Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr…wb…

Saat ini saya sedang mengalami rasa bimbang. Karena belum lama ini ada seseorang yang datang ingin menikahi saya. sebelumnya saya tidak mengenal laki-laki tersebut. tetapi orang itu datang dengan orang tua dan kakaknya. Hanya orang tua saya yang mengenal keluarganya.

Posisi saya saat ini masih dengan orang lain yang memang belum terikat apa-apa. Tapi setelah ada yang datang ingin berniat baik. saya merasa bingung harus bagaimana memilih yang saya sudah kenal lama atau memilih yang saya belum tau bagaimana dia.

Saya sudah menjalankan kewajiban untuk minta petunjuk Allah swt, tapi saya belum menemukan jawaban apa-apa.

Orang tua pun saat ini tidak setuju hubungan saya dengan pacar saya. Orang tua lebih respect dengan orang baru itu, karena memang orang tua saya kenal dengan orang tuanya jadi tau gimana si dia yang memang sudah mapan & banyak yang bilang orang sekitarnya dia baik dan sopan sama orang tua, tanggung jawab untuk membina keluargapun inshAllah dia sudah mampu.
dibanding dengan pacar saya yang masih kuliah,  Dan niatan untuk mengikatpun masih perlu waktu lagi.

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr…wb..

Alhamdulillah sudah ada yang berniat baik mba, sebelumnya perlu mba sadari dulu aktivitas pacaran yang mba lakukan selama ini adalah salah atau keliru. Dalam Islam tidak ada pacaran, dan Islam melarang pacaran. Sebab, pacaran itu maksiat yang mendekatkan pada perzinaan. Perlu diketahui juga, seorang laki-laki yang mencintai wanita dengan tulus tidak akan mau memacari wanita yang dicintainya. Jika sudah siap maka dia akan nikahi tapi jika belum siap menikah maka dia akan simpan rasa cinta itu dalam hatinya.

Cinta itu menjaga, ketika seorang laki-laki mencintai wanita maka ia akan jaga wanita tersebut dari maksiat pada Allah Swt. Tentu tidak mungkin kan ada yang mengaku cinta tetapi malah mengajak orang yang dicintainya untuk bermaksiat (pacaran).

Sementara laki-laki yang datang ke rumah mba untuk melamar mba, jika belum mengenal mba bisa saling kenalan dulu lewat proses yang namanya ta’aruf. Adapun lengkapnya tentang Ta’aruf mba bisa baca disini –> Panduan Ta’aruf  . Shalat istikharah atau minta pada petunjuk pada Allah Swt dilakukan setelah mba mengambil satu keputusan atau pilihan.

Sebelumnya jika masih bimbang coba lakukan beberapa hal berikut. Yang pertama temui orang shaleh mungkin itu ustadz/zah sampaikan masalah mba pada mereka dan minta pendapatnya. Karena InsyaAllah pendapat orang shaleh adalah yang pendapat dengan kacamata iman. Yang kedua minta pendapat dari orang tua mba, tanyakan pada mereka mana yang terbaik menurut mereka. InsyaAllah orang tua tak akan keliru memilihkan untuk anaknya. Orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik pada anaknya. Yang ketiga coba renungkan kira-kira siapa yang mba rasa cocok jadi suami mba , jadi ayah untuk anak-anak mba nanti dan juga membuat mba lebih dekat pada Allah Swt. Kurang lebih demikian ya, semoga Allah mudahkan.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contact[email protected]

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

3 + 8 =

Artikel Menarik Lainnya




comments

Artikel InspiratifMuslimah

Yuk hijrah menjadi seorang muslimah yang lebih baik dengan berlangganan newsletter kami. GRATIS!

Pendaftaran kamu berhasil! Setelah ini, kami akan meberitahukan berbagai artikel terbaru melalui email yang kamu daftarkan.