0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Fitrahnya anak-anak kita dalam dirinya sudah tersemai bibit-bibit kebaikan. Bibit keimanan dan juga akhlak mulia. Tugas kita sebagai orangtua adalah menumbuhkan kebaikan dalam dirinya. Rasulullah Saw mengingatkan

“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah hingga ia fasih (berbicara), maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(H.R. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)

Termasuk juga dengan akhlak mulia, dalam diri setiap anak kita sudah terinstall akhlak mulia sebab itu fitrahnya. Tapi terkadang sebab kelalaian orangtua fitrah kebaikan dalam diri anak tidak tumbuh dengan baik. Maka, menjadi kewajiban orangtualah untuk menumbuhkan, merawat hingga tumbuh subur dan mengakar setiap bibit kebaikan dalam diri anaknya.

Pergaulilah manusia dengan akhlak mulia
(HR. at-Tirmidzi)

Rasulullah SAW berpesan kepada kita agar memperlakukan setiap manusia dengan akhlak yang baik. Akhlak atau perilaku yang mulia akan muncul dalam diri anak dengan baik jika orangtua merawatnya dengan baik., tentu untuk menumbuhkannya semenjak dini mungkin. Sejak masa anak-anak tentunya. Inilah tugas ayah dan ibu, menumbuhkan akhlak mulia dalam diri anak sejak dini, hingga tumbuh menjadi kebiasaan yang sulit diubah lagi hingga dia dewasa kelak.

Berikut adalah 7 cara mudah menumbuhkan akhlak mulia dalam diri anak sejak dini yang bisa ayah ibu lakukan.

1.  Memberikan contoh akhlak yang baik

Pemelajaran terbaik untuk anak adalah melihat dan mencontoh. Orang yang paling pertama akan dicontoh oleh anak tentu adalah ayah, ibu dan kakak-kakaknya. Jadi salah satu cara terbaik menumbuhkan akhlak mulia dalam diri anak adalah dengan memberikan contoh teladan baik kepada mereka.

Anak yang masih kecil belum bisa membedakan mana yang baik dan salah. Baginya apa yang dilakukan oleh orangtuanya juga perlu dilakukan olehnya. Anak sama sekali tidak peduli apakah itu hal baik atau hal buruk. Sebagai contoh saat sering melihat orangtua minum berdiri maka anak akan ikut-ikutan juga minum berdiri. Begitu juga dengan aktivitas lainnya. Jadi untuk menumbuhkan akhlak mulia dalam diri anak dimulai dengan membentuk kepribadian dan akhlak mulia dalam diri orangtuanya.

2. Kenalkan tentang perilaku baik kepada anak sejak dini

Anak perlu kita kenalkan tentang perilaku baik sejak dini, berbagai akhlak mulia bisa diajarkan dengan mengenalkan padanya. Seperti adab makan minum, adab tidur, adab ketika bertemu dengan yang lebih tua dan lain sebagainya. Selanjutnya kita juga perlu menyampaikan pada anak tentang dampak kebaikan yang akan didapatkan dengan akhlak mulia, baik itu dampak di dunia maupun di akhirat. Cara mengenalkan berbagai prilaku yang baik pada anak bisa melalui tontonan edukatif atau pun buku-buku inspirastif. Saat ini sudah cukup banyak dijual berbagai buku atau tontonan khusus anak-anak dengan berbagai tema.

3. Kenalkan tentang perilaku buruk kepada anak sejak dini

Selain perilaku baik, anak juga perlu kita beri tahu tentang perilaku buruk. Akhlak buruk yang seharusnya jangan dicontoh dan jangan dilakukan oleh anak. Lengkap juga dengan mudharat yang akan didapatkan jika tetap melakukan keburukan, baik dunia maupun akhirat. Kita harus menumbuhkan benteng penjaga dalam diri anak sejak dini agar terhindar dan terjaga dari akhlak buruk.

4. Berikan apreasiasi jika anak melakukan kebaikan

Memberikan apresiasi berupa pujian kata, hadiah atau senyuman indah ternyata sangat jarang dilakukan oleh orang tua pada anaknya. Karena kebanyakan orang tua lebih mudah melihat kesalahan anak lalu menghukumnya ketimbang melihat kebaikan dan memberikan apreasiasi. Padahal apresiasi sangat dibutuhkan anak untuk perkembangan mentalnya, dengan adanya apresiasi anak merasa kalau dirinya dianggap, dia tau kalau melakukan kebaikan akan berdampak baik juga sehingga hal ini menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus melakukan kebaikan.

5. Tegur dan ingatkan anak secara baik-baik jika melakukan keburukan

Saat anak melakukan kesalahan tegur dan ingatkanlah dia dengan cara yang baik-baik. Hindari membentak,memaki, memukul bahkan mengancam anak saat dia melakukan kesalahan. Saat melakukan kesalahan anak butuh orang yang mengingatkannya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Jika sebagai orangtua kita sering memarahi anak, membentak atau memakinya. Maka anak akan menuruti keinginan kita karena rasa takut bukan karena kesadaran dari dalam dirinya. Sementara yang terbaik tentu ketika anak patuh dan nurut pada orangtua karena merasakan cinta kasih dari orangtuanya.

6. Pastikan anak melakukan interaksi sosial dengan orang-orang berprilaku baik

Setelah anak beranjak remaja tentu perilaku atau akhlaknya juga ditentukan oleh pergaulannya. Anak akan melihat teman-teman sepergaulan atau orang yang sering berinteraksi dengannya. Untuk itulah kita sebagai orang tua perlu mendampingi anak untuk memastikan dengan siapa saja dia berteman. Jika kita melihat anak kita bergaul dengan orang-orang yang cenderung memiliki akhlak buruk maka secepatnya ingatkan agar lebih berhati-hati dalam memilih teman.

7. Sabar dan konsistenlah dalam menanamkan akhlak mulia pada anak

Anak adalah investasi masa depan, membentuk kepribadian anak, menanamkan akhlak mulia dalam diri anak tidak bisa dilakukan dalam waktu sehari atau dua hari saja. Butuh proses untuk mendapatkan hasil terbaik, bahkan mungkin prosesnya akan sangat pajang sekali. Sampai akhir hayat nanti. Untuk itulah butuh kesabaran dan konsisten dari kita para orang tua dalam mendidik anak-anak kita.

InsyaAllah dampak kebaikan yang kita dapatkan nanti jika anak-anak kita memiliki akhlak mulia tentu tidak hanya berupa kebahagiaan di dunia namun juga akhirat nanti.

%d bloggers like this: