0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Banyak konsultasi masuk ke laman Elmina yang bertanya seputar pilihan jodoh kita yang tak sesuai dengan pilihan orangtua. Hati sudah sreg, sang calon pun nampak sebagai orang baik-baik, tapi mengapa orangtua tak setuju?

Bagi Muslimah, Wali Nikahmu Adalah Ayah

Ada pepatah bilang, cinta membutakan segalanya. Dalam sebuah kasus ekstrim, seorang muslimah pernah ingin melakukan kawin lari dengan calonnya, karena orangtua si perempuan tak menyetujui. Sebegitunya rasa cinta kuat berakar di hati sang gadis, sampai-sampai ia lupa pada aturan agama.

Cinta mungkin membutakan segalanya. Karena cinta, maka logika dan akal sehat tak lagi bekerja. Padahal bukan demikian seorang mukmin seharusnya bersikap. Ada adab, ada syariat, ada peraturan yang tak boleh kita langgar hanya karena perasaan cinta dan emosi belaka. Terlebih, jika memang laki-laki itu adalah orang baik yang paham agama, maka ia tidak akan pernah mengajak calon istrinya kawin lari, menghindar dari restu orangtua.

Islam menggariskan bahwa pernikahan seorang perempuan muslimah tidaklah sah kecuali dengan adanya persetujuan wali nikahnya. Wanita tidak bisa dan tidak punya hak menikahkan dirinya sendiri, dan tidak boleh mewakilkannya kepada selain walinya.

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ نِكَاحَ اِلاَّ بِوَلِيٍّ وَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ وَلِيٍّ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، بَاطِلٌ باَطِلٌ. فَاِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلِيٌّ فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهَا. ابو داود الطيالسى

Dari ‘Aisyah bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Tidak ada nikahmelainkan dengan (adanya) wali, dan siapasaja wanita yang nikahtanpa wali maka nikahnya batal, batal, batal. Jika dia tidak punya wali,maka penguasa (hakimlah) walinya wanita yang tidak punya wali”. [HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ تُزَوِّجِ اْلمَرْأَةُ اْلمَرْأَةَ، وَ لاَ تُزَوِّجِ اْلمَرْأَةُ نَفْسَهَا، فَاِنَّ الزَّانِيَةَ هِيَ الَّتِى تُزَوِّجُ نَفْسَهَا. ابن ماجه و الدارقطنى

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah wanita menikahkan wanita dan janganlah wanitamenikahkan dirinya sendiri, karena wanita pezina itu ialah yangmenikahkan dirinya sendiri”. [HR. Ibnu Majah dan Daruquthni]

Dari hadits Nabi ini terlihat jelas bahwa pernikahan tidaklah sah tanpa keberadaan para wali. Sementara itu, walinya seorang perempuan muslimah adalah ayahnya, kakek (ayah dari ayah), Saudara laki-laki kandung, Saudara laki-laki seayah, Anak dari saudara laki-laki kandung (keponakan), Anak dari saudara laki-laki seayah (keponakan), Paman (saudara ayah), Anak dari paman (sepupu).

Jika wali di atas tidak ada, maka perwalian beralih pada bekas hamba sahaya yang pernah dibebaskan, lalu ashobah dari hamba sahaya tadi. Jika tidak ada, barulah beralih pada wali hakim. Tambahan lagi, tidak boleh wali yang berada dalam urutan terjauh menjadi wali selama masih ada yang dekat dalam urutan.

Demikian besar urusan ini, sehingga seyogyanya para muslimah jangan sampai terpikir untuk bisa menikah tanpa sepersetujuan walinya. Jika memang orangtua masih hidup, mintalah restu dan doa mereka. Bukankah kita ingin kehidupan rumah tangga kita kelak berlangsung dengan nyaman dan tenteram? Bukankah pernikahan adalah ibadah, dan bagaimana mungkin memulai ibadah yang baik ini dengan keburukan?

Maka, jika memang ada gesekan dengan orangtua, bermusyawarahlah. Berdiskusilah dengan tenang dan kepala dingin, apa masalahnya dan bagaimana solusinya. Apa yang tidak disetujui, dimana letak keberatan mereka, dan bagaimana mengatasi hal ini.

Jika kita merasa tidak mampu bermusyawarah langsung dengan orangtua, mintalah dukungan kakak, adik, atau paman dan orang-orang yang dituakan atau didengar oleh beliau.

Berdoalah kepada Allah agar Allah melembutkan hati kita dan semua orang yang terlibat. Dan lapangkanlah dada kita, karena bisa jadi, masukan dan keberatan orangtua sebenarnya merupakan kebaikan. Bisa jadi ketika kita ikhlas, Allah memberikan solusi atau ganti yang lebih baik atas masalah ini. Jika kali ini tertutup jalan, mungkin esok hari akan terbuka jalan yang sangat mudah. Bagaimanapun ridho orangtua adalah keberkahan yang kita cari, karena pada keridhoan orangtua terletak keridhoan Allah juga. Wallahu a’lam bishshawab.
***
bahan bacaan : https://rumaysho.com/2765-saksi-dan-wali-dalam-nikah.html

 

%d bloggers like this: