0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

morningrush

 

Libur telah usai. Saatnya Anda kembali bekerja dan anak-anak kembali ke sekolah. Namun rutinitas ini seringkali diawali dengan pagi yang penuh ‘kerusuhan’. Bangun terlambat, lamban untuk pergi mandi, makan terlalu lama, barang-barang yang belum dikemas, dan berbagai hal yang membuat pagi begitu berantakan. Stress rasanya. Akibatnya kita berangkat dengan perasaan tak nyaman, dan anak-anak pun memulai proses belajarnya dengan hati tak riang. Apakah morning rush seperti ini yang Anda alami sehari-hari?

Rasulullah saw mendoakan dalam haditsnya, ““Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (Shahih riwayat Abu Daud). Ini menunjukkan bahwa pagi adalah waktu yang penuh berkah, penuh kebaikan. Alangkah sayangnya jika waktu yang baik ini terwarnai dengan hal-hal tak menyenangkan yang semestinya dapat kita atasi.

Jadi jika kita dapat melalui pagi dengan keceriaan dan hal yang membahagiakan seluruh anggota keluarga, tentu keberkahan itu akan semakin terasa. Bagaimana caranya? Yuk kita simak tips melewati pagi dengan lancar :
1. Persiapkan keperluan pagi di malam hari
Seringkali kita sibuk menyiapkan peralatan yang akan dibawa, baru pada keesokan paginya. Tentu hal ini menyita waktu dan membuat kita gugup. Sebaiknya persiapkan semua pada malam hari agar esok tak perlu terburu-buru. Misalnya, baju yang akan dipakai, menu sarapan, bekal makanan untuk di sekolah, bahkan Anda boleh saja meletakkan tas di dekat pintu agar langsung dibawa. Jika kita sudah mempersiapkannya di malam hari, insya Allah juga akan mencegah kita ketinggalan sesuatu.

2. Bersikap tegas dalam jam tidur
Rasulullah saw biasa tidur setelah waktu isya’. Kita pun perlu disiplin untuk memiliki dan menerapkan jam tidur bagi setiap anggota keluarga. Hal ini penting untuk menciptakan jam biologis yang teratur hingga menjadi kebiasaan. Tidur yang cukup juga membantu memudahkan bangun di pagi hari.

3. Kondisikan anak untuk bangun pagi
Sebelum tidur, berbincanglah tentang rencana aktivitas esok hari agar anak terlatih mengorganisasikan hari, sementara kita bisa mengarahkannya. Setelah itu ajak anak bangun pagi sambil memberitahu keutamaan-keutamannya. Meski libur pun, kita tetap perlu bangun pagi karena Allah meminta kita bangun untuk sholat shubuh yang disaksikan para malaikat, dan Rasul pun mendoakan kita. Buat anak-anak merasa senang dan berlomba didoakan oleh Rasulullah saw yang doanya tak tertolak.

4. Bangunkan anak secara bertahap.
Tak hanya orang dewasa yang tak nyaman jika bangun dalam keadaan terkejut, terlebih lagi anak-anak. Jadi ada baiknya kita bangunkan anak-anak secara bertahap. Anak-anak yang merasa terganggu karena dibangunkan dari tidurnya, cenderung akan menangis atau mengamuk. Dalam waktu 10 menit sebelum jam bangun, kita bisa usap kaki atau kepala anak sambil menyadarkannya dengan suara nan lemah-lembut. Bimbing anak untuk melafazkan doa bangun tidur sambil tersenyum dan biarkan saja matanya terpejam sebentar sebelum terbuka sempurna. Baik anak-anak maupun orang dewasa biasanya butuh adaptasi untuk benar-benar terjaga.

5. Beri waktu ekstra untuk anak yang lambat bergerak
Sebagian orang perlu duduk di pinggir tempat tidur dan mengerjapkan mata sebelum benar-benar bangun. Anak yang lambat juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengondisikan tubuhnya. Daripada Anda selalu mengomel dan gemas karena polahnya, lebih baik berikan waktu ekstra untuk anak yang spesial ini. Dengan begitu energi Anda tidak habis dan anak pun tidak stress setiap momen bangun pagi.

6. Jelaskan apa yang kita harapkan untuk dilakukan anak
Keteraturan perlu dimulai sedari dini dengan menerapkan kebiasaan tertib. Jelaskan pada anak urutan-urutan kegiatan yang akan dilakukan esok pagi begitu bangun tidur. Sholat shubuh, mandi, memakai baju, sarapan, memeriksa perlengkapan dan sebagainya, adalah sejenis pola yang perlu dibiasakan. Jangan biarkan anak mengerjakan aktivitas lain, termasuk menonton televisi, sebelum semua tugas paginya diselesaikan.

7. Gunakan konsekuensi logis
Terkadang ada kejadian tak terduga seperti anak terlalu asyik bermain di malam hari sehingga ia terlambat tidur dan kemudian bangun kesiangan. Akibatnya anak terlambat pergi ke sekolah dan mungkin merasa malu atau bahkan mendapat teguran. Sesekali kita tidak perlu memberitahu sekolah tentang alasan keterlambatannya, agar anak bertanggung jawab dan mengetahui adanya konsekuensi logis atas setiap perilaku yang ia perbuat.
Jelaskan juga tentang konsekuensi logis dari kebiasaan positif. Misalnya, anak bisa bangun pagi karena tidur lebih awal, tidak menjadi gugup karena sudah mempersiapkan peralatan sekolah, dan sebagainya. Jangan lupa puji anak atas perilaku positifnya, atau mungkin Anda juga bisa memberikan kejutan berupa kudapan/menu kesukaan untuk makan siang, atas pencapaian kebiasaan baiknya di pagi hari.
Wow, rupanya bangun pagi serta aktivitas kita di pagi hari, tergantung dari persiapannya di malam hari ya. Dengan memiliki perencanaan yang baik, insyaa Allah segala sesuatu dapat berjalan lebih lancar, nyaman dan tentu saja penuh keberkahan. Selamat pagi! Semangat pagi! ^_^

Referensi :
– “Ketika Anak Sulit Diatur, Panduan bagi Para Orangtua untuk Mengubah Masalah Perilaku Anak”
, C. Drew Edwards, Phd, Penerbit Kaifa tahun 2006
– gambar dari http://www.multiplemayhemmamma.com/2014/03/deal-morning-rush-top-10-tips-parents.html#sthash.iinz4Oy2.dpbs

%d bloggers like this: