0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR al-Bukhari )

Memuliakan anak yatim, ya itulah salah satu aktivitas mulia bagi setiap muslimin, karena Rasulullah mengatakan beliau sangat dekat dengan orang yang menanggung anak yatim sembari menunjuk jari telunjuk dan jari tengah sebagaimana hadits diatas. Rasulullah SAW jauh-jauh hari mewasiatkan pada kita untuk memuliakan anak yatim, mengambil tanggung jawab atasnya serta tidak membiarkannya terlantar.

Alhamdulillah dibulan nan mulia ini banyak sekali orang berhati mulia yang memuliakan anak yatim, mulai dari memberi santunan, mengadakan buka bersama dengan anak yatim, memberikan parcel lebaran dan bingkisan lainnya. Harapan kita bersama tentu agar kita semua tidak hanya menyantuni anak yatim di momen-momen tertentu akan tetapi juga mengambil tanggung jawab atasnya sebagaimana Rasulullah sebutkan “menanggung anak yatim”. Apakah itu membiayai hidupnya secara penuh, membiayai sekolah, mendidiknya sebagaimana mendidik anak sendiri. Jika belum cukup dananya, semoga Allah mudahkan kita untuk bisa melakukan aktivitas ini.

Tidak akan berkurang harta kita jika kita menyisihkan sebagiannya untuk anak yatim, akan tetapi In syaa Allah. Allah akan ganti dengan yang lebih baik, Allah akan ganti dengan yang lebih banyak, Allah akan ganti dengan yang lebih berkah. Memuliakan anak yatim termasuk pada salah satu sunnah dari Rasulullah SAW yang amat mulia, sudah sepantasnya kita sebagai umat islam mengikutinya.

Saudaraku, mumpung di bulan nan mulia ini mari kita pergunakan kesempatan untuk memuliakan anak yatim, sedikit harta yang kita sisihkan sangat berarti bagi mereka, sedikit harta yang kita berikan akan menjadi buah senyum kebahagiaan baginya. Manfaatkanlah waktu yang ada untuk berbagi dan menyantuninya.

Tidak terlalu peduli apapun profesimu apakah itu seorang pegawai negeri sipil, guru, pengusaha, pedagang, pelajar maupun mahasiswa marilah bersama-sama, marilah berbondong-bondong kita menyantuni anak yatim. Bahagiakan mereka, membuat mereka tersenyum bahagia karena yakinlah di balik senyum kebahagiaannya tersebut ada barakah, ada cinta dan doa dari Rasulullah untuk kita.

Terakhir mari sama-sama kita berdoa pada Allah swt, semoga Allah mudahkan kita, rezeki kita, urusan kita hingga kitapun bisa menyantuni serta mengambil tanggung jawab atas anak yatim. Mengikuti sunnah Rasulullah memuliakan anak yatim, Aamiin Ya Allah, Aamiin Ya Rabb

Sumber foto : firdausociety.blogspot.com

%d bloggers like this: