0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

ENSIKLOPEDI PERNIKAHAN ISLAMI

Kami sajikan secara lengkap dan utuh berbagai panduan serta informasi terkait pernikahan yang islami
Tentang Jodoh. Apakah harus dimulah dari pacaran?

01

Tentang Jodoh.

Apakah Harus Dimulai dari Pacaran?

Wikipedia mendefenisikan bahwa pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Jika kita mengacu pada pengertian pacaran dari Wikipedia maka ada tiga hal yang tidak disebutkan dengan detail yaitu berapa lama waktu untuk mengenalnya, apa saja yang dilakukan selama proses pengenalan tersebut dan pada usia berapa seseorang boleh memulainya. Sehingga pada akhirnya setiap orang bebas memaknai pacaran dengan sendirinya.

Pada akhirnya setiap orang bebas memulai untuk pacaran kapan saja, mau pacaran seperti apa dan seberapa lama ingin pacaran. Bahkan tak jarang anak ‘ingusan’ contohnya yang masih di sekolah dasar sudah memulai aktivitas pacaran. Berharap agar pacarnya menjadi pasangan hidupnya kelak, saling memanggil dengan panggilan spesial, saling mengikat janji dan hal-hal serupa lainnya yang sebenarnya tak layak dilakukan dan dipikirkan oleh anak seusianya.

Dunia pertelevisian melalui sinetron dan Film Televisinya (FTV) secara tak lansung mendidik anak-anak muda –termasuk yang masih ingusan- apa saja yang mesti dilakukan saat pacaran. Mulai dari katakan cinta, menghadiahkan seiikat bunga, saling pegang, saling peluk dan cium. Akibat terburuknya adalah merebaknya seks bebas yang berawal dari pacaran. Para wanita belia harus menangis penuh kepiluan lantaran sudah tergadai kehormatan, para orang tua mesti menanggung malu akibat anaknya yang sudah hamil duluan bahkan janin-janin tak berdosa harus keluar sebelum waktunya, mati dan hidupnya berakhir di tempat sampah lantaran sang bundanya tak kuat menanggung malu.

Pacaran mungkin bisa saja sebagai usaha untuk menemukan jodoh, tapi ini bukanlah cara terbaik dan tentunya juga bukan cara yang diridhoi oleh-Nya. Sebab jauh lebih banyak mudharat yang ditimbulkan ketimbang manfaat yang didapat.

Tak hanya satu jalan menuju roma, begitu juga dengan jalan menemukan pasangan terbaik. Banyak cara dan metode yang Allah ridhoi bahkan tanpa menempuh cara maksiat dalam proses menemukan pasangan hidup untuk sebuah pernikahan yang islami.

02

Memahami Pentingnya Proses Pranikah

Penikahan islami dengan menjalani proses pranikah

Satu hal yang sangat ditakutkan terjadi oleh setiap pasangan yang akan menikah adalah perceraian. Gagalnya pernikahan menjadi semacam hantu yang sangat menyeramkan bagi setiap orang yang akan menikah terlebih lagi jika keluarganya pernah mengalami hal serupa.

Data dari kementerian agama menunjukkan 15% – 20% dari 100% pasangan yang menikah mengalami perceraian. Sementara data dari Pengadilan Agama seluruh Indonesia pada tahun 2014 mencatat 382.231 angka perceraian yang diputus oleh pengadilan agama, dan angka ini cenderung naik dari tahun ke tahun. Itu baru yang tercatat, bagaimana dengan kasus yang tidak tercatat ? Tentu bisa lebih banyak dari itu.

Pernikahan adalah satu hal yang sakral, setiap orang berharap hanya akan melakukan pernikahan satu kali seumur hidup. Pernikahan adalah sesuatu yang serius, karena boleh jadi waktu hidup lebih banyak dihabiskan bersama pasangan. Setiap orang tentu berharap menemukan jodoh yang tepat, yang saling mencintai, bisa saling memahami, bisa berjuang bersama hingga akhirnya bisa meraih kebahagiaan di dunia hingga akhiratnya. Cinta sehidup semati, di dunia bersama di surganya berjumpa kembali.

Namun tak semua orang tau cara untuk meraihnya, karena memang pendidikan tentang pernikahan terutama pernikahan islami sangat minim bahkan tidak ada dalam kurikulum pendidikan kita. Padahal pembelajaran pra-nikah adalah sesuatu yang penting. Agar setiap orang yang akan menikah paham, pernikahan tidak hanya tentang cinta semata atau melepas dahaga syahwat saja. Lebih dari itu pernikahan adalah sesuatu yang kompleks, pernikahan bicara tentang bagaimana membangun hubungan suami istri menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah, bagaimana membangun hubungan dua keluarga besar, bagaimana membangun hubungan dengan lingkungan tempat tinggal sekitar dan yang tak kalah penting adalah bagaimana menyiapkan lahirnya generasi-generasi berkualitas.

Dan, segala sesuatu hal penting tersebut diatas semestinya dipersiapkan di masa-masa pra-nikah. Semakin baik persiapan di masa pra-nikah tentu akan berdampak juga dengan semakin baiknya hubungan pernikahan islami yang dijalin nantinya. 

Menuju Proses Pernikahan Islami

03

Menuju Proses Pernikahan Islami

Pernikahan adalah sebuah prosesi istimewa dari sekian banyak episode kehidupan yang kita lalui. Berawal dari ini jugalah setiap orang yang akan menikah ingin melakukan pernikahan yang istimewa, terdokumentasikan dan berharap menjadi kenangan manis di suatu hari nanti. 

Keinginan untuk membuat sebuah pernikahan istimewa tidak hanya datang dari calon mempelai yang akan menikah tetapi juga dari para orang tua mereka. Bahkan dalam beberapa kasus orang tualah yang lebih bersemangat ingin menjadikan pernikahan anaknya istimewa. 

Di negara kita Indonesia, istimewa identik dengan mewah. Pernikahan yang istimewa adalah sebuah pernikahan yang mewah dengan berbagai kewah-annya. Mulai dari persiapan undangan, akad pernikahan, resepsi pernikahan hingga semuanya usai. Terkadang kebarakahan yang diharapkan berubah menjadi kemubaziran. Belum lagi berbagai ritual adat istiadat yang menjerumuskan pada kesyirikan. 

Tentu kita semua menginginkan momen istimewa, sekali seumur hidup benar-benar menjadi sesuatu yang istimewa membewa kebarakahan dan kebahagiaan bagi semua pihak.

04

Membangun Rumah Tangga Penuh Cinta

Pernikahan Islami Rumah Tangga Penuh Cinta dan Bahagia

Menjalani kehidupan rumah tangga layaknya mengayuh biduk di tengah lautan. Suami dan istri yang menjadi nakhodanya, mengarahkan kemana ujung biduk akan dihadapkan. Terkadang perbedaan pendapat, arah angin yang tak menentu, gelombang ombak yang datang menerjang begitu saja atau bahkan batu karang yang menghalang menjadi suatu ujian tersendiri dalam perjalanan. Biduk bisa karam kapan saja, sang nakhoda bisa tenggelam kapan saja namun kekuatan niat, kejelasan tujuan, serta kebersamaan akan menjadi menguat dalam perjalanan. Sehingga tujuan yang diimpikan bisa dicapai dengan selamat. 

Saling mengenal, saling menerima dan saling mencintai satu sama lain akan menjadi energi yang menguatkan selama menempuh perjalanan. Dan, saling memahami peran masing-masing baik suami atau istri juga sebab rintangan yang dihadapi terasa lebih ringan. 

Dalam pernikahan islami, menjalani kehidupan rumah tangga membutuhkan ilmu serta kesabaran dalam mengamalkan setiap ilmu yang didapatkan. Maka belajar adalah proses yang tak boleh berhenti meski sudah sama-sama hidup dalam mahligai rumah tangga. Zaman berubah, tantangannya pun berubah disinilah setiap pihak baik suami atau istri mesti terus melakukan pembelajaran dan pembenahan diri. Rumah tangga Islami tidak hanya untuk hubungan mereka berdua saja, tetapi juga tentang bagaimana mendidik anak-anak yang dilahirkan kelak agar menjadi generasi-generasi terbaik umat ini.