0 Items
+62 823 12 1010 11 [email protected]

Ramadhan adalah bulan perubahan, perubahan ibadah, perubahan ilmu, perubahan amal, perubahan fisik dan kesehatan serta juga perubahan penampilan. Khususnya perubahan tampilan pada setiap muslimah, sudah berhijab apa belum?, apakah hijabnya sudah syari belum?.Saatnya ramadhan tahun ini kita benahi.

Ternyata kalau kita lihat sekeliling kita masih banyak saudari-saudari muslimah kita yang masih belum berhijab, masih banyak yang berpakaian “ala kadarnya” alias selalu tampil seksi. Dan yang sudah berhijabpun tak sedikit yang belum syari apakah itu hijabnya banyak gaya serta asesoris serta juga punuk unta.

Ketika kita tanya “mereka” yang belum berhijab atau sudah berhijab tapi belum syari apa hukumnya shalat dalam Islam? kami yakin jawabannya mereka sudah tau yaitu wajib, apa hukum puasa dalam islam?, tentu sudah sangat hafal hukumnya juga wajib?, lalu bagaimana dengan hukum hijab?.

Berhijab bagi seorang muslimah dalam Islam hukumnya wajib, sama dengan wajibnya shalat, tidak berbeda dengan wajibnya puasa yang kita jalankan hari ini. Wajib artinya jika dilakukan akan mendapat apresiasi dari Allah berupa pahala namun jika ditinggalkan akan mendapatkan hukuman alias berdosa. Wajib dalam islam adalah sesuatu yang tidak boleh di tunda-tunda, tidak ada alasan untuk nanti-nanti harus dilaksanakan sekarang juga. Mungkin sahabat semua masih ingat bagaimana kisah para shahabiyah (wanita-wanita yang hidup di zaman Rasulullah) ketika mendengar perintah wajibnya berhijab, mereka mengambil apa saja kain yang ada disekitar mereka untuk segera ditutupkan ke kepala dan tubuhnya.

Janganlah mereka menampakkan perhiasan-nya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya (QS an-Nur [24]: 31).

Allah memerintahkan kepada semua wanita dalam firmannya di surah an-nur ayat 31 yaitu untuk tidak menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak pada dirinya. Nah yang biasa tampak ini adalah wajah serta dua telapak tangan. Selain itu? Allah perintahkan untuk menutupnya, ingat kata perintahnya menutup bukan membungkus. Karena menutup dengan membungkus tentu adalah 2 hal yang jauh berbeda, jika ditutup maka dia tidak akan terlihat sama sekali, namun jika dibungkus maka tetap akan terlihat lekukan-lekukannya.

Rasulullah juga menegaskan kalau tidak ada alasan bagi seorang muslimah untuk tidak berhijab dengan syari, bahkan jika ia tidak punya sama sekali itu menjadi kewajiban saudarinya yang lain untuk menjaminkannya sebagaimana sabda beliau.

Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk mengeluarkan para perempuan pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha; para perempuan yang punya halangan, perempuan yang sedang haid dan gadis-gadis yang dipingit. Adapun perempuan yang sedang haid, mereka memisahkan diri dari shalat dan menyaksikan kebaikan dan seruan kepada kaum Muslim. Aku berkata, “Ya Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.” Rasul saw menjawab, “Hendaknya saudaranya memin-jami dia jilbab.” (HR Muslim)

Wahai saudariku semuanya, saat ini kita sudah sangat paham bagaimana pentingnya berhijab bagi seorang muslimah, bagi yang belum berhijab maka manfaatkanlah momen bulan Ramadhan tahun ini sebagai momen perubahan, berhijablah saat ini tanpa tapi dan nanti. Jika sudah berhijab namun disekeliling kita masih ada yang belum berhijab maka cobalah untuk mengingatkannya dengan baik-baik. In syaa Allah menjadi mutiara kebaikan bagi sahabat semua jika saudari kita yang lain berhijab asbab kita.

%d bloggers like this: