahan. Mungkin pertanyaan kami adalah :

– Apakah cinta menjamin kebahagiaan sebuah pernikahan?

– Apakah jika menikah tanpa cinta maka pernikahannya akan hancur?

– Apakah cinta bisa ditumbuhkan?

– Dan mungkin banyak pertanyaan lainnya terkait dengan hal ini.

Untuk memahami hal ini secara menyeluruh kita mesti meluruskan niat terlebih dahulu, tanyakan pada diri sendiri untuk apa kita menikah?, untuk siapa kita menikah? karena apa kita menikah?.

Jika jawabannya karena manusia, karena si dia, untuk si dia, karena kebaikan si dia, karena keelokan wajahnya, maka memang butuh sekali kita menikah dengan orang yang sudah kita cintai. Namun harus hati-hati juga karena jika kita menikah dengan cinta dan mencintai karena wajahnya, hartanya dan fisiknya maka ketahuilah suatu saat itu akan hilang, akan sirna, nah ketika itu hilang dan sirna masihkah kita tetap mencintainya?. Contoh kita mencintai seseorang karena ketampanan dan hartanya, jika suatu saat tampannya berkurang, hartanya hilang masihkah tetap ada cintanya atau malah cintanya ikutan berkurang?

Tak sedikit rumah tangga yang putus dipertengahan jalan alias cerai hanya dengan alasan tidak se-visi lagi, tidak cinta lagi, tidak sayang lagi, padahal mereka memulai pernikahannya dengan cinta yang dalam melekat, bahkan pacaran hingga setengah dasawarsa tapi ketika menikah mereka malah bercerai hanya karena tidak se-visi lagi, hanya karena tidak cinta lagi. Apa penyebabnya?, karena mereka memulainya karena cinta pada manusia maka jika dia tidak menemukan lagi penyebab kenapa ia mencinta maka disaat itulah ia akan putuskan untuk tidak bisa melanjutkan lagi karena lagi-lagi asas pernikahannya berdasarkan pada cinta.

Sementara dalam Islam semestinya kita menjadikan pernikahan sebagai salah satu ibadah untuk menggapai ridho Allah, salah satu aktivitas mulia untuk melanjutkan keturunan yang shaleh/ha berguna bagi bangsa dan umat ini. Maka sejatinya pernikahan dalam Islam tidak dibutuhkan cinta untuk memulainya, mencintai Allah dan ingin menggapai ridhonya cukup untuk memulai sebuah pernikahan.

Jika memang belum ada rasa, belum ada cinta pada pasangan, maka bahagiakanlah pasangan kita sebagai bentuk cinta kita pada Allah, sebagai bentuk ketaatan kita dalam meraih dan mencapai ridho Allah. Ketika cinta pada Allah menjadi pondasi pernikahan kita, maka yakinlah pernikahan itu Allah beri kebarakahan, Allah tumbuhkan benih-benih cinta diantara dua insan-insan yang sama-sama bersatu karena Allah dan dalam keridhoan Allah. Selamat mencoba 😀

 

Sumber foto : internet.telkomsel.com

%d bloggers like this: