0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

“Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk memulai kebaikan dan meninggalkan keburukan”

Yes, Ramadhan saat dan waktu yang tepat untuk hijrah, move on. Sejatinya bulan Ramadhan adalah untuk perubahan diri kita ke arah yang lebih baik lagi. Dibulan ramadhan kita digembleng selama 30 hari untuk menjadi lebih baik, lebih baik amalnya, lebih baik perbuatannya, lebih baik serta lebih sehat fisiknya. Beragam pahala serta keberkahan tersebar luas selama bulan suci Ramadhan.

“Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah Ta’ala menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Quran diturunkan di dalamnya.Inilah titik awal dari perubahan tersebut, titik awal dari perpindahan dari era jahiliyah penuh kegelapan , era kebodohan menuju era berperadaban yang penuh cahaya terang, turunnya firman Allah yang pertama iqra’ (bacalah) yang memerintahkan kepada kita untuk selalu membaca setiap sinar – sinar hikmah dalam kehidupan ini, sehingga dengan bisa membaca kita akan lebih mudah memaknai setiap kejadian dalam kehidupan ini, bisa membedakan mana hadiah yang tidak berharga, berharga saja serta sangat berharga, agar tidak terjadi kekhilafan atau kesalahan seperti cerita panjat pohon pinang di atas , setelah nyampai di atas pohon dan berada di antara begitu banyak peluang yang berharga, tapi jadi bingung lantaran hanya karena tidak bisa baca.

Entah kebetulan atau tidak , tapi yang pasti adalah rencana ilahi, titik balik, titik perubahan di negeri ini, juga terjadi di bulan rhamadhan, tepatnya di tanggal 17 Agustus 1945, hari di deklarasikannya kemerdekaan di republik ini, dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka.

Hari ini mungkin zamannya tidak se-gelap zaman jahiliayah seperti dahulu kala, mungkin hari ini kita tak terjajah seperti penjajahan di masa kolonial dulu, tapi hari ini kita terlelap dalam ke terang benderangan di era yang serba terbuka  terjajah oleh kekangan nafsu syahwat kehidupan dunia. Di butuhkan perpindahan serta perubahan untuk menjadi yang lebih baik, mungkin dari sekian banyak waktu, dari sekian banyak amalan ramadhan inilah saat yang tepat bagi kita untuk memulai titik awal perubahan dalam hidup kita untuk menuju pribadi muslim yang lebih baik.

Perang Badar adalah pemisah antara yang haq dan yang batil, dan kaum muslimin sebagai simbol tauhid dan kemulyaan, meraih kemenangan atas kaum musyrikin sebagai simbol kekifiran dan kebodohan.

Peperangan terjadi pada hari Jum’at, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (Ali Imran: 123).

Ibnu Abbas mengatakan:

”Saat itu hari Jum’at, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun umat, Abu Jahal, musuh terbesar umat Islam.

Jadi tidak salahlah kalau kita menjadikan ramadhan sebagai titik awal perubahan serta perpindahan bagi kita, berubah menjadi lebih baik, menghancurkan sisi kebatilan dalam diri kita, membunuh sifat kejahiliayahn yang mungkin saja masih mengendap dalam jiwa kita.

Rasulullah juga bersabda:

”Tiga yang tidak tertolak doanya, orang yang berpuasa hingga berbuka, imam adil, dan doa orang yang terdhalimi”. (HR. Tirmidzi),

Inilah salah satu keistimewaan dari bulan Ramadhan saat-saat di ijabahnya doa, maka mari pergunakanlah sebaik-baiknya untuk meminta dan berdoa padaNYA, berdoa untuk kehidupan yang lebih baik, berdoa agar Allah mudahkan urusannya dan juga jodohnya.

Bulan ramadhan juga memberi perubahan yang sangat berarti bagi kesehatan kita sebagaimana  Sabda Rasulullah: ”Berpuasalah, maka kamu akan sehat” (HR. Ibnu Sunni), ada yang menyatakan bahwa hadits ini dhoif, akan tetapi ada pula yang menyatakan bahwa derajat hadits ini sampai dengan tingkat hasan (lihat, Fiqh Al Islami wa Adilatuh, hal 1619).

Tapi makna matan hadist bisa tetap diterima, karena puasa memang menyehatkan. Al Harits bin Kaldah, tabib Arab yang pernah mengabdi kepada Rasulullah Saw. juga pernah menyatakan:

”Lambung adalah tempat tinggal penyakit dan sedikit makanan adalah obatnya”.

Yuk saudariku semua, mari kita mulai Ramadhan kita dengan persiapan yang baik, fokus pada ibadah dan perbaikan-perbaikan diri. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik bagi kehidupan pribadi kita.

Sumber foto : sinarharapan.co

%d bloggers like this: