Setiap anak Allah karuniakan fitrah keimanan dalam dirinya, yang mana dengan fitrah ini akan mengarahkan anak untuk selalu dekat pada Rabb-nya dan taat pada setiap perintah-Nya. Fitrah keimanan yang ada dalam diri anak inilah yang akan menuntunnya untuk selalu hidup dalam ketaatan pada Allah Swt. Namun terkadang orangtuanya sendirilah yang membuat fitrah ini layu, mati hingga hilang dari diri anak.

Sebab, kelalaian orangtualah fitrah keimanan ini terkikis dan akhirnya anak semakin jauh dari ketaatan dan berat untuk melakukan sesuatu yang Allah perintahkan. Salah satunya adalah perintah menutup aurat.

Ketika masih kecil orangtua membiarkan saja anaknya berpakaian yang terbuka, tidak menutup aurat hingga akhirnya setelah beranjak dewasa sulit untuk menyuruhnya menutup aurat. Lalu bagaimana solusinya ? Kenalkan anak pada auratnya dan bagaimana semestinya menutup aurat sejak sedini mungkin, sembari dengan terus memupuk fitrah keimanannya. Sehingga pada akhirnya anak akan memilih menutup aurat dan berjilbab dengan sendirinya, atas kesadaran sendiri.

Berjilbab kewajiban dari Allah Swt untuk setiap muslimah

Berjilbab bagi wanita adalah wajib bagi setiap muslimah, sama dengan wajibnya shalat, puasa dan zakat. Sebagaimana Allah Swt perintahkan melalui firmannya :

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…”
(An-nur : 31)

Dan dalam surah yang lain Allah Swt juga berfirman :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha Pengampun lagi maha penyayang.”
(Al-Ahzab : 59)

Bagi setiap muslimah mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya adalah sebuah kewajiban. Jika kewajiban ini dilanggar oleh seorang muslimah tentu akan membuat dirinya berdosa dan juga orang-orang yang bertanggung jawab atas dirinya seperti suami dan orang tua.

Mengenakan jilbab adalah bentuk  kecintaan pada Allah dan Rasulnya

Setiap kita tentu mesti menjadikan cinta pada Allah dan Rasul-Nya sebagai cinta yang utama.  Maka melaksanakan segala perintah Allah adalah salah satu mewujudkan rasa cinta pada Allah dan Rasul. Mengenakan jilbab bagi muslimah adalah bentuk ketaatan dan cinta seorang hamba pada Rabb dan Nabinya.

Allah Swt berfirman :

“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.”
(An-Nissa : 13)

Dan dalam ayat lain masih tentang hal yang sama Allah Swt berfirman :

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(An-Nisa’:69)

Dan dalam ayat lain :

“dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan
(An-Nur : 52)

InsyaAllah, tidak akan merugi dan kecewa orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Berjilbab adalah wujud dari keimanan seorang muslimah

Berhijab atau berjilbab khusus diperintahkan oleh Allah Swt kepada wanita-wanita beriman, tentu menjadi kewajiban bagi setiap orang tua agar mendidik anaknya berjilbab syar’i dan membiasakannya sejak dini. Ini adalah wujud cinta orang tua pada anaknya, wujud kalau anaknya adalah seorang putri yang beriman kepada Allah Swt.

Perintah Allah Swt dalam Al-qur’an pun selalu diawali dengan perintah untuk wanita beriman. Seperti “Katakanlah (wahai Muhammad) kepada para wanita beriman.” Dan juga dalam ayat lain disebutkan : “Dan wanita-wanita yang beriman…..”

Berjilbab akan menjaga dan melindungi diri putri

Banyak terjadi pelecehan terhadap kaum wanita diakibatkan oleh para wanita itu sendiri, mereka berpakaian tapi telanjang, mengumbar aurat yang memancing syahwat. Berjilbab dan menutup aurat dengan sempurna akan membantu menundukkan pandangan mata kaum laki-laki. Atau setidaknya meredam nafsu syahwat yang bergejolak dalam diri mereka.

Allah Swt berfirman :

“Supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang” (Al-Ahzab : 59)

Berjilbab adalah wujud dari seorang wanita yang memiliki rasa malu

Satu hal berharga yang dimiliki seorang muslimah adalah rasa malu, malu kalau laki-laki lain melihat sesuatu yang tak semestinya terlihat. Dia malu kalau perhiasan yang Allah karuniakan pada dirinya bisa dinikmati oleh sembarang laki-laki yang bukan mahramnya.

Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya setiap din (baca : agama) mempunyai akhlak, sedangkan akhlak dari agama Islam adalah sifat malu.”
(Shahih Ibnu Majah)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw juga bersabda :

“Sifat (rasa) malu seluruhnya adalah kebaikan.”
(HR.Muslim)

 

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.