0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Memiliki anak adalah impian setiap orang tua. Saat bayi Anda lahir kebahagiaan yang tiada tara tentu Anda rasakan sebagai Orang Tua. Pada umunya, orang tua memberikan vaksin dan imunisasi untuk bayinya. Agara si bayi terhindar dari berbagai penyakit. Padahal sebenarnya, ada cara lain dalam islam yang dianjurkan dilakukan orang tua kepada bayinya ketika baru lahir yaitu me’tahnik’. Sebagai orang tua baru, jangan lupa untuk melakukan ‘tahnik’ untuk bayi Anda. Apa itu tahnik ? Tulisan berikut ini akan mengulas tentang cara mentahnik bayi ketika baru lahir, yang ternyata merupakan salah satu ajaran dari Nabi kita, Rasulullah SAW.

Bagi Anda, umat muslim, sepertinya masih banyak yang belum mengerti tentang cara mentahnik bayi ketika baru lahir. Cara ini merupakan metode imunisasi dalam islam atau sesuai ajaran islam, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Apa itu Tahnik ?

Tahnik adalah melumurkan buah kurma ke dalam mulut bayi yaitu di bagian langit-langit mulut bayi, dimana sebelumnya kurma yang dilumurkan terlebih dahulu di lumat. Para ahli bahasa mengatakan bahwa tahnik ialah mengunyah kurma lalu menggosokan kurma tersebut ke langit-langit mulut bayi. Tujuannya adalah agar bayi bisa terlatih untuk mengunyah dan membantu menguatkan bayi untuk makan.

Tuntunan Tahnik

Abu Musa, berucap,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.
“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”

Dari ‘Aisyah, beliau berucap,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”

An Nawawi mengatakan dua hadits di atas di dalam Shahih Muslim pada Bab:

استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام
”Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya.”

Hal-hal Penting Mengenai Tahnik

  • Ulama setuju mengenai dianjurkannya (disunnahkannya) untuk mentahnik bayi (yang baru lahir) dengan menggunakan kurma. Oleh karena itu, tahnik dapat dilakukan pada hari pertama.
  • Jika Anda tidak mempunyai kurma, bisa diganti dengan menggunakan makanan lainnya yang juga manis-manis layaknya kurma.
  • Cara dalam mentahnik yaitu pertama ada orang yang mengtahnik. Lalu, orang yang mengtahnik ini mengunyah kurma, sampai kurma agak melunak dan cair sehingga mudah ditelan oleh bayi. Setelah dikunyah, lalu mulut bayi dibuka dan kurma tadi digosokan atau dilumurkan ke langit-langit mulut bayi. Sehungga bayi akan mencoba untuk mencerna kurma melalui kerongkongannya.
  • Sebaiknya yang melakukan tahnik ke pada bayi adalah orang alim atau orang sholih yang juga bisa diminta doanya guna keberkahan. Boleh laki-laki ataupun perempuan. Jika orang yang mentahnik diminta tidak bisa datang ketempat Anda, maka bawalah bayi Anda ke orang sholih.
    Tetapi, ajaran nomor 4 tersebut tidak diharuskan mentahnik dilakukan oleh orang sholih, karena beberapa alasan :
    1. Rasulullah SAW tidak bisa disamakan dengan siapapun.
    2. Kesholihan seseorang tidak bisa dinilai.
    3. Tidak bisa dipastikan seseorang itu sholih atau tidak.
    4. Orang yang dianggap sholih belum tentu benar-benar sholih.
  • Ulama juga ada yang memberi penjelasan tentang urutan bahan makanan yang dapat dijadikan bahan untuk tahnik, yaitu : tamr (kurma kering) ; seumpama tidak ada gunakan rothb (kurma basah), jika tidak ada juga baru menggunakan makanan manis, seperti madu, jika tidak ada juga barulah makanan yang tidak terkena api.

Minta Doa untuk Keberkahan

Tidak hanya mentahnik saja, tetapi juga hendaknya meminta orang yang melakukan tahnik mendoakan bayi untuk keberkahannya, bertambah kebaikannya. Doa yang digunakan bisa doa seperti : Allahumma baarik fiih, ataupun doa lainnya.

Menggunakan Kurma

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kurma memiliki kandungan penting yang dapat menjaga kesehatan bayi, melindungi dari penyakit dan memperkuat daya tahan tubuh. Tidak hanya itu melumurkan langit-langit bayi dengan kurma juga bermanfaat memperkuat saraf mulut bayi serta memperkuat gerakan lisan dan juga tenggorokan serta tulang rahang bawah melalui jilatan. Hal ini dapat membuat bayi siap untuk menghisap air susu ibu dengan kuat dan secara alami.

Tahnik Sendiri

Anda juga bisa melakukan tahnik sendiri untuk bayi Anda. Kurma yang Anda tahnik untuk bayi Anda melalui kunyahan dari mulut orang tua lebih memberi makna sebagai tAnda ikatan batin bagi bayi Anda. Melalui air liur dari kedua orang tua, maka akan terjadi ikatan antara orang tua dan bayi. Selain itu juga dapat mengalirkan fitrah islam yang suci. Harapannya, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan bersih dan baik serta memiliki iman yang manis, seperti manisnya buah kurma yang digunakan untuk mentahnik.

Itulah tadi penjelasan mengenai tata cara mentahnik bayi ketika baru lahir. Sangat mudah Anda lakukan sendiri dirumah, jika Anda merasa kesulitan untuk menemukan orang untuk bayi Anda. Tahnik sendiri, sebenarnya sama seperi melakukan imunisasi kepada anak, hanya saja tahnik merupakan tata cara imunisasi untuk bayi secara islam. Semoga info ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi Anda.

Sumber : Rumaysho.com , Bekam Samarinda

%d bloggers like this: